News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Pemprov NTT Gerakkan Bantuan ke Flores, Dana Tanggap Darurat Capai Rp4,35 Miliar

Pemprov NTT Gerakkan Bantuan ke Flores, Dana Tanggap Darurat Capai Rp4,35 Miliar

 

Pemprov NTT Gerakkan Bantuan ke Flores, Dana Tanggap Darurat Capai Rp4,35 Miliar. Foto: Tim
NTTPride.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mempercepat penyaluran bantuan bagi warga terdampak gempa bumi di Pulau Flores. Pada Selasa, 18 Agustus 2026, bantuan logistik dikirim ke Pulau Ende, Kabupaten Ende, dan Nagekeo, sementara dana penampungan bantuan bencana yang dihimpun pemerintah provinsi telah mencapai Rp4,359 miliar.

Bantuan tersebut disalurkan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT sebagai bagian dari penanganan masa tanggap darurat. Pemerintah provinsi menyatakan kebutuhan dasar warga terdampak menjadi prioritas utama, terutama di wilayah yang mengalami dampak cukup serius akibat gempa.

Di Kecamatan Pulau Ende, bantuan diserahkan kepada Camat Pulau Ende, Ahmad, untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Bantuan yang dikirim ke wilayah tersebut terdiri atas dua unit tenda keluarga berukuran 4 x 6 meter dan 100 paket sembako. Bantuan ini ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar warga selama kondisi darurat.

Sementara untuk Kabupaten Nagekeo, BPBD NTT mengirim 500 kilogram beras, lima koli terpal, 50 lembar tikar, 50 dos air mineral, 60 rak telur, 15 dos minyak goreng, 30 selimut, 50 dos mi instan, dua dos popok, dan 10 unit spons. Bantuan tersebut sedang diberangkatkan menuju Mbay.

Gubernur NTT Melki Laka Lena bersama Wakil Gubernur Johni Asadoma menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada distribusi bantuan, tetapi juga memastikan koordinasi penanganan bencana berjalan cepat dan terpadu.

Pemerintah Provinsi NTT berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten, BPBD, TNI-Polri, serta unsur terkait lainnya agar bantuan dapat menjangkau warga yang membutuhkan berdasarkan kondisi di lapangan.

Melalui Plt. Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi NTT Yohanes Abrianto Kore, Gubernur Melki menegaskan bahwa penanganan bencana akan terus dilakukan dengan menempatkan kebutuhan masyarakat terdampak sebagai prioritas selama masa tanggap darurat.

Selain menyalurkan bantuan logistik, Pemerintah Provinsi NTT terus mengelola dana yang dihimpun untuk mendukung penanganan bencana gempa bumi di Flores.

Hingga 18 Agustus 2026, saldo rekening dana penampungan bencana Pemerintah Provinsi NTT mencapai Rp4.359.200.000.

Dana tersebut berasal dari sejumlah sumber. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur memberikan bantuan sebesar Rp2,5 miliar, Pemerintah Provinsi Maluku Rp1,5 miliar, sedangkan sumbangan masyarakat umum mencapai Rp359,2 juta.

Dana tersebut menjadi salah satu sumber dukungan untuk penanganan tanggap darurat, di samping bantuan dalam bentuk barang dan kebutuhan medis yang terus berdatangan.

Posko Provinsi BPBD NTT juga menyalurkan berbagai perlengkapan kesehatan ke wilayah terdampak. Pada Selasa, sejumlah obat dan kebutuhan medis dikirim, antara lain 1.000 tablet paracetamol, 1.000 tablet amoxicillin, 1.000 botol ambroxol, 1.000 tablet asam folat, 100 botol dexamethasone injeksi, 100 tube ranitidine injeksi, 100 ampul lidocaine injeksi, serta 1.000 tablet acetylcysteine.

Peralatan medis yang turut disalurkan mencakup 100 disposable syringe 3 cc, 250 Abbocath 24, 500 infus set, 200 infus set pediatric, dan 10 rol plester 5 x 5, serta sejumlah perlengkapan kesehatan lainnya.

Obat-obatan lain yang tersedia antara lain sukralfat, ringer laktat, NaCl, guaifenesin, ketorolac, tablet tambah darah, amlodipine, antasida, betahistine, cefadroxil, cetirizine, dexamethasone, omeprazole, salbutamol, paracetamol infus, hingga Ventolin Nebules.

Untuk menunjang pelayanan kesehatan di lapangan, bantuan juga mencakup kasa steril, povidone iodine, hand sanitizer, gentamicin, ibuprofen, Caviplex, Leukoplast, Rivanol, verban, dan masker medis.

Sedangkan untuk kebutuhan pangan, bantuan yang disalurkan meliputi bubur instan dan berbagai jenis mi instan dalam kemasan cup.

Pemprov NTT menyatakan seluruh bantuan yang masuk akan dikelola melalui posko tanggap darurat. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan tingkat kebutuhan masing-masing wilayah terdampak.

Dukungan terhadap warga terdampak gempa Flores juga datang dari pemerintah provinsi di berbagai daerah melalui Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI).

Melalui gerakan APPSI Peduli, bantuan kemanusiaan disalurkan ke NTT dan diterima di Posko Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi BPBD Provinsi NTT pada Selasa, 18 Agustus 2026.

Direktur Eksekutif APPSI, Hj. Ismiati, menyerahkan bantuan tersebut kepada Plh. Sekretaris Daerah Provinsi NTT Yohanes Oktovianus. Sejumlah pimpinan perangkat daerah Provinsi NTT turut hadir dalam penyerahan bantuan.

Ismiati mengatakan bantuan itu merupakan bentuk solidaritas seluruh pemerintah provinsi yang tergabung dalam APPSI kepada masyarakat NTT yang sedang menghadapi bencana.

Bantuan senilai sekitar Rp150 juta tersebut terdiri atas makanan siap saji, mi instan, roti, bantal, selimut, sarung, tikar, air mineral, dan sejumlah kebutuhan lainnya. Seluruh bantuan diangkut menggunakan dua truk.

Menurut Ismiati, nilai bantuan bukan satu-satunya ukuran kepedulian. Yang lebih penting, kata dia, bantuan tersebut merupakan bentuk solidaritas dan keprihatinan pemerintah provinsi di seluruh Indonesia terhadap warga NTT, khususnya masyarakat Flores yang terdampak gempa.

APPSI memilih menyalurkan bantuan melalui Pemerintah Provinsi NTT agar distribusinya dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing kabupaten.

Pemerintah provinsi dinilai memiliki informasi yang lebih lengkap mengenai wilayah yang paling membutuhkan bantuan serta jenis kebutuhan yang mendesak di lapangan.

Ismiati juga mengapresiasi respons cepat Pemprov NTT dalam menghadapi bencana serta koordinasi yang dilakukan bersama pemerintah kabupaten/kota, TNI-Polri, dan berbagai unsur lainnya.

Dengan bantuan yang terus bergerak menuju wilayah terdampak, Pemprov NTT memastikan penanganan gempa Flores tidak berhenti pada distribusi logistik. Pemerintah menyatakan koordinasi dan pemenuhan kebutuhan dasar warga akan terus dilakukan sepanjang masa tanggap darurat.


Editor: Ocep Purek 

TAGS

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.