News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Setelah Herman Musakabe, 32 Tahun Kemudian Gubernur Melki Datang ke Palue, Buka Akses Bantuan

Setelah Herman Musakabe, 32 Tahun Kemudian Gubernur Melki Datang ke Palue, Buka Akses Bantuan

 

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena meninjau kondisi masyarakat dan wilayah Palue, Selasa, 8 September 2026. Foto: Tim
Sikka, NTTPride.com - Camat Palue Rudolfus Riba menyebut akses jalan dan ketersediaan air bersih sebagai dua kebutuhan paling mendesak bagi masyarakat Pulau Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), setelah gempa bumi mengguncang wilayah tersebut.

Rudolfus menyampaikan hal itu saat mendampingi Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena meninjau kondisi masyarakat dan wilayah Palue, Selasa, 8 September 2026. Gubernur datang bersama Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago dan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT Benny Nahak.

Kami berharap keluhan masyarakat, terutama soal akses jalan dan air bersih, bisa mendapat perhatian dari pemerintah. Mudah-mudahan setelah kunjungan ini ada tindak lanjut yang nyata,” kata Rudolfus.

Menurut dia, kondisi geografis Pulau Palue dan keterbatasan infrastruktur membuat mobilitas warga serta distribusi kebutuhan dasar masih menghadapi kendala. Akses jalan yang belum memadai menjadi salah satu persoalan yang semakin terasa dalam situasi pascagempa.

Selain jalan, air bersih menjadi kebutuhan yang tidak kalah mendesak. Rudolfus berharap pemerintah tidak hanya memberikan bantuan bersifat sementara, tetapi juga menyiapkan solusi berkelanjutan agar kebutuhan dasar masyarakat Palue dapat terpenuhi.

Kami berharap pemerintah bisa melihat kebutuhan masyarakat bukan hanya untuk sekarang, tetapi juga ke depan,” ujarnya.

Gubernur Melki Laka Lena meninjau Palue menggunakan helikopter Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung kondisi masyarakat terdampak gempa sekaligus memastikan penanganan darurat berjalan cepat dan tepat sasaran.

Kunjungan ke Palue merupakan bagian dari langkah Melki selama masa tanggap darurat gempa di Flores. Ia memilih turun langsung ke wilayah terdampak dan berkantor di Flores untuk memastikan kebutuhan masyarakat di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

Dalam kunjungan itu, Melki juga berdialog dengan warga serta meninjau sejumlah fasilitas yang berkaitan dengan aktivitas masyarakat, termasuk tambatan perahu.

Rudolfus mengapresiasi keputusan gubernur untuk datang langsung ke Palue. Menurut dia, kehadiran pemerintah provinsi memberikan kesempatan kepada masyarakat menyampaikan persoalan yang mereka hadapi secara langsung.

Terima kasih kepada Bapak Gubernur yang sudah mau datang mengunjungi Palue dan melihat langsung kondisi masyarakat kami. Ini merupakan perhatian yang sangat berarti bagi masyarakat Palue,” kata Rudolfus.

Ia berharap kunjungan tersebut tidak berhenti sebagai peninjauan lapangan. Menurut Rudolfus, berbagai persoalan yang ditemukan harus diterjemahkan menjadi langkah konkret agar pemulihan masyarakat pascagempa dapat berlangsung lebih cepat.

Bagi masyarakat Palue, kedatangan Melki memiliki arti khusus. Camat Palue Rudolfus Riba menyebut Melki sebagai gubernur NTT kedua yang datang langsung ke Pulau Palue setelah Herman Musakabe pada 1994. Setelah 32 tahun, Palue akhirnya kembali dikunjungi langsung oleh seorang gubernur NTT.

Karena itu, ia berharap kunjungan tersebut menjadi awal dari perhatian yang lebih besar terhadap pembangunan infrastruktur dasar di pulau itu.

Dalam kunjungan tersebut, Melki juga menyerahkan santunan kepada warga yang mengalami luka akibat gempa. Sebanyak 34 korban luka menerima bantuan dari Kementerian Sosial masing-masing sebesar Rp5 juta.

Melki mengatakan kesamaan dan akurasi data menjadi salah satu kunci dalam penanganan bencana. Pemerintah daerah dan seluruh pihak yang terlibat diminta memastikan data korban dan warga terdampak terintegrasi agar tidak ada masyarakat yang terlewat dari proses penanganan maupun penyaluran bantuan.

Data yang akurat, kata dia, menjadi dasar pemerintah untuk memastikan setiap korban memperoleh hak dan bantuan sesuai kebutuhannya.

Bupati Sikka Juventus Prima Yoris Kago menyampaikan terima kasih kepada pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTT, BNPB, dan seluruh pihak yang telah memberikan perhatian kepada masyarakat Palue.

Atas nama masyarakat Kabupaten Sikka, khususnya Pulau Palue, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi tulus untuk langkah strategis Bapak Gubernur,” ujar Juventus.

Persoalan konektivitas menjadi perhatian lain dalam penanganan masyarakat Palue. Sebagai wilayah kepulauan, NTT membutuhkan dukungan armada laut untuk mempercepat mobilisasi bantuan, personel, logistik, hingga material penanganan bencana.

Sehari sebelum kunjungan ke Palue, Senin, 7 September 2026, Melki telah menyampaikan kebutuhan penambahan armada angkutan laut untuk penyeberangan menuju Palue dalam rapat virtual bersama Presiden Prabowo Subianto.

Presiden kemudian mengarahkan agar potensi armada laut yang tersedia dioptimalkan melalui koordinasi dengan TNI Angkatan Laut. Unsur TNI AL menyatakan kesiapan mengoptimalkan kapal yang tersedia.

Merespons kebutuhan tersebut, Kementerian Perhubungan menyiapkan satu kapal feri ASDP yang dijadwalkan dikirim pada 8 September 2026 untuk mendukung pelayanan penyeberangan dan distribusi bantuan menuju Palue.

Penambahan armada itu diharapkan tidak hanya memperlancar pengiriman bantuan pascagempa, tetapi juga membantu mobilitas warga dan menggerakkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat Palue.

Juventus mengatakan dukungan armada tersebut akan membantu menghubungkan Palue dengan Maumere, sekaligus mempercepat distribusi bantuan ke wilayah yang memiliki tantangan geografis tersebut.

Dengan penambahan armada ferry ini akan memudahkan mobilitas bantuan ke wilayah Palue dan menghidupkan aktivitas perekonomian masyarakat setempat,” katanya.

Di tengah proses pemulihan pascagempa, masyarakat Palue kini menunggu agar perhatian pemerintah terhadap persoalan mereka tidak berhenti pada bantuan darurat. Bagi Rudolfus, akses jalan dan air bersih merupakan kebutuhan dasar yang harus menjadi bagian dari agenda pemulihan jangka panjang.

Kunjungan gubernur ke Palue menjadi momentum untuk membawa persoalan tersebut ke tingkat pemerintah provinsi, sekaligus memastikan kondisi di lapangan menjadi dasar dalam menentukan prioritas pembangunan dan pemulihan masyarakat.


Editor: Ocep Purek 


TAGS

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama