News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Panti Asuhan Holy Angel Ludes Terbakar, Gubernur NTT Gerak Cepat Pindahkan Penghuni ke Dinas Sosial

Panti Asuhan Holy Angel Ludes Terbakar, Gubernur NTT Gerak Cepat Pindahkan Penghuni ke Dinas Sosial

Kupang, NTTPride.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena bergerak cepat merespons kebakaran yang melanda Panti Asuhan Guardian Holy Angel Katolik di Kelurahan Naikoten I, Kecamatan Kota Lama, Kota Kupang, Rabu (13/5/2026). 

Pemerintah Provinsi NTT langsung mengoordinasikan penanganan darurat, mengevakuasi seluruh penghuni panti ke tempat penampungan sementara milik Dinas Sosial Provinsi NTT, serta menyiapkan bantuan logistik bersama Pemerintah Kota Kupang.


Sebanyak 19 anak dan dua suster penghuni panti asuhan telah ditampung sementara di Balai Diklat Sosial Provinsi NTT di belakang Gereja Santo Paulus Naikoten.


Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik itu pertama kali muncul dari meteran listrik sebelum api dengan cepat menjalar ke kamar paling depan panti asuhan. Kobaran api menghanguskan hampir seluruh barang di dalam bangunan panti.


Merespons kejadian tersebut, Gubernur Melki Laka Lena mengaku langsung meminta Pelaksana Harian Sekretaris Daerah (Plh Sekda) Provinsi NTT untuk berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait guna mempercepat penanganan korban dan kebutuhan darurat penghuni panti.


Setelah mendengarkan laporan dan melihat peristiwa atau musibah yang menimpa Panti Asuhan Holy Angel di Kota Kupang, saya sudah meminta kepada Plh Sekda untuk berkoordinasi dengan semua pihak, terutama di Pemerintah Provinsi NTT agar bisa membantu melalui Dinas Sosial, BPBD dan yang lain mendukung, dan tentunya bersama Wali Kota Kupang dan Pemerintah Kota Kupang untuk menyiapkan langkah-langkah penanganan sejak kejadian pertama,” kata Melki.


Ia menjelaskan, koordinasi antara Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kota Kupang langsung dilakukan sejak Rabu sore hingga malam hari. Salah satu langkah prioritas yang diambil adalah memindahkan seluruh penghuni panti ke lokasi yang lebih aman agar kebutuhan dasar mereka tetap terpenuhi.


Sejak sore dan malam tadi sudah dilakukan pemindahan untuk seluruh penghuni ke tempat yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi NTT di Dinas Sosial NTT. Untuk sementara seluruh proses kehidupan bersama panti asuhan dilakukan di tempat yang menjadi milik Dinas Sosial Provinsi,” ujarnya.


Menurut Melki, pemerintah memastikan anak-anak penghuni panti tetap dapat menjalani kehidupan sehari-hari secara normal, termasuk melanjutkan pendidikan mereka selama masa penanganan darurat berlangsung.


Kami berharap agar seluruh anak-anak beserta para pengasuh bisa menjalankan kehidupan dengan baik di tempat sementara ini. Anak-anak yang bersekolah tetap bisa bersekolah dengan baik serta kehidupan di panti asuhan tetap berjalan dengan baik,” katanya.


Selain menyiapkan tempat tinggal sementara, Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemerintah Kota Kupang juga menangani kebutuhan logistik para penghuni panti. Bantuan tersebut dikoordinasikan melalui Dinas Sosial Provinsi NTT dan Dinas Sosial Kota Kupang.


Penanganan bersama untuk kebutuhan logistik akan dilakukan oleh Pemerintah Provinsi NTT bekerja sama dengan Pemerintah Kota Kupang melalui Pak Wali Kota dan jajaran terkait,” ujar Melki.


Gubernur NTT itu juga menegaskan pemerintah akan segera membangun komunikasi dengan berbagai pihak, baik di tingkat daerah, nasional, maupun pemerintah pusat untuk mencari solusi pemulihan bangunan panti yang terbakar agar dapat kembali difungsikan.


Kami nanti akan berkomunikasi dengan berbagai pihak terkait di NTT maupun di luar NTT, Kota Kupang dan tentu dengan pemerintah pusat untuk segera mencari langkah-langkah konkret membantu panti asuhan ini supaya bisa segera difungsikan kembali dan berjalan dengan baik,” tegasnya.


Di tengah penanganan musibah tersebut, Melki turut mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap kondisi instalasi listrik di rumah maupun fasilitas umum untuk mencegah terjadinya kebakaran serupa.


Sekali lagi dengan peristiwa kali ini saya mengajak kita semua untuk selalu memeriksa kondisi kelistrikan di tempat masing-masing sehingga kejadian seperti hari ini tidak terjadi lagi. Saya minta kita semua memperhatikan kondisi kelistrikan dengan baik supaya bisa diantisipasi sejak awal,” katanya.


Hingga saat ini, pemerintah daerah masih melakukan pendataan dampak kebakaran serta kebutuhan lanjutan bagi penghuni Panti Asuhan Guardian Holy Angel Katolik. Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun hampir seluruh barang di dalam panti dilaporkan hangus terbakar.



Editor: Ocep Purek

TAGS

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.