Sidak Pasar dan SPBU Oeba, Gubernur NTT: Beras-Minyak Naik, LPG Hilang | NTT Pride
![]() |
| Gubernur NTT Melki Laka Lena sidak pasar dan SPBU Oeba. Foto: Idin |
Pemantauan difokuskan di Toko Panca Sakti, Pasar Oeba, dan menjadi bagian dari pembagian dua tim. Tim pertama dipimpin langsung oleh Gubernur yang menyasar Pasar Oeba (Toko Panca Sakti), SPBU Oeba, dan O Mart. Sementara tim kedua dipimpin Wakil Gubernur Johni Asadoma dengan lokasi pemantauan di Hypermart Bundaran Tirosa dan MTM Mart.
Dari hasil pengecekan di lapangan, Gubernur menyatakan secara umum harga sembako di NTT masih relatif stabil, meskipun terdapat kenaikan pada beberapa komoditas.
“Kita cek langsung di toko Panca Sakti untuk melihat kenaikan harga sembako akibat dampak ekonomi global. Sementara ini masih stabil, meskipun ada kenaikan sedikit,” ujar Melki Laka Lena.
Ia menyebutkan, salah satu komoditas yang mengalami kenaikan adalah beras premium sebesar sekitar Rp1.000 per kilogram. Meski demikian, pemerintah memastikan ketersediaan beras tetap aman melalui suplai beras SPHP oleh Bulog guna mencegah kelangkaan di pasar.
Selain beras, harga minyak goreng premium juga terpantau mengalami kenaikan tipis. Namun kondisi tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan belum mengganggu stabilitas pasar secara keseluruhan.
Pemantauan juga dilakukan pada sektor energi dan kebutuhan rumah tangga. Di SPBU Oeba, Gubernur memastikan tidak ada persoalan berarti, dengan stok BBM yang terjaga dan harga tetap normal sesuai ketentuan.
“Untuk BBM aman sekarang, stok tersedia dan harga normal semua,” katanya.
Sementara itu, di O Mart ditemukan adanya kekosongan stok gas LPG. Kondisi ini diduga akibat gangguan distribusi atau kelangkaan sementara, sehingga menjadi perhatian pemerintah daerah untuk segera ditindaklanjuti.
Di sisi lain, ketersediaan bahan pangan lain seperti telur ayam dilaporkan masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat.
Langkah pemantauan ini dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga di tengah tekanan ekonomi global. Pemerintah Provinsi NTT juga berkomitmen terus memantau perkembangan di lapangan dan melakukan intervensi cepat apabila ditemukan potensi gangguan pasokan maupun lonjakan harga yang signifikan.
Upaya ini diharapkan dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus memberikan kepastian bahwa kebutuhan pokok tetap tersedia di pasaran.
Editor: Ocep Purek
