Awali Perayaan HUT Koperasi di Gereja, ASN Dinas Koperasi dan UKM NTT Bawa Pesan Iman dan Pelayanan
![]() |
| Paduan suara ASN Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT |
Kehadiran puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kristen dan Katolik yang tergabung dalam Paduan Suara Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT menjadi simbol bahwa pengabdian seorang ASN tidak hanya diwujudkan melalui keberhasilan menjalankan program pemerintah, tetapi juga melalui kehidupan iman yang tercermin dalam sikap melayani, bersyukur, dan hadir di tengah masyarakat.
Langkah tersebut mendapat perhatian jemaat yang memenuhi ruang ibadah. Kehadiran para ASN bukan sekadar sebagai tamu undangan, melainkan ikut ambil bagian dalam pelayanan ibadah melalui lantunan puji-pujian sebagai ungkapan syukur atas perjalanan gerakan koperasi Indonesia.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT, Linus Lusi, M.Pd, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT Koperasi Nasional ke-79 sekaligus bentuk syukur kepada Tuhan atas perkembangan koperasi yang terus menjadi kekuatan ekonomi masyarakat di NTT.
"Sambut HUT Koperasi Nasional ke-79, Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT membawa puji-pujian di Gereja GMIT Paulus Kupang. Langkah yang bersifat religius ini kami lakukan sebagai ungkapan syukur kepada Tuhan sekaligus bagian dari perayaan HUT Koperasi di lingkup Dinas," kata Linus usai ibadah.
Menurutnya, rasa syukur tersebut tidak terlepas dari besarnya kontribusi koperasi dalam menggerakkan ekonomi daerah. Hingga saat ini, terdapat sekitar 7.223 koperasi yang tersebar di seluruh NTT dengan jumlah anggota mencapai sekitar 1,5 juta orang.
Jumlah tersebut menunjukkan bahwa koperasi bukan lagi sekadar lembaga ekonomi, tetapi telah menjadi gerakan masyarakat yang menopang kehidupan jutaan warga NTT.
"Puji-pujian ini merupakan bagian dari rasa syukur atas peran pelaku koperasi yang mencapai kurang lebih 1,5 juta anggota yang tersebar di 7.223 koperasi di seluruh NTT. Dengan aset hampir menembus Rp15 triliun, ini adalah kekuatan ekonomi baru yang selama ini belum banyak dilirik," ujarnya.
Linus menegaskan bahwa koperasi memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah karena langsung menyentuh masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro.
Karena itu, menurutnya, semangat berkoperasi perlu terus ditumbuhkan, termasuk melalui pendekatan yang lebih dekat dengan masyarakat dan nilai-nilai spiritual.
"Kami ingin mengingatkan bahwa koperasi bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga tentang membangun kebersamaan, kejujuran, gotong royong, dan pelayanan kepada sesama. Nilai-nilai itu sejalan dengan nilai-nilai iman yang kami rayakan hari ini," katanya.
Selain menjadi ungkapan syukur, kehadiran ASN Dinas Koperasi dan UKM dalam ibadah juga dinilai sebagai bentuk pendekatan pelayanan pemerintah kepada masyarakat.
Salah seorang jemaat GMIT Paulus, Coni T, yang juga dikenal sebagai aktivis LSM, mengaku terkesan dengan kehadiran para ASN dalam pelayanan ibadah.
Menurutnya, langkah tersebut memperlihatkan bahwa pemerintah tidak menjaga jarak dengan masyarakat, melainkan hadir bersama warga, termasuk jemaat yang sedang berjuang mengembangkan usaha mikro.
Ia berharap Dinas Koperasi dan UKM dapat terus menjadi mitra sekaligus pendamping bagi pelaku UMKM yang berasal dari lingkungan gereja.
"Dinas bisa menjadi pendamping pelaku UMKM yang juga merupakan warga jemaat Paulus. Kehadiran ASN dalam ibadah menjadi model pendekatan pelayanan religius sekaligus mengajak masyarakat semakin giat berkoperasi untuk mendukung usaha mikro yang sedang mereka jalankan," katanya.
Apresiasi juga datang dari Ketua Sinode GMIT, Pendeta Samuel Pandi, yang menyampaikan ucapan selamat atas HUT Koperasi Nasional ke-79.
Menurutnya, keterlibatan ASN Dinas Koperasi dan UKM dalam pelayanan puji-pujian merupakan simbol kedekatan koperasi dengan masyarakat.
"Selamat ulang tahun Koperasi Republik Indonesia ke-79. Keterlibatan dalam puji-pujian di ibadah gereja adalah tanda kedekatan koperasi dan masyarakat serta membawa pesan kegembiraan agar hidup terus diperjuangkan," ujarnya.
Hal senada disampaikan Pendeta Stefanus Makonimau, S.Th, yang memimpin ibadah Minggu tersebut. Dalam testimoninya, ia mengaku sangat bersukacita melihat banyaknya ASN Dinas Koperasi dan UKM yang hadir untuk melayani Tuhan melalui puji-pujian.
Menurutnya, kehadiran tersebut memberikan pesan bahwa seorang ASN tidak hanya bertanggung jawab menyukseskan program pembangunan, tetapi juga dipanggil menjadi teladan dalam kehidupan iman.
"Kami senang dengan kehadiran Paduan Suara Dinas Koperasi dan UKM NTT dalam ibadah hari ini dengan jumlah anggota yang begitu banyak. Kesan saya, pegawai koperasi tidak hanya bekerja untuk menyukseskan program pemerintah, tetapi juga bersatu dan bersama-sama memuji Tuhan Yesus sebagai sumber berkat. Terima kasih atas kesaksian yang telah diberikan," ungkapnya.
Momentum tersebut menjadi wajah berbeda dalam peringatan HUT Koperasi Nasional tahun ini di NTT. Di tengah berbagai agenda pembangunan ekonomi, Dinas Koperasi dan UKM menegaskan bahwa keberhasilan birokrasi tidak hanya diukur dari capaian program, tetapi juga dari integritas dan nilai-nilai spiritual yang menjadi dasar pelayanan.
Melalui puji-pujian di rumah ibadah, ASN Kristen dan Katolik Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT menyampaikan pesan bahwa iman tidak boleh berhenti di ruang ibadah, tetapi harus diwujudkan dalam pelayanan publik yang jujur, penuh kasih, dan berpihak kepada masyarakat. Semangat itulah yang diharapkan terus menghidupi gerakan koperasi sebagai kekuatan ekonomi rakyat sekaligus menjadi kesaksian bahwa birokrasi yang melayani lahir dari aparatur yang memiliki karakter, integritas, dan takut akan Tuhan.
Editor: Ocep Purek
