News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Gubernur Melki Berkantor di Flores, Kawal Penanganan Gempa hingga Rehabilitasi Pascabencana

Gubernur Melki Berkantor di Flores, Kawal Penanganan Gempa hingga Rehabilitasi Pascabencana

Gubernur Melki tiba di Bandar Udara Frans Seda, Maumere, Senin sore, 7 September 2026. Foto: Humas
Maumere, NTTPride.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena memilih berkantor sementara di Pulau Flores untuk mengawal langsung penanganan dampak gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di pulau tersebut. Langkah ini dilakukan di tengah masa tanggap darurat yang masih berlangsung hingga 12 September 2026.

Melki tiba di Bandar Udara Frans Seda, Maumere, Senin sore, 7 September 2026. Mulai hari ini hingga Jumat, 11 September 2026, ia akan melakukan kunjungan lapangan dan koordinasi dengan para bupati di wilayah terdampak, dari Kabupaten Sikka hingga Manggarai Barat.

Keputusan berkantor di Flores diambil agar koordinasi penanganan bencana, konsolidasi data kerusakan, serta pengambilan keputusan dapat dilakukan lebih cepat tanpa harus menunggu laporan dari daerah.

Selama berada di Flores, Melki dijadwalkan menggelar rapat bersama para bupati dan pimpinan perangkat daerah terkait. Ia juga akan mendatangi posko-posko tanggap darurat serta sejumlah lokasi terdampak di Kabupaten Sikka, Ende, Nagekeo, Ngada, Manggarai Timur, Manggarai, dan Manggarai Barat.

Kunjungan tersebut tidak hanya untuk melihat kondisi masyarakat secara langsung. Pemerintah Provinsi NTT juga akan melakukan konsolidasi dan sinkronisasi data kerusakan akibat gempa di berbagai sektor.

Data antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten terdampak akan diverifikasi dan diselaraskan untuk memastikan gambaran kerusakan serta kebutuhan penanganan benar-benar sesuai dengan kondisi di lapangan.

Proses sinkronisasi akan melibatkan sejumlah perangkat daerah Pemerintah Provinsi NTT, di antaranya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Bapperida, Dinas Pertanian, Dinas Kelautan dan Perikanan, Badan Pendapatan dan Aset Daerah, serta Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT.

Perangkat daerah tersebut akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah teknis di kabupaten yang terdampak gempa.

Konsolidasi mencakup data kerusakan dan kebutuhan penanganan di sektor infrastruktur dan permukiman, pertanian, kelautan dan perikanan, aset pemerintah, serta sektor pembangunan lainnya.

Data yang telah diverifikasi dan disinkronkan akan menjadi dasar pemerintah dalam menentukan kebijakan dan menyusun langkah penanganan pascabencana agar lebih tepat sasaran dan terukur.

Selain mengawal penanganan di tingkat daerah, Melki juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk mempercepat penanganan dampak gempa Flores.

Salah satu fokus utama adalah rumah warga yang mengalami kerusakan serta kebutuhan rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah terdampak.

Pemerintah Provinsi NTT menyatakan penanganan gempa tidak akan berhenti setelah masa tanggap darurat berakhir pada 12 September. Pemerintah akan mengawal proses hingga memasuki tahap pemulihan, rehabilitasi, dan rekonstruksi.

Dengan berkantor sementara di Flores, pemerintah provinsi berharap berbagai persoalan yang muncul di lapangan dapat segera diidentifikasi dan ditangani bersama pemerintah kabupaten serta pemangku kepentingan lainnya.

Bagi pemerintah provinsi, konsolidasi data menjadi bagian penting dari proses tersebut. Akurasi data kerusakan dan kebutuhan masyarakat akan menentukan ketepatan kebijakan pada tahap berikutnya.

Penanganan Gempa Flores, dengan demikian, tidak hanya berfokus pada respons darurat, tetapi juga menyiapkan fondasi untuk pemulihan jangka panjang masyarakat dan wilayah yang terdampak.


Editor: Ocep Purek 


TAGS

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.