Gubernur NTT Pastikan TPP ASN 4 Bulan Dibayar, 3 Bulan Cair Desember Jelang Nataru
![]() |
| Gubernur NTT memimpin Apel Kesadaran Bersama ASN Pemprov NTT di halaman Kantor Gubernur NTT, Senin (19/10/2026). Foto: Ocep Purek |
Kepastian tersebut disampaikan Melki saat memimpin Apel Kesadaran Bersama ASN Pemprov NTT di halaman Kantor Gubernur NTT, Senin (19/10/2026).
Melki mengatakan, skema pembayaran tersebut merupakan bagian dari komitmen bersama antara dirinya, Wakil Gubernur NTT, serta pimpinan dan anggota DPRD NTT.
“Pembayaran TPP pegawai Korpri se-NTT ini berlangsung selama empat bulan. Bulan September dibayar di bulan Oktober, sisanya bulan Oktober, November, Desember diberikan terakhir nanti di bulan Desember menjelang Natal dan Tahun Baru,” kata Melki di hadapan para ASN.
Ia kemudian meminta persetujuan para ASN atas rencana pembayaran tersebut.
“Jadi, yang bulan ini untuk September punya, yang tiga bulan sisanya kita kasih terakhir nanti di bulan Desember biar persiapan Natal dan Tahun Barunya lebih mantap,” ujarnya.
Rencana pembayaran TPP tersebut menjadi salah satu poin penting yang disampaikan Melki dalam apel bersama ASN Pemprov NTT.
Berdasarkan penjelasannya, TPP untuk September 2026 dijadwalkan dibayarkan pada Oktober, sedangkan TPP Oktober hingga Desember direncanakan dibayarkan pada Desember.
Dengan demikian, pembayaran TPP yang mencakup empat bulan tersebut akan berlangsung dalam dua tahap sesuai jadwal yang disampaikan gubernur.
Meski demikian, dalam arahannya Melki tidak merinci tanggal pasti pencairan maupun besaran anggaran yang disiapkan untuk pembayaran TPP tersebut.
Selain membahas pembayaran TPP, Melki menyampaikan apresiasi kepada seluruh ASN dan organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat dalam penyelenggaraan Pekan Special Olympics Nasional (Pesonas) di NTT.
Menurut dia, pelayanan yang diberikan kepada para delegasi mendapat apresiasi dari pengurus Special Olympics Indonesia (SOIna), baik di tingkat pusat maupun provinsi, serta peserta dari berbagai daerah.
Melki mengatakan, keberhasilan pelayanan selama Pesonas diharapkan menjadi pengalaman berharga bagi Pemprov NTT dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional.
Ia juga menyebut sejumlah agenda yang berpotensi berlangsung di NTT, termasuk pertemuan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) tingkat nasional dan persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Melki mengatakan, tim teknis dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat telah melakukan peninjauan terhadap kesiapan sejumlah venue dan berbagai kebutuhan penyelenggaraan PON 2028.
Menurut dia, hasil peninjauan tersebut memberikan kesan positif, meskipun masih terdapat sejumlah catatan yang perlu ditindaklanjuti.
Pemerintah Provinsi NTT, lanjut Melki, akan bekerja sama dengan pemerintah kabupaten dan kota, pengurus cabang olahraga, serta masyarakat untuk mempersiapkan penyelenggaraan PON.
Ia menyebut ada lima target yang ingin dicapai NTT, yakni masuk 10 besar dalam prestasi olahraga, sukses penyelenggaraan, sukses ekonomi, sukses administrasi, dan sukses pariwisata.
Melki berharap pengalaman menyelenggarakan Pesonas dapat menjadi bekal untuk mempersiapkan PON 2028 agar berlangsung dengan baik dan memberikan dampak positif bagi daerah.
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Melki juga menyinggung peluncuran NTT (Nature Transforms Tomorrow) Branding yang dilakukan Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma dalam ajang The 2nd Indonesia Tourism Marketing Week (ITMW) 2026 di Bali.
Peluncuran branding tersebut merupakan langkah strategis Pemprov NTT untuk memperkuat identitas pariwisata daerah, memperluas jangkauan promosi, serta meningkatkan daya saing NTT sebagai destinasi wisata unggulan di tingkat nasional maupun internasional.
Gubernur Melki berharap, kehadiran NTT Branding dapat mempermudah pemerintah daerah dalam memperkenalkan kekayaan alam, budaya, dan berbagai potensi unggulan daerah kepada masyarakat luas, termasuk pasar pariwisata dunia.
Menurut Melki, branding provinsi diharapkan dapat menyatukan berbagai potensi unggulan dari seluruh wilayah NTT, termasuk garam dan energi baru terbarukan.
Ia menilai identitas daerah yang kuat akan mempermudah promosi NTT kepada masyarakat luas, sekaligus memperkenalkan potensi ekonomi, pariwisata, dan sumber daya daerah.
Pada akhir arahannya, Melki kembali mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran ASN agar dapat menjalankan tugas pelayanan publik secara optimal.
Ia berharap seluruh ASN Pemprov NTT terus menjaga kedisiplinan, meningkatkan kualitas pelayanan, dan bekerja sama dalam menyukseskan berbagai agenda pembangunan daerah.
Editor: Ocep Purek
