Mahasiswa UNWIRA Latih Warga Lewobelen Kuasai Konten Medsos, Desa Didorong Jadi Pusat Informasi Digital
Flores Timur, NTTPrid.com - Mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) Kupang menggelar pelatihan pembuatan konten media sosial di Desa Lewobelen, Kabupaten Flores Timur, Rabu (11/06/2026). Kegiatan ini dilakukan untuk memperkuat kemampuan pemerintah desa dan masyarakat dalam mengelola media sosial sebagai sarana penyebaran informasi dan promosi potensi desa.
Pelatihan ini berangkat dari kebutuhan meningkatnya peran media sosial sebagai kanal informasi yang cepat, mudah diakses, dan menjangkau masyarakat luas. Pemerintah desa dinilai perlu memiliki kemampuan produksi konten agar informasi terkait program pembangunan, kegiatan warga, hingga potensi lokal dapat tersampaikan secara lebih efektif.
Dalam kegiatan tersebut, para mahasiswa UNWIRA Kupang membekali peserta dengan sejumlah materi dasar pembuatan konten digital. Materi yang diberikan meliputi teknik pengambilan foto dan video menggunakan perangkat sederhana, penyusunan caption yang informatif dan menarik, serta tata cara mengunggah konten agar lebih efektif menjangkau audiens di media sosial.
Tidak hanya teori, peserta juga langsung melakukan praktik pembuatan konten. Mereka dilatih mendokumentasikan kegiatan desa, mengolah hasil foto dan video, hingga menyusun narasi singkat yang siap dipublikasikan melalui akun media sosial desa.
Selama pelatihan berlangsung, masyarakat dan perangkat desa terlihat aktif mengikuti setiap sesi. Diskusi juga berkembang pada pemanfaatan media sosial sebagai ruang komunikasi publik antara pemerintah desa dan warga, termasuk sebagai sarana memperkenalkan potensi Desa Lewobelen ke luar daerah.
Melalui pelatihan ini, kemampuan masyarakat dalam mengelola media sosial diharapkan meningkat sehingga akun resmi desa dapat berfungsi sebagai pusat informasi yang aktif, informatif, dan berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi langkah awal mendorong transformasi digital di tingkat desa agar komunikasi publik berjalan lebih terbuka dan efektif.
Dengan adanya pendampingan dari mahasiswa, Desa Lewobelen diharapkan mampu mengoptimalkan media sosial tidak hanya sebagai media informasi, tetapi juga sebagai sarana promosi potensi desa yang dapat mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Editor: Ocep Purek
