Pak, Bantu Kami!” Korban Gempa Peluk Gubernur NTT, Melki Pastikan Pemulihan Flores Berlanjut
![]() |
| Ketika masyarakat memeluk Gubenrur NTT saat berkunjung ke posko pengungsian Dampek, Kecamatan Lambaleda Utara, Kabupaten Manggarai Timur. Foto: Tim |
“Pak, bantu kami, Pak. Kami masyarakat yang terkena gempa. Bantu kami, Pak!” teriak warga tersebut di hadapan Melki Laka Lena.
Momen itu terjadi ketika Melki bersama Gubernur Bali I Wayan Koster dan Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal meninjau langsung kondisi masyarakat terdampak gempa Flores di Posko Dampek.
Pelukan dan teriakan warga tersebut menjadi gambaran langsung tentang kondisi penyintas yang masih membutuhkan bantuan di tengah masa tanggap darurat. Melki pun berdialog dengan masyarakat untuk mendengar kebutuhan mereka sekaligus memastikan pelayanan di posko dan distribusi bantuan berjalan.
Dalam kunjungan itu, Melki memberikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi NTB yang telah bergerak membantu penanganan bencana di Flores dengan menghadirkan dapur umum dan posko medis di Dampek.
“Kehadiran kedua layanan ini sangat membantu memenuhi kebutuhan dasar dan pelayanan kesehatan masyarakat terdampak,” kata Melki.
Menurut dia, dukungan tersebut menjadi bentuk nyata solidaritas dan gotong royong antardaerah dalam menghadapi bencana.
Melki juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Bali I Wayan Koster dan Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang telah bergerak cepat memberikan dukungan kepada masyarakat Flores.
Bantuan tersebut, kata dia, tidak hanya berupa dana, tetapi juga tenaga kesehatan dan berbagai kebutuhan logistik bagi warga yang terdampak gempa.
“Atas nama rekan-rekan bupati dan seluruh masyarakat di Flores, saya menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Bali dan Gubernur NTB yang telah bergerak cepat memberikan dukungan bagi masyarakat terdampak,” ujarnya.
Melki mengatakan Pemerintah Provinsi NTT terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten, pemerintah pusat, TNI-Polri, lembaga terkait, serta pemerintah provinsi tetangga.
Koordinasi tersebut dilakukan agar penanganan dampak gempa dapat berlangsung cepat, terpadu, dan tepat sasaran.
Namun, menurut Melki, persoalan yang dihadapi masyarakat Flores tidak akan selesai ketika masa tanggap darurat berakhir. Tahap berikutnya justru akan menjadi pekerjaan besar bagi pemerintah, yakni rehabilitasi dan rekonstruksi.
“Penanganan gempa Flores tidak berhenti pada masa tanggap darurat. Setelah fase ini berakhir, pekerjaan besar masih menanti, terutama rehabilitasi dan rekonstruksi,” katanya.
Kerusakan akibat gempa, lanjut Melki, tidak hanya terjadi pada rumah warga. Sejumlah kantor pemerintahan, rumah ibadah, dan fasilitas publik lainnya juga terdampak.
Karena itu, pemulihan Flores membutuhkan waktu serta kerja bersama dalam jangka panjang.
Melki memastikan sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, TNI-Polri, masyarakat, dan pemerintah provinsi tetangga akan terus diperkuat.
“Sinergi pemerintah daerah, pemerintah pusat, TNI-Polri, masyarakat, serta provinsi tetangga akan terus kita perkuat agar Flores dapat segera bangkit dan masyarakat kembali menjalani kehidupan dengan aman dan layak,” ujarnya.
Bagi warga yang masih berada di pengungsian, kebutuhan bantuan dan kepastian pemulihan menjadi persoalan yang mendesak. Pelukan seorang penyintas kepada gubernur di Posko Dampek pun menjadi pengingat bahwa di balik data kerusakan dan angka pengungsi, masih ada masyarakat yang menunggu pertolongan dan kepastian untuk kembali menjalani kehidupan secara normal.
Editor: Ocep Purek
