Donasi Gempa Flores Tembus Rp1,5 Miliar dari Pameran Pembangunan NTT 2026
Kupang, NTTPride.com - Solidaritas masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk korban gempa Flores terus mengalir. Penggalangan dana yang dilakukan dalam rangkaian Pameran Pembangunan Provinsi NTT 2026 berhasil menghimpun donasi teridentifikasi sebesar Rp1,505 miliar.
Data Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi NTT menunjukkan, total donasi mencapai Rp1.505.060.427,96. Angka tersebut dihimpun berdasarkan transaksi pada rekening Pameran HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi NTT dalam periode 21 Agustus hingga 17 September 2026.
Donasi berasal dari berbagai kalangan, mulai dari aparatur sipil negara (ASN) dan perangkat daerah, instansi pemerintah, sekolah dan peserta didik, dunia usaha, organisasi, masyarakat, hingga donatur individu. Sumbangan juga dikumpulkan melalui kotak donasi yang disediakan selama Pameran Pembangunan NTT 2026.
Penggalangan dana tersebut menjadi salah satu rangkaian solidaritas bagi masyarakat Pulau Flores yang terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026.
Semangat solidaritas semakin terasa pada malam penutupan Pameran Pembangunan NTT 2026 di Area Pameran Hotel Harper Kupang, Senin, 24 Agustus 2026. Saat itu digelar Malam Solidaritas Peduli Gempa Flores yang dipimpin Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena.
Sejumlah pihak turut terlibat dalam aksi penggalangan dana. Salah satunya penyanyi Silet Open Up yang hadir secara khusus dan menggalang donasi melalui lelang lagu.
Pameran yang semula menjadi ruang untuk mempromosikan capaian pembangunan, potensi daerah, serta produk unggulan NTT itu kemudian berkembang menjadi ruang solidaritas kemanusiaan.
Gubernur NTT Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut membantu masyarakat Flores yang terdampak bencana.
“Atas nama Pemerintah Provinsi NTT dan seluruh masyarakat NTT, saya menyampaikan penghargaan kepada para pengunjung pameran, pelaku UMKM, seniman, komunitas, dunia usaha, ASN, lembaga pemerintah, sekolah, serta masyarakat luas yang ikut mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut,” ujar Melki.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang secara sukarela menyisihkan bantuan untuk meringankan beban warga terdampak gempa.
“Terima kasih atas seluruh dukungan dan kepedulian Bapak, Ibu dan saudara sekalian yang dengan sukarela membantu meringankan beban saudara-saudara kita di Flores. Atas nama Pemerintah Provinsi NTT, saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya,” katanya.
Menurut Melki, besarnya dukungan yang terkumpul menunjukkan kepedulian masyarakat NTT terhadap warga yang sedang menghadapi bencana.
Ia meminta semangat gotong royong tersebut tidak berhenti ketika masa tanggap darurat berakhir. Dukungan, kata dia, perlu dilanjutkan hingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi selesai.
“Solidaritas dan gotong royong ini harus terus kita jaga. Bukan hanya saat tanggap darurat, tetapi sampai saudara-saudara kita di Flores benar-benar dapat bangkit dan memulihkan kehidupannya,” ujar Melki.
Di luar aksi kemanusiaan, Pameran Pembangunan NTT 2026 juga mencatat dampak ekonomi yang cukup besar.
Berdasarkan Survei Dampak Ekonomi Pameran Pembangunan Provinsi NTT Tahun 2026 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT bersama Dinas Kominfo Provinsi NTT, kegiatan yang berlangsung pada 15-24 Agustus 2026 itu mencatat sekitar 120.260 kunjungan.
Survei tersebut memperkirakan total pengeluaran pengunjung selama pameran mencapai Rp6,07 miliar. Sementara itu, analisis dampak ekonomi menunjukkan adanya efek multiplier terhadap output perekonomian NTT sebesar Rp8,34 miliar.
Sekitar 700 pelaku UMKM juga ambil bagian dalam kegiatan tersebut dan ikut merasakan aktivitas transaksi yang berlangsung selama pameran.
Dengan demikian, Pameran Pembangunan NTT 2026 tidak hanya menjadi etalase pembangunan dan produk unggulan daerah. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang pertemuan pemerintah, pelaku usaha dan masyarakat, serta menjadi tempat tumbuhnya kepedulian sosial.
Dari arena pameran, dua arus manfaat bergerak bersamaan: aktivitas ekonomi yang menggerakkan pelaku UMKM dan solidaritas kemanusiaan yang menghasilkan donasi bagi masyarakat terdampak gempa Flores.
Bagi Pemerintah Provinsi NTT, rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya diukur dari aktivitas ekonomi, tetapi juga dari kemampuan masyarakat untuk saling membantu ketika sebagian warga menghadapi bencana.
Editor: Ocep Purek
