News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Di Tengah Gempa Flores, Melki Laka Lena Buka 208 Ribu Rekening Pelajar

Di Tengah Gempa Flores, Melki Laka Lena Buka 208 Ribu Rekening Pelajar

Penandatanganan surat Edaran Gubernur NTT dan penyerahan simbolis buku SimPel kepada perwakilan siswa-siswi. Foto: Ocep Purek 
Kupang, NTTPride.com - Di tengah duka akibat gempa bumi yang mengguncang Flores, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur memilih menyalakan optimisme lewat gerakan menabung. Sebanyak 208 ribu rekening Simpanan Pelajar (SimPel) ditargetkan dibuka secara serentak di 22 kabupaten/kota dalam rangka Puncak Hari Indonesia Menabung Provinsi NTT 2026.

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena yang mengikuti rangkaian kegiatan melalui zoom meeting mengatakan gerakan tersebut bukan semata-mata untuk mengejar rekor, melainkan membangun kebiasaan mengelola keuangan sejak usia sekolah.

Rekor bukanlah tujuan akhir. Rekor adalah penanda bahwa kita mampu bergerak bersama dalam skala besar,” kata Melki saat memberikan arahan pada Puncak Hari Indonesia Menabung NTT 2026 di Kantor Pusat Bank NTT, Rabu, 19 Agustus 2026.

Kegiatan itu dipusatkan di Kabupaten Rote Ndao dan diikuti secara hibrida oleh seluruh kabupaten dan kota di NTT.

Melki mengatakan pembukaan ratusan ribu rekening pelajar harus menjadi awal dari perubahan perilaku keuangan anak-anak NTT. Ia meminta rekening yang telah dibuka tidak berhenti sebagai angka dalam laporan atau sekadar pencapaian seremonial.

Yang jauh lebih penting adalah memastikan rekening-rekening tersebut tetap aktif, anak-anak kita terus menabung, dan program yang kita bangun hari ini memberikan manfaat yang berkelanjutan,” ujarnya.

Melki sengaja mengaitkan momentum Hari Indonesia Menabung dengan situasi yang sedang dihadapi masyarakat Flores. Gempa bumi pada 15 Agustus 2026 menyebabkan sejumlah wilayah di Flores terdampak bencana.

Ia menyampaikan belasungkawa kepada korban dan keluarga yang terdampak. Menurut Melki, masyarakat Flores tidak boleh merasa menghadapi bencana seorang diri.

Kepada saudara-saudariku di Flores, kalian tidak sendiri. Duka kalian adalah duka kita bersama,” kata dia.

Melki mengatakan pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota terus melakukan penanganan di wilayah terdampak. Dukungan juga datang dari pemerintah pusat dan sejumlah daerah di Indonesia.

Menurut dia, sejumlah gubernur telah menyatakan dukungan untuk penanganan bencana Flores, baik dalam bentuk bantuan dana maupun dukungan lainnya.

Di tengah kondisi tersebut, kata Melki, kegiatan Hari Indonesia Menabung menjadi simbol bahwa NTT tidak ingin larut dalam situasi sulit.

Hari ini kita menunjukkan bahwa NTT tidak hanya terus meratapi nasib, tetapi terus berjuang,” katanya.

Ia menyebut gerakan menabung sebagai salah satu cara membangun optimisme melalui generasi muda.

Program utama dalam kegiatan tersebut adalah Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR). Pemerintah Provinsi NTT menargetkan pembukaan 208 ribu rekening SimPel baru di seluruh 22 kabupaten/kota.

Melki mengatakan angka tersebut memang besar, tetapi bukan menjadi ukuran tunggal keberhasilan program.

Menurut dia, tujuan utama KEJAR adalah membuat anak-anak mengenal layanan keuangan formal, memiliki rekening sendiri, terbiasa menyisihkan uang, dan memahami cara mengelola keuangan sejak sekolah.

Untuk memastikan program tidak berhenti setelah rekening dibuka, Pemerintah Provinsi NTT juga meluncurkan Surat Edaran Gubernur tentang Program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR).

Surat edaran itu dimaksudkan untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten dan kota, satuan pendidikan, perbankan, orang tua, serta pemangku kepentingan lainnya.

Melki meminta pemerintah daerah menindaklanjuti kebijakan tersebut sesuai kewenangan masing-masing.

Jangan melihat Program KEJAR sebagai sekadar program pembukaan rekening. Rekening adalah sarana. Tujuan kita adalah membentuk generasi yang mampu mengelola keuangannya dengan baik,” ujarnya.

Ia juga meminta sekolah berperan aktif membangun kebiasaan menabung, sedangkan perbankan memastikan akses layanan keuangan mudah dijangkau oleh pelajar.

Dalam kegiatan tersebut, Melki juga memberikan tambahan tabungan kepada 21 pelajar perwakilan yang hadir. Masing-masing menerima Rp100 ribu sebagai tambahan tabungan.

Pesan Melki kepada para pelajar sederhana: tidak perlu menunggu memiliki uang banyak untuk mulai menabung.

Kebiasaan yang baik selalu dimulai dari hal kecil dan dilakukan secara konsisten,” katanya.

Ia mengingatkan para pelajar bahwa kemampuan mengelola uang akan menjadi bekal ketika mereka dewasa, termasuk ketika kelak menjadi gubernur, bupati, wali kota, kepala dinas, pengusaha, maupun kepala keluarga.

Direktur Utama Bank NTT Charlie Paulus menilai gerakan menabung harus dipahami lebih luas daripada sekadar menyimpan uang.

Menurut Charlie, anak-anak perlu dibiasakan mengelola keuangan dengan baik sejak dini agar memiliki persiapan menghadapi masa depan.

Bukan sekadar kita menabung uang, tetapi bagaimana kita mengelola keuangan kita secara baik,” kata Charlie dalam kegiatan tersebut.

Ia mengapresiasi keterlibatan pemerintah daerah, OJK, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), satuan pendidikan dan berbagai pihak dalam pelaksanaan program tersebut.

Charlie mengatakan Bank NTT bangga karena NTT dapat menggelar pembukaan rekening pelajar dalam skala besar dan mengupayakan pencatatan rekor nasional.

Namun, ia kembali menekankan pentingnya keberlanjutan. Para pelajar diharapkan terus menabung dan mengajak orang tua membiasakan menyisihkan sebagian pendapatan untuk tabungan.

Bagi Melki, pemilihan Rote Ndao sebagai pusat kegiatan juga memiliki pesan tersendiri. Rote merupakan salah satu wilayah paling selatan Indonesia dan menjadi bagian penting dari wajah NTT.

Ia berharap momentum tersebut menjadi titik awal gerakan yang tidak berhenti pada seremoni Hari Indonesia Menabung.

Tema Hari Indonesia Menabung 2026, “Merajut Masa Depan Melalui Literasi dan Inklusi Keuangan,” menurut Melki harus diterjemahkan ke dalam kebijakan dan kebiasaan nyata.

Dari Rote kita pastikan bahwa NTT terus melangkah dengan penuh optimisme, dengan semangat kebersamaan dan gotong royong,” kata dia.

Dengan target 208 ribu rekening baru, pemerintah ingin menanamkan kebiasaan finansial sejak bangku sekolah. Tetapi bagi Melki, ukuran keberhasilan gerakan ini bukan berapa banyak rekening yang dibuka pada 19 Agustus.

Pertanyaan yang lebih penting adalah berapa banyak rekening yang tetap aktif, berapa banyak pelajar yang benar-benar rutin menabung, dan apakah kebiasaan itu bertahan hingga mereka dewasa.

Di tengah gempa Flores, NTT memilih menjawab situasi sulit bukan hanya dengan bantuan dan pemulihan, tetapi juga dengan menyiapkan generasi yang lebih siap menghadapi masa depan.


Editor: Ocep Purek 

TAGS

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.