News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Gubernur Melki Dorong IKMR Ambil Peran Lindungi Anak dan Perkuat Ekonomi Rakyat

Gubernur Melki Dorong IKMR Ambil Peran Lindungi Anak dan Perkuat Ekonomi Rakyat

Gubernur NTT Melki Laka Lena menghadiri Syukuran Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Ikatan Keluarga Manggarai Raya Kupang (IKMR). Foto: Ocep Purek 
Kupang, NTTPride.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital saat ini telah menjadi tantangan serius bagi ketahanan keluarga, sosial, dan generasi muda di NTT. 

Ia mengungkapkan adanya kasus anak-anak NTT yang terpapar paham ekstremisme melalui gawai, sehingga keluarga dan komunitas harus memperkuat peran perlindungan sosial.

Penegasan tersebut disampaikan Gubernur Melki saat menghadiri Syukuran Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 Ikatan Keluarga Manggarai Raya Kupang (IKMR) di Hotel Cahaya Bapa Kupang, Sabtu (31/1/2026).

“Tantangan terbesar hari ini ada di handphone kita. Melalui teknologi ini, anak-anak bisa direkrut ke dalam kelompok ekstrem. Data terakhir, ada empat anak NTT yang terpapar paham terorisme, lintas agama, dan ini terjadi tanpa disadari orang tua,” kata Melki.

Menurut Gubernur, dunia saat ini “tidak sedang baik-baik saja” sehingga diperlukan kewaspadaan bersama. Ia menekankan bahwa keluarga merupakan benteng terakhir dalam menjaga anak-anak, selain sekolah dan komunitas sosial.

Kalau keluarga rapuh, maka kita akan terlambat menyadari ketika anak-anak sudah masuk ke dalam pengaruh yang berbahaya,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga dikukuhkan sebagai Penasihat Kehormatan Ikatan Keluarga Manggarai Raya Kupang. Ia menyatakan bahwa meskipun Manggarai Raya telah terbagi secara administratif menjadi tiga kabupaten, ikatan budaya dan sosial tetap tidak terpisahkan.

 “Manggarai Raya adalah satu hikayat keluarga besar. Walaupun sudah terpisah secara wilayah administrasi, ikatan persaudaraan tetap satu,” tegasnya.

Melki menyampaikan ucapan selamat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 kepada seluruh keluarga besar Manggarai Raya di Kota Kupang. Ia menekankan bahwa perayaan Natal tidak sekadar ritual keagamaan, tetapi momentum memperbarui hati, memperkuat solidaritas, dan menghidupkan kembali nilai-nilai budaya luhur.

Ia menyebut budaya duduk bersama, bermusyawarah, dan menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan sebagai kekuatan utama masyarakat Manggarai.

Orang Manggarai dikenal berani bekerja keras dan punya solidaritas tinggi. Nilai ini harus terus hidup di mana pun kita berada,” katanya.

Selain isu sosial dan budaya, Gubernur menyoroti persoalan kemiskinan ekstrem dan pendidikan yang masih menjadi tantangan di Manggarai Raya dan NTT secara umum. Ia mengakui Manggarai sejak lama dikenal memiliki kualitas pendidikan yang baik, namun tantangan global dan perkembangan teknologi menuntut adaptasi yang lebih cepat.

Dalam konteks pembangunan, Melki menilai demokrasi politik di Indonesia berkembang lebih cepat dibanding demokrasi ekonomi. Akibatnya, terjadi pemusatan kekayaan dan akses ekonomi pada kelompok tertentu.

Demokrasi politik kita jalan cepat, tapi demokrasi ekonomi tidak mengimbangi. Produksi dan distribusi ekonomi belum merata. Ini yang terus kami dorong agar ekonomi rakyat tumbuh,” tegasnya.

Untuk menjawab persoalan tersebut, Pemerintah Provinsi NTT mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui berbagai program, antara lain One Village One Product, One Community One Product, serta pengembangan produk berbasis sekolah dan komunitas.

Melki menilai Ikatan Keluarga Manggarai Raya memiliki kapasitas sumber daya manusia yang kuat untuk berkontribusi dalam pengembangan produk unggulan daerah.

 “IKMR ini luar biasa kapasitas SDM-nya. Banyak potensi yang bisa dikembangkan, baik dari sumber daya alam maupun sumber daya manusia,” ujarnya.

Ia mencontohkan komoditas kopi Manggarai yang memiliki nilai tambah tinggi jika dikelola dengan baik.

 “Kalau kopi dijual mentah harganya sekitar Rp100 ribu, tapi kalau dikemas dengan baik bisa mencapai Rp800 ribu di Jakarta, bahkan menembus pasar luar negeri. Ini peluang ekonomi yang harus kita kelola bersama,” jelasnya.

Gubernur juga menegaskan bahwa ekosistem UMKM di NTT saat ini sudah semakin siap, mulai dari akses permodalan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah hingga Rp500 juta, pendampingan teknis, literasi keuangan, dan dukungan akses pasar melalui platform distribusi yang disiapkan pemerintah.

Ia mengajak komunitas Manggarai Raya untuk aktif masuk dalam rantai produksi dan distribusi agar tidak hanya menjadi penonton di daerah sendiri.

Kalau kita tidak masuk, maka orang lain yang akan menguasai pasar. Kita punya potensi, kita punya produk, tinggal kita kelola dengan serius,” katanya.

Menutup sambutannya, Melki menyatakan kesiapannya menjalankan peran sebagai Penasihat Kehormatan IKMR Kupang dan berharap organisasi tersebut terus menjadi perekat sosial serta kekuatan pembangunan.

IKMR harus menjadi matahari bagi masyarakat Manggarai dan menjadi bulan serta bintang bagi masyarakat NTT,” pungkasnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPR RI Umbu Rudi Kabunang, Anggota DPRD Provinsi NTT Marselinus Ganggus, Sekda Kota Kupang Jeffry E. Pelt, Ketua IKMR Kupang Anton Ali, Ketua Dewan Pengarah Frans Forane Sarong, para tokoh adat, rohaniwan, serta keluarga besar Manggarai Raya di Kota Kupang.


Editor: Ocep Purek 


TAGS

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.