News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

NIHI Ekspansi ke Rote Terganjal Akses, Gubernur NTT Turun Tangan Benahi Infrastruktur | NTT Pride

NIHI Ekspansi ke Rote Terganjal Akses, Gubernur NTT Turun Tangan Benahi Infrastruktur | NTT Pride

Gubernur Melki Laka Lena menerima kunjungan CEO/Co-founder NIHI Sumba, James McBride. Foto: Ocep Purek 
Kupang, NTTPride.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena memastikan pemerintah provinsi akan segera menindaklanjuti berbagai kendala infrastruktur dan konektivitas transportasi yang menjadi hambatan investasi pariwisata premium di daerah, menyusul rencana ekspansi NIHI Sumba ke Pulau Rote.

Penegasan itu disampaikan Gubernur Melki saat menerima kunjungan CEO/Co-founder NIHI Sumba, James McBride, bersama perwakilan NIHI lainnya di ruang kerjanya, Rabu (25/3/2026). Turut mendampingi, Plh. Sekda NTT Flouri Rita Wuisan, Kadis Pariwisata dan Ekraf NTT Doris Rihi, serta Kadis PUPR NTT Benyamin Nahak.

Dalam pertemuan tersebut, James memaparkan rencana pengembangan NIHI sebagai salah satu “magnet” pariwisata premium di NTT, termasuk ekspansi ke Pulau Rote yang dinilai memiliki potensi besar dengan panorama bahari eksotis.

Pertama terima kasih kami ucapkan kepada Bapak Gubernur atas waktunya. Kami datang atas nama NIHI. Kami ingin mengembangkan NIHI selain di Sumba, juga akan dibangun di Rote sebagai salah satu destinasi wisata premium yang sangat menjanjikan,” ujar James.

Namun, ia menegaskan bahwa rencana tersebut menghadapi sejumlah kendala mendasar, terutama aksesibilitas menuju lokasi wisata. Keterbatasan penerbangan langsung, kondisi infrastruktur jalan yang belum memadai, serta minimnya transportasi umum menjadi faktor penghambat utama.

Masih ada kendala seperti akses penerbangan serta infrastruktur lainnya yang berada di luar kewenangan kami. Karena itu, kami berharap Bapak Gubernur bisa membantu melalui kebijakan dan komunikasi dengan pihak maskapai,” jelasnya.

Selain pembangunan resor kelas dunia, NIHI juga berkomitmen menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat lokal melalui rencana pendirian akademi perhotelan di Pulau Rote. Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal agar siap bersaing dan terserap dalam industri pariwisata.

Kami juga akan bangun akademi perhotelan di Rote agar kompetensi SDM lokal siap pakai. Kami akan menyerap tenaga kerja lokal seperti yang kami lakukan di Sumba,” tambah James.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Melki menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pengembangan pariwisata premium tersebut, sekaligus menegaskan langkah konkret pemerintah dalam mengatasi hambatan yang disampaikan investor.

Untuk akses jalan menuju lokasi resor akan kita identifikasi melalui Dinas PUPR. Ini komitmen kita bersama untuk membangun pariwisata NTT yang lebih baik, inklusif, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah akan berupaya memperkuat koordinasi lintas sektor, termasuk membuka komunikasi dengan maskapai guna meningkatkan konektivitas udara ke destinasi wisata strategis di NTT.

Pengembangan pariwisata, menurut Gubernur, tidak hanya berorientasi pada investasi, tetapi juga harus memastikan keterlibatan dan manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal, sejalan dengan arah pembangunan daerah.

Sebagai informasi, NIHI Sumba merupakan resor ultra-mewah yang berlokasi di Sumba Barat dan pernah dinobatkan sebagai hotel terbaik di dunia. Destinasi ini dikenal dengan pantai eksklusif, ombak selancar “God’s Left”, serta pengalaman wisata privat yang memadukan kemewahan dengan kekayaan budaya lokal.

Resor yang dijuluki “Edge of Wildness” ini berdiri di atas lahan seluas 567 hektare di pesisir barat Pulau Sumba, menawarkan kombinasi antara kemewahan kelas dunia dan alam liar yang masih terjaga. NIHI Sumba pertama kali dibangun pada 1988 oleh Claude dan Petra Graves, sebelum kemudian diakuisisi oleh Chris Burch dan James McBride pada 2012 dan dikembangkan menjadi destinasi pariwisata kelas dunia.

Ekspansi ke Pulau Rote dinilai membuka peluang strategis bagi NTT untuk memperkuat posisi sebagai destinasi pariwisata premium global. Namun, keberhasilan rencana tersebut sangat ditentukan oleh percepatan penyelesaian persoalan infrastruktur dasar dan konektivitas yang saat ini masih menjadi tantangan utama.


Editor: Ocep Purek 

TAGS

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.