Buka Musorprov KONI NTT 2026, Gubernur MLL Tegaskan Komitmen Sukseskan PON XXII 2028
![]() |
| Gubernur NTT Melki Laka Lena membuka kegiatan Musorprov KONI Provinsi NTT Tahun 2026. Foto: Idin |
Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Melki saat menghadiri sekaligus membuka Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Provinsi NTT Tahun 2026 yang digelar di Hotel Harper, Minggu (8/2/2026).
“Penetapan NTT dan NTB sebagai tuan rumah PON XXII Tahun 2028 adalah kehormatan besar sekaligus tanggung jawab bersama. Karena itu, saya meminta dukungan penuh seluruh pemangku kepentingan, mulai dari DPRD, KONI, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, hingga masyarakat,” kata Melki dalam sambutannya.
Ia menegaskan, penyelenggaraan PON XXII harus diarahkan pada Panca Sukses, yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses administrasi, sukses ekonomi, dan sukses pariwisata. Menurutnya, event olahraga nasional ini harus memberikan dampak nyata bagi pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam konteks persiapan, Melki mengungkapkan Pemerintah Provinsi NTT telah merencanakan alokasi anggaran sekitar Rp250 miliar dari APBD Provinsi untuk mendukung kesiapan penyelenggaraan, khususnya pada pembenahan dan peningkatan venue cabang olahraga di tingkat kabupaten/kota. Ia juga mendorong pemerintah kabupaten/kota menyiapkan anggaran pendukung secara maksimal.
“Kita sepakat tidak membangun venue baru yang membebani biaya pemeliharaan ke depan. Prinsipnya adalah renovasi dan optimalisasi fasilitas yang sudah ada, baik di NTT maupun di NTB,” ujarnya.
Melki menjelaskan, cabang-cabang olahraga PON XXII akan tersebar di sejumlah wilayah di NTT, termasuk Pulau Timor, Flores, dan Sumba, sehingga dampak ekonomi dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di daerah penyelenggara. Ia menekankan pentingnya pelibatan UMKM, sektor jasa, transportasi, dan pariwisata agar perputaran ekonomi berjalan maksimal selama PON berlangsung.
“Kita ingin ekonomi bergerak di setiap kabupaten tempat pertandingan digelar. UMKM harus disiapkan, pelayanan harus dibenahi, dan masyarakat harus terlibat aktif,” tegasnya.
Selain infrastruktur dan ekonomi, Gubernur Melki juga menyoroti kesiapan layanan pendukung seperti akomodasi, transportasi, tenaga medis, rumah sakit, keamanan, dan kenyamanan bagi atlet serta tamu. Ia secara khusus menekankan pentingnya sikap ramah masyarakat sebagai tuan rumah.
“NTT ini baik, tapi kita harus belajar lebih ramah dan murah senyum. Catatan dari para tamu di Labuan Bajo menyebutkan hal ini masih perlu kita perbaiki. Melayani dengan senyum, ramah, dan sopan harus menjadi budaya kita,” katanya.
Dari sisi prestasi, Melki menargetkan peningkatan signifikan capaian kontingen NTT. Pada PON XXI Tahun 2024 di Aceh dan Sumatera Utara, NTT berada di peringkat ke-19 dengan raihan 36 medali, terdiri dari 7 emas, 13 perak, dan 16 perunggu.
“Target kita di PON XXII Tahun 2028 adalah menembus 10 besar nasional. Karena itu, pembinaan atlet harus dilakukan secara terencana, sistematis, terpadu, berjenjang, dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pembinaan olahraga prestasi sejalan dengan misi Pemerintah Provinsi NTT dalam membangun sumber daya manusia yang sehat dan cerdas. Menurutnya, pelatih, wasit, atlet, dan pengurus olahraga harus menjadi motor penggerak gaya hidup sehat di tengah masyarakat.
Gubernur juga mengaitkan penyelenggaraan PON XXII dengan berbagai program pembangunan daerah dalam bingkai NTT Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera, dan Berkelanjutan, termasuk program Quick Win seperti optimalisasi Posyandu untuk pencegahan stunting, Gerakan Beli NTT, Program Satu Desa Satu Produk (OVOP), pendampingan siswa menuju perguruan tinggi dan sekolah kedinasan, peningkatan PAD melalui optimalisasi aset daerah, serta penguatan tata kelola birokrasi.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman menegaskan bahwa PON XXII Tahun 2028 tetap dilaksanakan di NTT dan NTB, meskipun beberapa cabang olahraga tertentu akan dipertandingkan di Jakarta karena keterbatasan venue dan nilai kompetisi.
“Presiden telah menyetujui bahwa PON XXII Tahun 2028 tetap dilaksanakan di NTT dan NTB. Ini keputusan final. Jakarta hanya menjadi lokasi pendukung untuk cabang olahraga tertentu yang tidak memungkinkan dipertandingkan di sini,” tegas Marciano.
Ia menjelaskan, PON XXII akan lebih difokuskan pada cabang-cabang olahraga Olimpiade guna meningkatkan kualitas dan prestasi olahraga nasional di ajang internasional. Namun demikian, NTT dan NTB tetap diberi ruang mengusulkan cabang olahraga unggulan daerah.
Marciano juga meminta agar Musorprov KONI NTT dilaksanakan secara tertib dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Sebagai calon tuan rumah PON, Musorprov harus menjadi contoh bagi KONI-KONI di seluruh Indonesia,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum KONI NTT Josef A. Nae Soi, MM, menyampaikan apresiasi kepada KONI Pusat dan Pemerintah Provinsi NTT atas dukungan penuh terhadap perjuangan NTT menjadi tuan rumah PON XXII Tahun 2028. Ia menegaskan pentingnya persatuan, keharmonisan, dan satu komando dalam pembinaan olahraga di NTT.
“Prestasi hanya bisa diraih dengan kebersamaan, keselarasan, dan kerja sama. Mari kita sukseskan PON XXII Tahun 2028 demi kejayaan NTT,” kata Josef.
Acara tersebut secara resmi dibuka oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena dengan harapan Musorprov dapat melahirkan program kerja dan kepengurusan KONI NTT yang solid dalam menyongsong PON XXII Tahun 2028.
Musorprov KONI NTT Tahun 2026 dihadiri Ketua DPRD NTT Emi Nomleni, unsur Forkopimda NTT, Plt. Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi NTT, para pimpinan perangkat daerah, pengurus KONI Provinsi NTT Masa Bakti 2021-2026, pengurus KONI kabupaten/kota se-NTT, serta pengurus cabang olahraga provinsi.
Editor: Ocep Purek
