News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Golkar NTT Tancap Gas Konsolidasi, Musda Kabupaten/Kota Ditarget Rampung April 2026

Golkar NTT Tancap Gas Konsolidasi, Musda Kabupaten/Kota Ditarget Rampung April 2026

Pengurus DPD partai Golkar Provinsi NTT. Foto: Ibo
Kupang,NTTPride.com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar resmi mengesahkan komposisi dan personalia Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi NTT masa bakti 2025-2030 hasil Musyawarah Daerah (Musda) XI Tahun 2025.

Pengesahan tersebut disampaikan dalam agenda penyerahan Surat Keputusan (SK) DPP Partai Golkar sekaligus rapat perdana pengurus DPD Golkar NTT serta pembahasan persiapan konsolidasi organisasi di tingkat kabupaten/kota, Kamis (5/3/2026).

Dalam arahannya, Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu Wilayah Indonesia Timur DPP Partai Golkar, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa konsolidasi organisasi harus segera dilakukan dengan pendekatan musyawarah mufakat sebagaimana semangat Musda.

Ia menekankan bahwa pemilihan ketua di tingkat daerah tidak boleh dilakukan melalui voting, melainkan harus melalui proses musyawarah hingga mencapai kesepakatan bersama.

Namanya musyawarah daerah, bukan pemilihan ketua. Jadi harus diupayakan musyawarah untuk mencapai mufakat. Kalau belum mufakat, dibicarakan lagi sampai menghasilkan satu nama,” tegasnya.

Melki mengatakan, Musda tingkat kabupaten/kota harus segera diselesaikan agar struktur organisasi hingga ke tingkat bawah dapat segera terbentuk.

Ia menargetkan seluruh Musda DPD II di NTT dapat diselesaikan paling lambat pada April 2026. Setelah itu, konsolidasi organisasi dilanjutkan hingga ke tingkat kecamatan dan desa/kelurahan.

Target kita April sudah selesai semua Musda tingkat dua. Setelah itu dilanjutkan pembentukan struktur kecamatan hingga desa/kelurahan sehingga paling lambat Agustus konsolidasi organisasi Golkar di NTT sudah selesai sampai ke tingkat bawah,” jelasnya.

Selain konsolidasi politik, Melki juga menekankan pentingnya penguatan sayap ekonomi Partai Golkar. Menurutnya, Golkar harus menjadi contoh partai yang tidak hanya bergerak di bidang politik tetapi juga mampu menggerakkan ekonomi kader dan masyarakat.

Ia menyebut berbagai potensi ekonomi di NTT dapat dikembangkan melalui jaringan kader Golkar, termasuk sektor UMKM, ekonomi digital, hingga penguatan usaha berbasis komunitas.

Ke depan pengurus Golkar tidak hanya mengurus politik, tetapi juga harus mampu menggerakkan ekonomi. Kita ingin sayap ekonomi partai benar-benar hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Melki juga menyinggung pentingnya kaderisasi yang terstruktur untuk mempersiapkan kader menghadapi agenda politik ke depan, termasuk Pemilu Legislatif 2029 dan Pilkada 2030.

Menurutnya, Golkar harus mulai menyiapkan kader calon legislatif sejak dini melalui sistem kaderisasi dan peningkatan kapasitas.

Kita harus mulai menyiapkan kader dari sekarang. Siapa yang akan maju sebagai caleg di kabupaten/kota, provinsi maupun DPR RI harus sudah dipetakan lebih awal,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Melki juga menargetkan Partai Golkar tetap mempertahankan minimal tiga kursi DPR RI dari NTT pada pemilu mendatang, bahkan diharapkan bisa meningkat.

Kita harus pertahankan minimal tiga kursi DPR RI. Kalau bisa bertambah tentu lebih baik,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua DPD I Partai Golkar NTT Fransiskus Xaverius Alain Niti Susanto mengatakan setelah keluarnya SK DPP, seluruh pengurus diminta segera bekerja untuk memperkuat organisasi.

Ia menyebut agenda utama dalam waktu dekat adalah pelaksanaan Musda DPD II di seluruh kabupaten/kota dengan target penyelesaian pada April 2026.

Kami akan segera menyusun jadwal dan membentuk tim untuk mempercepat pelaksanaan Musda di seluruh DPD II agar target bulan April bisa tercapai,” ujarnya.

Selain konsolidasi organisasi, Alain juga menegaskan rencana pengembangan sayap ekonomi partai, salah satunya dengan membangun NTT Mart di kantor DPD Golkar NTT sebagai pusat aktivitas ekonomi kader.

Di tingkat organisasi, DPD Golkar NTT juga akan membentuk sejumlah badan dan lembaga baru untuk memperkuat kerja partai, di antaranya Badan Penelitian dan Pengembangan, Badan Advokasi Hukum dan HAM, serta Badan Pemenangan Pemilu.

Selain itu akan dibentuk pula Lembaga Komunikasi dan Informasi serta Lembaga Pengembangan Kreativitas dan Inovasi Ekonomi.

Kami berharap seluruh pengurus dapat bekerja sama menjaga dan memperkuat Partai Golkar di NTT agar tetap menjadi partai yang kuat dan memberi kontribusi bagi masyarakat,” kata Alain.


Editor: Ocep Purek 

TAGS

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.