Enjel Lusi Deran Dorong Koperasi Sekolah Jadi Wadah Pemasaran Produk OSOP
Kupang, NTTPride.com - Sebagai respon cepat terhadap Surat Edaran Pengurus Pusat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Nomor 67/SEKJEN/IV/2026 tentang pelaksanaan Program Dharma Wanita Mengajar, Dharma Wanita Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Nusa Tenggara Timur turun langsung memberikan edukasi perkoperasian kepada para siswa SMA dan SMK di Kota Kupang selama dua hari, Rabu (20/5/2026) hingga Kamis (21/5/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Ketua Dharma Wanita Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT, Ny. Enjel Lusi Deran, S.Ak bersama tim Dharma Wanita Provinsi NTT dengan menyasar SMAN 1 Kupang, SMAN 3 Kupang, SMAN 5 Kupang dan SMKN 1 Kupang.
Program itu tidak sekadar menjadi kegiatan sosialisasi, tetapi diarahkan untuk memperkuat pemahaman siswa tentang jati diri koperasi sekaligus mendorong keterlibatan pelajar dalam program prioritas Pemerintah Provinsi NTT di bidang pendidikan dan ekonomi kreatif sekolah.
Di hadapan para siswa, Ny. Enjel Lusi Deran terlebih dahulu memperkenalkan program unggulan Gubernur NTT terkait konsep One School One Product (OSOP) atau satu sekolah satu produk. Melalui program tersebut, setiap sekolah didorong memiliki produk unggulan hasil karya siswa yang bernilai ekonomi.
Menurutnya, materi perkoperasian yang diberikan kepada siswa tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga diarahkan pada praktik pembelajaran melalui pengembangan produk siswa yang dapat dipasarkan secara langsung melalui koperasi sekolah.
“Para siswa diharapkan dapat berkontribusi lewat praktik pembelajaran berupa produk-produk hasil karya siswa dalam materi jati diri koperasi,” ujarnya di sela kegiatan penguatan kepada siswa.
Ia menjelaskan, koperasi sekolah nantinya dapat menjadi ruang pembelajaran ekonomi sekaligus pusat distribusi kebutuhan siswa di lingkungan sekolah. Produk-produk hasil karya siswa dapat dipasarkan melalui galeri koperasi sekolah sehingga perputaran ekonomi terjadi di lingkungan pendidikan itu sendiri.
“Segala produk hasil karya siswa dapat dijual di galeri koperasi sekolah. Artinya, segala kebutuhan siswa dapat dibelanjakan di koperasi siswa sekolah,” katanya.
Mantan Penjabat Ketua TP PKK Kota Kupang itu menilai pembentukan koperasi sekolah penting dilakukan sebagai bagian dari pendidikan karakter dan penguatan budaya gotong royong di kalangan pelajar. Karena itu, pasca pelaksanaan Program Dharma Wanita Mengajar, pihak sekolah didorong untuk membentuk koperasi sekolah dengan melibatkan seluruh siswa sebagai anggota.
Menurut dia, keterlibatan siswa dalam koperasi akan melatih kesadaran berkoperasi sejak dini, membangun pola hidup hemat, serta menanamkan pemahaman mengenai prinsip-prinsip koperasi dalam kehidupan sehari-hari.
“Pasca Dharma Wanita Mengajar, pihak sekolah dapat mendirikan koperasi sekolah yang anggotanya meliputi semua siswa. Hal ini melatih kesadaran siswa berkoperasi dengan pola hidup hemat dengan berpegang teguh pada prinsip-prinsip koperasi,” jelasnya.
Kegiatan tersebut juga melibatkan unsur teknis dari Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT, yakni Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Koperasi Filipe Bere, Nelci Soru, tenaga fungsional koperasi Safio, serta jajaran pengurus Dharma Wanita Provinsi NTT.
Melalui kegiatan itu, Dharma Wanita Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT berharap edukasi koperasi di lingkungan sekolah tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi semata, tetapi berlanjut pada pembentukan koperasi pelajar yang aktif dan produktif guna mendukung penguatan ekonomi sekolah dan pengembangan jiwa kewirausahaan siswa di Kota Kupang.
Editor: Ocep Purek
