News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Di Latsar CPNS, Gubernur NTT Warning ASN: "Jangan Cuma Datang, Absen, lalu Pulang"

Di Latsar CPNS, Gubernur NTT Warning ASN: "Jangan Cuma Datang, Absen, lalu Pulang"

Arahan Gubernur NTT dalam Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Gelombang X tahap distance learning dan Gelombang V tahap klasikal lingkup Pemerintah Provinsi NTT. Foto: Ocep Purek 
Kupang,NTTPride.com - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mulai mendorong perubahan pola kerja aparatur sipil negara (ASN) dengan menekankan pelayanan publik berbasis kepuasan masyarakat, profesionalisme, dan kompetensi kerja. Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan ASN di daerah itu tidak lagi bisa bekerja dengan pola birokrasi lama yang hanya berorientasi pada absensi dan rutinitas administratif.

Penegasan tersebut disampaikan Melki Laka Lena saat membuka Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Gelombang X tahap distance learning dan Gelombang V tahap klasikal lingkup Pemerintah Provinsi NTT dan pemerintah kabupaten/kota se-NTT Tahun 2026 di Aula Flobamorata Kantor BPSDMD Provinsi NTT, Jalan Fetor Funay, Kupang, Senin (18/5/2026).

Menurut Melki, pelatihan dasar CPNS bukan sekadar agenda formal pembentukan pegawai, tetapi menjadi titik awal transformasi aparatur negara dalam menjawab tantangan pelayanan publik di era digital dan kompetisi kerja yang semakin ketat.

Latsar adalah gerbang pembentukan jati diri ASN yang profesional, beretika, adaptif, dan inovatif. ASN tidak lagi bekerja sekadar datang, absen pagi sampai sore lalu pulang. Pola kerja seperti itu sudah ditinggalkan,” kata Melki.

Ia menegaskan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN telah menempatkan profesi aparatur negara sebagai profesi yang menuntut kompetensi, integritas, dan tanggung jawab pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, Melki meminta para CPNS memahami tiga fungsi utama ASN, yakni sebagai pelaksana kebijakan publik yang taat regulasi, pelayan masyarakat, dan perekat persatuan bangsa dalam bingkai NKRI.

Yang menjadi panduan ASN itu regulasi, bukan kepentingan orang per orang. ASN juga harus menjadi pelayan publik yang mengedepankan kepuasan masyarakat,” ujarnya.

Melki mengungkapkan pemerintah daerah kini mulai mendorong evaluasi pelayanan publik secara langsung di seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Ia meminta setiap instansi membuka ruang penilaian masyarakat terhadap kualitas pelayanan yang diberikan.

Saya minta di setiap OPD diperbanyak kotak saran atau mekanisme penilaian pelayanan. Setelah masyarakat selesai berurusan, mereka harus bisa menyampaikan komentar dan penilaian supaya kita bisa mengoreksi diri,” katanya.

Evaluasi itu, lanjutnya, harus menyentuh sektor pelayanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan. Pemerintah daerah ingin memastikan guru, kepala sekolah, siswa, orang tua murid, pasien, hingga masyarakat umum benar-benar merasakan manfaat pelayanan pemerintah.

Di sekolah harus dicek apakah guru dan orang tua murid puas dengan pelayanan pendidikan. Di rumah sakit dan puskesmas juga begitu. Minimal hadirkan senyum, sapa, dan pelayanan yang ramah,” ujarnya.

Melki juga menyoroti perubahan sistem birokrasi nasional yang menurutnya akan semakin kompetitif dan berbasis kinerja seperti sektor swasta. Ia mengingatkan ASN yang tidak mampu beradaptasi akan tertinggal dalam sistem promosi jabatan.

Ke depan ASN bekerja berbasis profesionalisme dan kinerja. Yang hanya bekerja rutinitas tanpa kualitas tidak akan berkembang. Karena itu latih diri untuk bekerja dengan pola yang baik,” katanya.

Ia meminta peserta Latsar menjadi agen perubahan di unit kerja masing-masing dan tidak takut menghadirkan inovasi baru dalam pelayanan pemerintahan.

Hanya orang yang membawa ide baru dan perubahan yang akan dilihat sebagai pemimpin masa depan. Jangan hanya menjadi pengikut arus,” kata Melki.

Selain pelayanan publik, Gubernur NTT juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi ASN secara berkelanjutan melalui berbagai program pengembangan kapasitas, termasuk skema corporate university.

Menurut dia, perkembangan teknologi, tata kelola pemerintahan, dan kebutuhan masyarakat terus berubah sehingga ASN wajib terus belajar.

Jangan pernah puas dengan kemampuan saat ini. Setiap waktu selalu ada perubahan dan ASN harus siap meningkatkan kapasitasnya,” ujarnya.

Dalam arahannya, Melki turut mengingatkan ASN agar menjaga persatuan dan tidak terlibat dalam tindakan yang berpotensi memecah belah masyarakat maupun mengganggu semangat kebangsaan.

Ia menegaskan pemerintah tidak akan mentoleransi aparatur yang bertindak di luar nilai-nilai NKRI.

ASN harus menjadi perekat bangsa. Jangan ada ASN yang membuat provokasi yang tidak perlu. Kalau tidak menjaga NKRI tentu ada konsekuensi,” tegasnya.

Melki juga mengaitkan peran ASN dengan penguatan ekonomi masyarakat melalui program “Ayo Beli NTT” dan pengembangan produk UMKM desa. Ia meminta CPNS ikut membantu promosi produk lokal dan membangun narasi pemasaran produk unggulan masyarakat.

Menurut dia, pemerintah provinsi sedang mendorong setiap desa memiliki produk unggulan melalui program One Village One Product.

Kita ingin produk-produk UMKM desa dijual secara terhormat dan punya nilai tambah. ASN harus ikut mendukung kebangkitan ekonomi kreatif masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi NTT Flafianus Dua menjelaskan pelatihan dasar CPNS tahun 2026 dirancang untuk membentuk karakter ASN profesional yang mampu memenuhi standar kompetensi jabatan sebagai pelayan masyarakat.

Ia mengatakan pelatihan berlangsung selama 65 hari kerja atau setara 599 jam pembelajaran yang terdiri dari pelatihan mandiri, pembelajaran distance learning, aktualisasi di tempat kerja, dan pembelajaran klasikal.

Pelatihan ini difokuskan pada pembentukan karakter ASN profesional sesuai bidang tugas dan fungsi pelayanan publik,” kata Flafianus.

Ia menyebut jumlah peserta Latsar CPNS tahun 2026 mencapai 1.720 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 160 peserta dari lingkup Pemprov NTT mengikuti pembelajaran klasikal secara langsung, sementara 970 peserta mengikuti secara virtual. Sisanya berasal dari pemerintah kabupaten/kota di NTT dan akan mengikuti tahapan berikutnya.

Menurut Flafianus, evaluasi peserta dilakukan melalui penilaian sikap dan perilaku, akademik, rancangan aktualisasi, pelaksanaan aktualisasi, serta penguatan kompetensi bidang tugas.

Ia menambahkan salah satu agenda dalam pelatihan dasar tahun ini adalah kunjungan peserta ke sentra UMKM untuk mendukung program “Ayo Beli NTT”. Sebanyak 1.760 peserta telah mengikuti kunjungan tersebut sebagai bagian dari penguatan keterlibatan ASN dalam mendukung ekonomi lokal.


Editor: Ocep Purek 

TAGS

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.