News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Gubernur Melki Apresiasi 91 Tahun Karya Sunyi Suster CIJ, Mengabdi untuk NTT | NTT Pride

Gubernur Melki Apresiasi 91 Tahun Karya Sunyi Suster CIJ, Mengabdi untuk NTT | NTT Pride

Gubernur NTT Melki Laka Lena mengunjungi Biara Susteran Congregatio Imitationis Jesu (CIJ) di Oepoi, Kota Kupang. Foto: Ocep Purek 
Kupang,NTTPride.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam melayani masyarakat tanpa dukungan lembaga keagamaan yang selama ini hadir hingga ke lapisan paling bawah.

Pernyataan itu disampaikan saat ia mengunjungi Biara Susteran Congregatio Imitationis Jesu (CIJ) di Oepoi, Kota Kupang, dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-91 kongregasi tersebut, Rabu (25/3/2026).

Kunjungan yang berlangsung tanpa protokoler kaku itu diisi dengan suasana akrab. Gubernur Melki duduk santai bersama para suster, berbincang ringan, bahkan saling bertukar cerita lucu sambil menikmati roti sederhana yang disuguhkan. Tidak tampak jarak antara pejabat dan para pelayan gereja, memperlihatkan pendekatan humanis yang dibangun.

Sebagai Gubernur Provinsi NTT, saya berterima kasih untuk karya 91 tahun CIJ. Saya datang secara khusus karena merasa pemerintah mesti menyampaikan terima kasih atas kontribusi nyata yang sudah membantu mengurus masyarakat NTT dengan baik,” ujar Melki.

Ia menegaskan, sejak didirikan pada 25 Maret 1935 di Jopu, Ende, Flores oleh Mgr. Henricus Leven, SVD, CIJ telah menjadi bagian penting dalam menjawab kebutuhan pastoral dan sosial masyarakat, khususnya dalam pemberdayaan perempuan.

Menurutnya, karya para suster tidak hanya terbatas pada lingkungan gereja, tetapi menyentuh berbagai sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan sosial di tengah masyarakat.

Di biara ini, para suster juga membantu di seminari dan keuskupan. Sejak berdiri di Jopu, CIJ sudah berkarya di banyak sektor, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga berbagai aspek lain di Indonesia,” jelasnya.

Lebih jauh, Melki mengungkapkan bahwa kiprah CIJ bahkan telah melampaui batas negara. Para suster kini melayani di berbagai wilayah internasional seperti Taiwan, Timor Leste, Italia, dan Jerman.

Artinya, karya pelayanan ini bukan hanya untuk NTT, tetapi sudah menjadi bagian dari kontribusi global,” katanya.

Ia menilai, keberadaan lebih dari 400 anggota CIJ yang tersebar di berbagai wilayah merupakan kekuatan besar dalam mendukung pembangunan berbasis pelayanan kemanusiaan.

Karena itu, ia berharap kongregasi tersebut terus bertumbuh dan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah serta berbagai pihak.

Saya berdoa dan berharap CIJ terus melayani masyarakat dengan kemampuan yang dimiliki, bersinergi dengan pemerintah dan semua pihak untuk bersama-sama mengurus masyarakat NTT sesuai kapasitas masing-masing,” tegasnya.

Dalam suasana penuh kehangatan itu, Melki juga mengaku bersyukur bisa terlibat langsung dalam perayaan sederhana yang sarat makna persaudaraan.

Terima kasih untuk para suster. Saya diterima dengan sangat baik, kita bercerita lucu dan menikmati kebersamaan. Ini sederhana tapi penuh makna,” ujarnya.

Ia juga mengenang pengalaman pribadinya saat berkunjung ke Italia, di mana ia sempat bertemu dengan para biarawan dan biarawati, termasuk dari CIJ, yang memperlihatkan luasnya jaringan pelayanan kongregasi tersebut.

Di akhir kunjungannya, Melki menyampaikan harapan agar CIJ terus berkembang menjadi kongregasi yang kuat dan berdampak luas.

Selamat ulang tahun ke-91 untuk CIJ. Teruslah berkarya melayani Tuhan dan masyarakat NTT serta Indonesia. Semoga selalu diberikan kesehatan untuk terus mengabdi,” ucapnya.

Ia juga mengajak untuk mengenang para pendahulu yang telah berjasa membangun fondasi pelayanan CIJ.

Bagi para pendahulu, khususnya para uskup dan suster yang telah mendahului kita, semoga mereka menjadi pendoa bagi kita yang masih berkarya di dunia ini,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Biara Susteran CIJ Oepoi, Sr. Odilia Yuniansi, CIJ, mengungkapkan rasa haru atas kunjungan tersebut yang dinilainya di luar dugaan.

Kami tadi ditelpon oleh protokol bahwa Bapak Gubernur mau berkunjung. Kami kaget dan tidak percaya kalau orang nomor satu di NTT akan datang ke biara kami yang sederhana ini,” ungkapnya.

Ia mengaku para suster bahkan sempat memastikan berulang kali untuk meyakinkan kabar tersebut.

Kami sampai bertanya berkali-kali apakah benar. Dan akhirnya beliau benar-benar datang. Kami sangat terharu, bahkan sempat menangis,” katanya.

Menurutnya, kunjungan itu bukan sekadar kehormatan, tetapi juga menjadi penguatan moral bagi para suster untuk terus melayani.

Terima kasih banyak Bapak Gubernur. Kehadiran ini menjadi penyemangat bagi kami untuk tetap setia dalam pelayanan,” ujarnya.

Diketahui, Kongregasi Pengikut Yesus (CIJ) merupakan tarekat susteran pribumi pertama di Flores yang didirikan untuk menjawab kebutuhan pastoral di wilayah Kepulauan Sunda Kecil. Fokus pelayanannya meliputi pendidikan, kesehatan, dan karya sosial sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat, khususnya perempuan.

Memasuki usia ke-91, CIJ terus menunjukkan eksistensinya sebagai mitra strategis dalam pelayanan kemanusiaan, sejalan dengan upaya pemerintah membangun NTT dari akar rumput.


Editor: Ocep Purek 

TAGS

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.