Kejati NTT Terima Kunjungan Dirut Bank NTT, Perkuat Koordinasi dan Sinergi”
Kupang, NTTPride.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkuat fungsi pengawasan dan pencegahan dalam pengelolaan keuangan daerah melalui koordinasi dengan Bank NTT, menyusul pertemuan antara Kepala Kejati NTT Roch Adi Wibowo dan Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus, Kamis (5/3/2026).
Pertemuan di Kantor Kejati NTT itu tidak sekadar silaturahmi, tetapi menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam memastikan tata kelola perbankan daerah berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai aturan hukum.
Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati NTT, A. A. Raka Putra Dharmana, menegaskan bahwa koordinasi tersebut diarahkan untuk memperkuat sinergi antarinstansi, khususnya dalam pengawasan pengelolaan keuangan di Bank NTT sebagai bank milik daerah.
“Ini bukan hanya silaturahmi, tetapi momentum memperkuat koordinasi agar tata kelola keuangan di Bank NTT berjalan baik, transparan, dan akuntabel,” ujarnya kepada wartawan.
Menurut Raka, Kejati NTT mengambil peran preventif guna mencegah potensi pelanggaran hukum dalam pengelolaan keuangan di PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (BPD NTT). Langkah ini dinilai penting mengingat posisi Bank NTT sebagai salah satu instrumen strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi daerah.
Dalam pertemuan tersebut, Kajati NTT Roch Adi Wibowo juga menyatakan komitmen institusinya untuk mendukung penguatan tata kelola Bank NTT agar lebih profesional dan berintegritas.
“Kejati NTT berkomitmen mendukung upaya pencegahan agar pengelolaan keuangan di Bank NTT berjalan sesuai aturan, sehingga dapat menjadi bank daerah yang bermartabat,” kata Raka mengutip pernyataan Kajati.
Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus hadir bersama jajaran direksi, antara lain Direktur Kredit Alo Geong, Direktur Umum dan SDM Rahmat Saleh, serta Direktur Kepatuhan Chris Adoe. Kehadiran lengkap manajemen ini menunjukkan keseriusan Bank NTT dalam membangun koordinasi dengan aparat penegak hukum.
Penguatan sinergi ini menjadi krusial di tengah tuntutan peningkatan kinerja dan kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan daerah. Dengan pengawasan yang lebih ketat dan koordinasi lintas lembaga, diharapkan Bank NTT dapat menjalankan fungsi intermediasi secara sehat sekaligus berkontribusi optimal bagi pembangunan ekonomi di NTT.
Editor: Ocep Purek
