Bullying hingga Ekonomi Jadi Ancaman Pendidikan, Mahasiswa KKN UMKoe Bergerak di Noinbila
Pesan itu disampaikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kupang saat menggelar sosialisasi bertajuk “Langkah Kecil Menuju Masa Depan Cerah” di SMP Negeri 2 Mollo Selatan, Selasa, 18 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut diarahkan untuk membangun kesadaran pelajar mengenai bahaya perundungan atau bullying, mencegah anak putus sekolah, sekaligus menumbuhkan kembali motivasi belajar.
Mahasiswa KKN menilai persoalan pendidikan di tingkat desa tidak bisa dilepaskan dari kondisi sosial di sekitar anak. Karena itu, edukasi tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga menekankan pentingnya peran guru dan orang tua dalam menciptakan lingkungan tumbuh kembang yang sehat.
Dalam materi tentang anti-bullying, para mahasiswa mengingatkan bahwa sekolah dan keluarga memiliki peran penting dalam memastikan anak merasa aman, dihargai, dan diterima. Perundungan yang dibiarkan dapat memengaruhi kepercayaan diri hingga semangat anak untuk bersekolah.
Sementara dalam pembahasan mengenai pencegahan putus sekolah, mahasiswa mengidentifikasi empat faktor utama yang saling berkaitan, yakni kesulitan ekonomi keluarga, rendahnya motivasi belajar, kurangnya dukungan keluarga, serta perundungan di lingkungan sekolah.
“Keempat faktor tersebut perlu mendapat perhatian bersama karena persoalan putus sekolah tidak selalu disebabkan oleh satu faktor,” demikian pesan yang dibangun dalam kegiatan sosialisasi tersebut.
Para pelajar juga diajak memahami bahwa keberhasilan belajar membutuhkan kebiasaan yang dibangun secara konsisten. Mahasiswa KKN mendorong siswa menetapkan tujuan yang jelas dan terukur, membangun kebiasaan positif, mengatur waktu secara baik, serta meningkatkan rasa percaya diri.
Upaya membangun generasi muda tidak berhenti di lingkungan sekolah. Pemerintah Desa Noinbila menyatakan komitmennya untuk mendukung proses belajar anak-anak melalui penyediaan fasilitas pendukung pendidikan dan program-program yang dapat berjalan secara berkelanjutan.
Dukungan juga datang dari tokoh masyarakat. Mereka menilai keberhasilan pendidikan anak membutuhkan kolaborasi antara sekolah, keluarga, pemerintah desa, dan komunitas.
Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan yang aman, ramah terhadap anak, sekaligus mampu memacu semangat generasi muda untuk terus menempuh pendidikan.
Bagi mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Kupang, sosialisasi ini menjadi bagian dari kontribusi mereka selama berada di Desa Noinbila. Pesan yang ingin ditanamkan sederhana: perubahan besar dalam pendidikan dapat dimulai dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten.
“Masa depan yang cerah dimulai dari langkah kecil yang dilakukan hari ini.”
Editor: Ocep Purek
