News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Gubernur Melki Siapkan Penerbangan Internasional El Tari ke Timor Leste–Darwin–Malaysia Februari 2026

Gubernur Melki Siapkan Penerbangan Internasional El Tari ke Timor Leste–Darwin–Malaysia Februari 2026

Gubernur NTT bersama seluruh peserta melakukan site visit ke Terminal Internasional Bandara El Tari Kupang untuk meninjau langsung kesiapan fasilitas, alur pergerakan penumpang, serta titik-titik layanan instansi. Foto: Ocep Purek 
Kupang,NTTPride.com – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai mematangkan persiapan reaktivasi status internasional Bandar Udara El Tari Kupang melalui rapat pemeriksaan kesiapan fasilitas dan simulasi operasional yang dipimpin langsung Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Senin (19/1/2026), di Ruang Rapat Bolelebo Bandara El Tari Kupang.

Rapat tersebut melibatkan seluruh instansi negara yang memiliki kewenangan pelayanan penerbangan internasional, antara lain TNI AU Lanud El Tari, Kementerian Perhubungan, Imigrasi, Bea dan Cukai, Balai Kekarantinaan Kesehatan, Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan, Perum LPPNPI (AirNav), PT Angkasa Pura Indonesia/InJourney Airports, maskapai penerbangan, operator kargo, serta pelaku usaha pendukung kebandarudaraan.

Turut hadir Kepala Dinas Operasi Lanud El Tari Kolonel Pas Sulistyo Utomo, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi NTT Mahadin Sibarani, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I TPI Kupang, Kepala Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas I Kupang Umar Fahmi, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Kupang Marbud Dumron, Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan NTT Yulia, General Manager Perum LPPNPI Cabang Kupang Krisdian N.H., serta General Manager InJourney Airports Bandara El Tari Kupang Teguh Darmawan.

Dalam arahannya, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa reaktivasi Bandara El Tari sebagai bandara internasional merupakan agenda strategis pemerintah daerah yang harus dilaksanakan secara terpadu dan lintas sektor. 

Ia meminta seluruh pihak menjalankan tugas sesuai kewenangan masing-masing dan bergerak serempak menuju target pembukaan penerbangan internasional pada Februari 2026.

Gubernur menekankan pentingnya percepatan penyelesaian fasilitas minimal agar operasional internasional dapat segera berjalan, sembari kelengkapan lainnya dipenuhi secara bertahap. Menurutnya, pendekatan “operasional minimal yang memenuhi regulasi” diperlukan agar momentum pembukaan tidak tertunda.

Yang penting sekarang ini kebutuhan minimal bisa jalan dulu sesuai aturan. Sambil berjalan, kekurangan bisa dilengkapi. Semua pihak harus bergerak bersama,” ujar Melki.

Ia juga meminta maskapai penerbangan dan operator kargo mulai mempersiapkan penerbangan internasional perdana agar setelah bandara dibuka tidak terjadi jeda operasional yang terlalu lama. Pemerintah Provinsi NTT, kata dia, siap memfasilitasi komunikasi dengan pemerintah pusat maupun pemangku kepentingan di luar negeri untuk mempercepat realisasi penerbangan.

Dalam rapat tersebut, General Manager InJourney Airports Bandara El Tari Kupang, Teguh Darmawan, memaparkan secara rinci tahapan teknis reaktivasi terminal internasional. Ia menjelaskan bahwa kondisi terminal internasional sebelumnya tidak beroperasi dalam waktu lama sehingga memerlukan pembongkaran dan perbaikan menyeluruh.

Tahap pertama difokuskan pada pekerjaan fisik berskala besar, termasuk pembongkaran instalasi lama, perbaikan pipa air dan sanitasi, sistem pendingin udara, serta fasilitas toilet yang mengalami kerusakan. Teguh menjelaskan bahwa kandungan kapur pada air di Kupang menyebabkan penyumbatan pipa sehingga harus diganti untuk menjamin kenyamanan penumpang.

Tahap kedua adalah general cleaning untuk memastikan area terminal bersih dari debu dan material konstruksi sebelum dilakukan pemasangan peralatan elektronik dan sistem keamanan. Setelah itu, tahap ketiga dilakukan instalasi peralatan keimigrasian, keamanan, kesehatan, dan fasilitas pendukung lainnya.

Kami menargetkan pekerjaan fisik utama yang bersifat kasar selesai dalam satu minggu ini. Setelah itu dilanjutkan pembersihan menyeluruh, baru kemudian instalasi perangkat elektronik agar tidak terganggu debu dan material bangunan,” jelas Teguh.

Ia menambahkan bahwa sebagian besar kebutuhan fasilitas dapat dipenuhi melalui koordinasi internal PT Angkasa Pura Indonesia dan InJourney Airports, sementara beberapa kebutuhan spesifik, seperti penempatan thermal scanner untuk pemeriksaan kesehatan penumpang, masih memerlukan dukungan lintas instansi.

Dalam kesempatan tersebut, Teguh juga memaparkan alur lengkap keberangkatan dan kedatangan penumpang internasional. Untuk keberangkatan, penumpang akan melalui proses check-in, pemeriksaan keamanan khusus internasional, pemeriksaan cairan dan bagasi kabin, pemeriksaan imigrasi, hingga boarding melalui gate internasional G7 dan G8.

Sementara untuk kedatangan, alur penumpang mencakup penggunaan garbarata atau akses non-garbarata, pemeriksaan thermal scanner oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan, pemeriksaan imigrasi, pengambilan bagasi, serta pemeriksaan Bea dan Cukai melalui jalur merah dan hijau sebelum keluar terminal.

Usai rapat, Gubernur NTT bersama seluruh peserta melakukan site visit ke Terminal Internasional Bandara El Tari Kupang untuk meninjau langsung kesiapan fasilitas, alur pergerakan penumpang, serta titik-titik layanan instansi. Hasil peninjauan tersebut kemudian dibahas kembali untuk mengidentifikasi fasilitas yang masih perlu disempurnakan.

Dalam pembahasan lanjutan, Gubernur Melki Laka Lena mengapresiasi progres pekerjaan yang dinilai signifikan dan meminta seluruh pihak mulai melakukan hitung mundur menuju pembukaan pada Februari 2026. Ia juga mengungkapkan rencana pembukaan rute internasional prioritas, yakni Timor Leste, Darwin (Australia), dan Malaysia, yang dinilai memiliki pasar potensial dan kebutuhan mobilitas tinggi, termasuk untuk pekerja migran asal NTT.

Menurut Melki, pembukaan rute internasional tersebut akan mendukung penataan jalur resmi pekerja migran, meningkatkan pengawasan pemerintah, serta mendorong perputaran ekonomi daerah. Ia juga menyebut reaktivasi Bandara El Tari sebagai bagian dari strategi besar menjadikan Kupang sebagai simpul transportasi udara dan laut di kawasan timur Indonesia.

Sementara itu, Kepala Dinas Operasi Lanud El Tari Kolonel Pas Sulistyo Utomo menyatakan bahwa peningkatan status bandara dari domestik menjadi internasional merupakan kebanggaan sekaligus tantangan. Ia menekankan bahwa mempertahankan status internasional membutuhkan konsistensi standar pelayanan dan sinergi berkelanjutan antar instansi.

Peningkatan status ini adalah kebahagiaan bersama, tetapi tantangannya adalah bagaimana kita menjaga dan mempertahankannya. Itu hanya bisa dilakukan dengan kerja sama semua pihak,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTT menargetkan seluruh kesiapan teknis dan administratif dapat dirampungkan hingga akhir Januari 2026. Reaktivasi Bandara Internasional El Tari Kupang diharapkan menjadi pintu masuk strategis bagi penerbangan internasional, penguatan layanan pekerja migran, serta akselerasi pertumbuhan ekonomi dan konektivitas Nusa Tenggara Timur.


Editor: Ocep Purek 

TAGS

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.