Gubernur Melki Tegaskan Program Seruni KMP Perkuat Kesehatan, Perlindungan Anak, dan Ekonomi Keluarga NTT
![]() |
| Sambutan Gubernur NTT Melki Laka Lena dalam acara Peringatan Hari Ibu dan Hari Ulang Tahun ke-67 Provinsi NTT. Foto: Ocep Purek |
Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Melki saat menghadiri rangkaian kegiatan Peringatan Hari Ibu dan Hari Ulang Tahun ke-67 Provinsi NTT dengan tema “Perempuan Hebat, Pahlawan Keluarga” di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Selasa (9/12/2025).
Para Ibu Seruni Kabinet Merah Putih, yakni Ibu Ida Pratikno, Ibu Ayu Heni Rosan, Ibu Shinta Maruarar Sirait, Ibu Tina Astari Maman, Ibu Wiwik Mukhtarudin, Ibu Dily Nusron Wahid, Ibu Danti Budi Santoso, Ibu Fatma Saifullah Yusuf, Ibu Sita Ferry Juliantono, Ibu Evi Agus Subiyanto, Ibu Ernawati Trenggono, dan Ibu Nurlaili Rajajuli.
Turut hadir Ketua DPRD Provinsi NTT, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTT, Wakil Ketua dan Anggota DPRD Provinsi NTT, Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Pemerintah Provinsi NTT, serta Ketua TP PKK Provinsi NTT bersama seluruh organisasi perempuan tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Menurut Gubernur Melki, program yang dijalankan Seruni KMP selaras dengan prioritas pembangunan NTT, terutama dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
“Kami menyaksikan langsung bahwa setiap kunjungan Seruni selalu disertai kerja nyata. Di NTT, manfaatnya langsung dirasakan masyarakat, khususnya perempuan, anak, dan keluarga,” ujar Melki Laka Lena.
Ia menekankan, program imunisasi, tes IVA, donor darah, dan pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan dalam kegiatan tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk membangun generasi NTT yang sehat dan terhindar dari penyakit yang dapat dicegah.
“Penguatan kesehatan ibu dan anak adalah fondasi membangun NTT ke depan. Ini bukan kegiatan simbolik, tetapi menyentuh kebutuhan dasar masyarakat,” tegasnya.
Gubernur Melki menilai tema kegiatan sangat relevan dengan kondisi sosial NTT, di mana perempuan berperan strategis dalam menjaga ketahanan keluarga sekaligus menggerakkan ekonomi rumah tangga.
“Laki-laki sering disebut pahlawan keluarga, tetapi perempuan adalah pahlawan sesungguhnya yang menjaga, merawat, dan menghidupkan keluarga. Peran ini harus diperkuat melalui kebijakan dan program konkret,” kata Melki.
Ia menyampaikan apresiasi atas berbagai program pemberdayaan yang dibawa Seruni KMP, termasuk dukungan terhadap UMKM, PKK, dan pengrajin lokal. Menurutnya, hal tersebut sejalan dengan upaya pemerintah provinsi dalam menggerakkan ekonomi berbasis potensi lokal.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki juga mengungkapkan tantangan ekonomi struktural yang masih dihadapi NTT, salah satunya defisit perdagangan daerah yang mencapai Rp51 triliun.
“Defisit perdagangan ini harus dijawab dengan memperkuat produksi lokal. Karena itu, kami mengkolaborasikan program pusat seperti makan bergizi gratis, sekolah rakyat, dan program UMKM dengan gerakan OVOP, OCOP, dan OSOP di NTT,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa dukungan kementerian, lembaga, dan BUMN sangat dibutuhkan agar perputaran ekonomi bisa dinikmati masyarakat lokal serta meningkatkan pendapatan daerah.
Gubernur Melki menyebut sejumlah program yang langsung dijalankan dalam kunjungan Seruni KMP, di antaranya distribusi 1.500 kacamata, bantuan sembako, paket kebutuhan harian bagi lansia, serta pelayanan kesehatan gratis.
Selain itu, Pemprov NTT bersama Seruni KMP dan PLN juga melaksanakan penyambungan listrik bagi 3.624 rumah tangga, yang dinilai akan berdampak langsung pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Dengan listrik, anak-anak bisa belajar lebih baik dan ibu-ibu bisa mengembangkan usaha rumahan. Ini bentuk keadilan pembangunan,” ujarnya.
Gubernur Melki menegaskan komitmen Pemprov NTT untuk memperkuat pelaksanaan program nasional di daerah, termasuk makan bergizi gratis, sekolah rakyat, serta pemeriksaan kesehatan gratis (CKG) yang digagas pemerintah pusat.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi dengan PKK dan organisasi perempuan dalam mendukung pelayanan sosial dan pembangunan keluarga.
“Kehadiran Seruni KMP memperkuat kerja pemerintah daerah, PKK, dan seluruh elemen masyarakat. Ini kolaborasi yang harus terus dijaga,” katanya.
Menutup sambutannya, Gubernur Melki berharap kehadiran Seruni KMP dapat membawa perhatian lebih besar dari pemerintah pusat terhadap NTT, khususnya dalam percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap para ibu yang hari ini hadir dapat menyampaikan langsung kondisi NTT kepada pemerintah pusat, sehingga daerah ini mendapatkan perhatian yang layak,” ujar Melki Laka Lena.
Perwakilan Bidang VI Seruni KMP, Tina Maman Abdurrahman, menyampaikan bahwa kegiatan di NTT berlangsung selama dua hari dan melibatkan lintas kementerian, BUMN, serta pemerintah daerah.
Pada hari pertama, Seruni KMP melaksanakan imunisasi serentak, donor darah, tes IVA, pemeriksaan kesehatan dan mata gratis, serta penyerahan 1.500 kacamata untuk masyarakat. Selain itu, bantuan sembako dari Kementerian Sosial dan paket kebutuhan harian bagi lansia juga disalurkan.
“Ini adalah bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah pusat, daerah, BUMN, dan masyarakat untuk memperkuat kesejahteraan dan kemandirian ekonomi NTT,” ujar Tina.
Kegiatan juga mencakup penanaman dan distribusi pohon cendana dan asam, bantuan satu ton pupuk, serta peluncuran Gerai PKK Freshmart sebagai pusat pemasaran produk hortikultura lokal yang dikelola PKK Provinsi NTT.
Pada hari yang sama, Seruni KMP bersama PLN melakukan penyambungan listrik bagi 3.624 rumah tangga di Kabupaten Nagekeo, disertai bantuan token listrik dan rencana pengembangan akses air bersih.
“Dengan listrik, peluang usaha rumahan terbuka dan anak-anak bisa belajar lebih baik. Dampaknya langsung ke kesejahteraan keluarga,” kata Tina.
Pada hari kedua, Rabu (10/12/2025), Seruni KMP menggelar pelatihan bagi pengusaha UMKM di kantor PLN. Pelatihan dibagi dalam dua kelas, yakni digitalisasi usaha melalui platform e-commerce serta sertifikasi dan penguatan kelembagaan koperasi.
Pelaku UMKM juga mendapat pendampingan langsung dari platform perdagangan daring dan peresmian Hub UMKM PLN. Selain itu, Seruni KMP dijadwalkan mengunjungi Dekranasda Provinsi NTT untuk mendukung pengrajin lokal melalui pelatihan barista dan keterampilan payet berbasis wastra NTT.
Sementara itu, Penasihat Seruni KMP, Ida Pratikno, menegaskan bahwa peringatan Hari Ibu harus menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan, khususnya di daerah dengan tantangan ekonomi seperti NTT.
“Perempuan adalah pilar pengentasan kemiskinan. Ketika perempuan diberi akses dan kesempatan, keluarga menjadi lebih sejahtera dan masyarakat semakin kuat,” tegas Ida.
Ia juga mendorong perempuan NTT untuk berani mengambil peran sosial, ekonomi, dan kreatif, termasuk melalui pengembangan UMKM berbasis budaya seperti tenun, yang kini menjadi sumber ekonomi keluarga sekaligus pelestarian identitas daerah.
Rangkaian kegiatan secara resmi dibuka dengan pemukulan gong oleh Penasihat Seruni KMP Ida Pratikno bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Ketua Dekranasda Provinsi NTT Ayu Rosan, dan Tina Maman Abdurrahman.
Acara dilanjutkan dengan penyerahan simbolis bantuan kacamata, sembako, paket lansia, serta hadiah lomba mewarnai dalam rangka HUT ke-67 Provinsi NTT.
Editor: Ocep Purek
