News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Melki Laka Lena Sebut Sumber Daya Alam di NTT Bisa Memberikan Sumber Gizi Bagi Anak Stunting

Melki Laka Lena Sebut Sumber Daya Alam di NTT Bisa Memberikan Sumber Gizi Bagi Anak Stunting


Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena sedang memberikan materi percepatan penurunan Stunting kepada masyarakat. Foto: Ocep Purek
Kupang, NTTPRIDE - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan sumber daya alam yang ada di NTT bisa  menjadi sumber gizi bagi ibu hamil dan menyusui  serta  penanganan stunting dengan baik,


Hal ini disampaikannya dalam acara Kampanye Percepatan Penurunan Stunting Tingkat Kabupaten/Kota bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) di Aula Gereja Assumpta, Kota Kupang, pada 12 Desember 2023.


" Di NTT sumber daya alam untuk memberikan asupan gizi kepada ibu hamil dan menyusui sangat banyak seperti, daun kelor, telur, madu hutan, sorgum, ikan , daging, sumber daya alam ini yang digunakan untuk memberikan gizi tambahan untuk ibu hamil dan menyusui ," Ungkap Melki Laka Lena, yang juga Ketua Partai Golkar NTT.


Politisi Golkar yang akrab disapa Melki Laka Lena itu menjelaskan, stunting adalah sebuah tragedi kemanusiaan, untuk itu stunting menjadi alasan untuk kita sama-sama bergandengan tangan berperang melawan stunting dengan baik. Kebiasaan orang NTT melihat orang lain dalam masalah kesehatan selalu tidak peduli padahal urusan stunting adalah urusan sosial bersama.


" Jadi kalau kita tidak mengurus anak stunting dengan betul berarti kita sedang membuat anak -anak bertumbuh dengan menderita secara lahir dan batin. Untuk itu dalam percepatan penurunan stunting adalah pekerjaan bersama kita semua untuk mencegah stunting di 1000 hari pertama kehidupan. Dan kampanye percepatan penurunan stunting membutuhkan kerja sama semua pihak dan stunting ini masa keemasannya itu ada pada 1000 hari pertama kehidupan lewat dari masa itu anak akan mengalami gagal tumbuh yang membuat dia menjadi manusia yang hidup dengan penuh penderitaan," Jelas Melki Laka Lena.


Melki Laka Lena menegaskan bahwa menangani stunting bukan cuma urusan keluarga dan untuk melawan stunting adalah pekerjaan bersama dari semua pihak mulai dari keluarga, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, pemerintah dan lembaga legislatif. Tetapi lebih berperan dalam melawan stunting adalah keluarga untuk memperhatikan pola makan dalam rumah. 


" Kalau ada makan bergizi dalam rumah seperti telur, ikan, daging, sayur selalu prioritaskan ibu hamil dan menyusui.  Budayakan untuk minum ASI eksklusif dan bagi para suami tolong hindari puting susu ibu menyusui karena merupakan sumber makanan bergizi pertama bagi bayi. Kemudian untuk ibu hamil ataupun mau melahirkan agar selalu inisiasi menyusui dini, jadi anak lahir pertama kali dan letakkan diperut ibunya dan bayi secara otomatis menuju puting susu ibunya untuk mendapatkan ASI pertama, hal ini akan meningkatkan hubungan antara ibu dan anak dan ASI pertama mempunyai nilai gizi," Tegas Ketua Pemenang Prabowo -Gibran NTT.


Pelaksana Tugas (PLT) Kepala BKKBN NTT, Elsa Pongtuluran, melalu perwakilan BKKBN NTT menyampaikan bahwa sesuai dengan peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021, BKKBN ditugaskan untuk pelaksana percepatan penurunan stunting karena stunting saat ini menjadi salah satu hal yang sangat penting untuk diselesaikan karena NTT masuk dalam 12 Provinsi dengan angka stunting yang tertinggi.


" Pelaksanaan kampanye percepatan penurunan stunting BKKBN tidak bisa bekerja sendiri, BKKBN melibatkan berbagai lembaga untuk bersama melakukan kampanye percepatan penurunan stunting dan salah satunya adalah Komisi IX DPR RI. Karena BKKBN mendapatkan tugas  intervensi secara sensitif kegiatan sosialisasi pencegahan penurunan stunting, " Jelas Elsa.


Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (PPKB) Kota Kupang, Francisca JH. Ikasasi, menjelaskan untuk stunting di NTT masuk dalam 12 Provinsi stunting tertinggi dan menjadi perhatian nasional, angka stunting di NTT bulan Agustus 2023 mengalami penurunan menjadi 17,2% ini merupakan sebuah terobosan dan kerja sama dari semua pihak sesuai dengan amanat Presiden bahwa di tahun 2024 angka stunting harus turun menjadi 14%.


" Stunting adalah kondisi gagal tumbuh yang disebabkan karena kekurangan gizi kronis, dan kekurangan ini terjadi sejak bayi dalam kandungan dan masa awal kehidupan. Stunting terjadi bukan secara kebetulan dan cara mencegah juga tidak mudah harus melalui tahapan mulai dari 1000 hari pertama kehidupan, dan pernah dalam keluarga. Dan mencegah stunting juga melalui beberapa langkah mulai dari mencegah kehamilan terlalu dini, kehamilan terlalu telat, kehamilan terlalu berdesakan, dan kehamilan terlalu sering," Jelas Francisca.


Francisca menambahkan,  penyebab stunting adalah praktek pengasuhan yang tidak baik, terbatasnya layanan kesehatan, kurangnya akses makan bergizi, kurang akses air bersih dan sanitasi. Bayi dikatakan stunting setelah 2 tahun dan terjadi ketika bayi 0-59 bulan. Dampak stunting adalah keterbelakangan mental, rendahnya kemampuan belajar, dan risiko serangan penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, hingga obesitas.

Ocep Purek 


TAGS

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.