News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Jalan Putus Diterjang Banjir-Longsor, Rafael Ratu Desak Pemkab Lembata Perbaiki Jeti Lamatokan

Jalan Putus Diterjang Banjir-Longsor, Rafael Ratu Desak Pemkab Lembata Perbaiki Jeti Lamatokan

Tokoh muda Ile Ape Timur, Rafael Ratu

Ile Ape Timur, NTTPRIDE.com - Akses transportasi warga Kecamatan Ile Ape Timur, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, terputus akibat banjir dan tanah longsor yang terjadi setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam beberapa hari terakhir. 

Kondisi ini membuat mobilitas warga, khususnya masyarakat Desa Lamatokan dan sekitarnya, lumpuh karena hanya terdapat satu jalur darat menuju Kota Lewoleba yang kini tidak dapat dilalui.

Tokoh muda Ile Ape Timur, Rafael Ratu, meminta Pemerintah Kabupaten Lembata segera mengambil langkah cepat dan tepat untuk menangani kondisi darurat tersebut, terutama dengan memperbaiki jeti tambat labuh di Desa Lamatokan yang dinilai sangat strategis sebagai jalur alternatif evakuasi warga.

Lewat jalur darat, jalan terputus akibat banjir dan tanah longsor. Sementara lewat laut sebenarnya memungkinkan, tetapi saat ini jeti tempat tambat labuh perahu warga juga rusak. Ini yang membuat masyarakat benar-benar kesulitan,” ujar Rafael Ratu kepada media, Senin (22/12/2025).

Rafael yang juga merupakan pengurus DPD PDI Perjuangan Kabupaten Lembata menegaskan bahwa kerusakan infrastruktur tersebut membuat warga terisolasi, terutama saat membutuhkan akses ke ibu kota kabupaten untuk keperluan kesehatan, ekonomi, maupun kebutuhan mendesak lainnya.

Ia menyebutkan, sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan organisasi kemasyarakatan telah menyuarakan perlunya penanganan cepat terhadap situasi darurat yang berulang terjadi di wilayah tersebut.

Situasi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Masyarakat butuh bantuan segera dan juga solusi mitigasi jangka panjang agar kejadian serupa tidak terus berulang setiap musim hujan,” tegasnya.

Meski berdomisili di Lewoleba, Rafael mengaku prihatin melihat kondisi masyarakat Ile Ape Timur yang setiap musim penghujan selalu menghadapi ancaman banjir dan longsor.

Banjir dan tanah longsor terus berulang di Kecamatan Ile Ape Timur setiap musim hujan. Ini sangat meresahkan masyarakat dan membutuhkan perhatian serius pemerintah,” katanya.

Ia juga mendorong Bupati Lembata untuk mengoptimalkan pos komando penanganan bencana, khususnya di lokasi rawan longsor seperti Desa Jontona, guna memastikan respons cepat, terkoordinasi, dan tepat sasaran.

Respons cepat sangat penting agar kebutuhan dasar masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas, bisa terpenuhi,” ujar Rafael.

Rafael mengingatkan bahwa jeti di Desa Lamatokan memiliki peran vital saat terjadi bencana. Ia berkaca pada peristiwa banjir bandang sebelumnya, ketika jalur darat terputus total dan jalur laut menjadi satu-satunya alternatif penyelamatan warga.

Pada kejadian banjir bandang sebelumnya, banyak warga bisa diselamatkan melalui jalur laut menggunakan jeti ini. Karena itu kami meminta pemerintah segera melakukan perbaikan agar jeti tersebut bisa difungsikan kembali,” pungkasnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Beda, salah satu warga Lewoleba, yang mengaku sempat mengalami kesulitan saat hendak melintasi jalur menuju Ile Ape Timur.

Pemerintah sebaiknya memikirkan solusi serius untuk warga di sana. Mereka sangat kesulitan jika ingin ke ibu kota kabupaten karena akses jalan terputus,” kata Beda.

Hingga berita ini diturunkan, warga berharap adanya langkah cepat dari Pemerintah Kabupaten Lembata untuk memulihkan akses transportasi dan memastikan keselamatan masyarakat di wilayah terdampak banjir dan tanah longsor.


Editor: Ocep Purek 

TAGS

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.