Gubernur MLL Buka Jalan bagi Lulusan UT Jadi Pengusaha Lewat KUR
![]() |
| Arahan Gubernur NTT sat menghadiri Wisuda Universitas Terbuka Kupang Program Magister, Sarjana, dan Diploma Tahun Akademik 2025/2026. Foto: Ocep Purek |
Melki mengatakan, pemerintah provinsi akan mendorong pendampingan khusus bagi para lulusan yang ingin merintis usaha, terutama mereka yang belum memiliki pekerjaan tetap. Pendampingan tersebut diharapkan membantu lulusan tidak hanya memperoleh akses permodalan, tetapi juga mempersiapkan diri membangun usaha yang produktif.
Hal itu disampaikan Melki saat menghadiri Wisuda Universitas Terbuka Kupang Program Magister, Sarjana, dan Diploma Tahun Akademik 2025/2026 di Hotel Harper, Kupang, Selasa (20/10/2026).
“Bagi lulusan UT yang ingin menjadi entrepreneur, nanti saya minta perbankan untuk melakukan pendampingan. Saya minta difasilitasi oleh UT Kupang, kemudian perbankan menyiapkan kelas khusus untuk pendampingan agar mereka bisa menjadi entrepreneur menggunakan dana KUR yang tersedia,” kata Melki dalam sambutannya.
Melki menegaskan, dorongan agar lulusan perguruan tinggi menjadi wirausaha merupakan bagian dari upaya memperkuat perekonomian daerah dan mengurangi ketergantungan NTT terhadap pasokan barang dan jasa dari luar wilayah.
Menurut dia, NTT menghadapi persoalan arus uang keluar daerah yang nilainya jauh lebih besar dibandingkan total anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) provinsi serta kabupaten/kota.
Ia memperkirakan nilai defisit perdagangan NTT mencapai sekitar Rp 51 triliun per tahun. Angka tersebut, menurut Melki, menunjukkan besarnya potensi ekonomi yang belum sepenuhnya dikelola dan dikembangkan oleh pelaku usaha lokal.
“Uang orang NTT itu keluar dari NTT ini melayang Rp 51 triliun. Jauh lebih besar daripada APBD provinsi, kabupaten, kota yang kurang lebih Rp 30 triliun,” ujar Melki.
Karena itu, ia mengajak lulusan perguruan tinggi, termasuk alumni UT Kupang, untuk mengambil bagian dalam mengembangkan berbagai sektor usaha agar lebih banyak kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi oleh produk lokal.
Melki berharap semakin banyak wirausaha baru yang tumbuh di NTT sehingga mampu menciptakan lapangan kerja, menggerakkan ekonomi masyarakat, dan menjaga perputaran uang tetap berada di daerah.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, Melki meminta pihak UT Kupang menjadi penghubung bagi para lulusan yang berminat merintis usaha dengan perbankan dan lembaga pembiayaan.
Melki menyebut Bank NTT, bank-bank Himbara, serta lembaga keuangan nonperbankan sebagai pihak yang diharapkan terlibat dalam program pendampingan tersebut.
Ia berharap pendampingan dapat dirancang dalam bentuk kelas khusus setelah wisuda, dengan waktu pelaksanaan yang dikoordinasikan bersama UT Kupang dan lembaga keuangan terkait.
Dengan skema tersebut, lulusan yang tertarik menjadi wirausaha diharapkan memperoleh informasi mengenai akses pembiayaan dan pendampingan untuk memulai usaha sesuai potensi serta kebutuhan pasar di daerah masing-masing.
Selain mendorong kewirausahaan, Melki mengingatkan para wisudawan dan wisudawati agar tidak berhenti pada pencapaian akademis. Menurut dia, gelar pendidikan harus menjadi bekal untuk menghasilkan karya nyata dan berkontribusi terhadap pembangunan NTT.
Ia menilai, Universitas Terbuka memiliki peran penting dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat di wilayah kepulauan yang memiliki keterbatasan geografis.
Melalui sistem pembelajaran jarak jauh berbasis teknologi, UT dinilai turut membuka kesempatan bagi masyarakat di berbagai daerah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan keterampilan.
Melki secara khusus mendorong generasi muda dan perempuan agar berani mengembangkan usaha mikro, mengolah potensi lokal, serta mempromosikan kekayaan pariwisata NTT.
Menurut dia, peluang usaha di NTT tidak terbatas pada perdagangan, tetapi juga mencakup sektor pertanian, kelautan, perikanan, pariwisata, dan berbagai bidang lain yang dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian masyarakat.
Ia juga berharap para lulusan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperkuat sektor kesehatan masyarakat, serta mendukung upaya penurunan angka stunting di NTT.
Melki menegaskan, para lulusan UT memiliki tanggung jawab untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama menempuh pendidikan demi kemajuan daerah.
Ia mengajak para alumni untuk membangun daerah masing-masing melalui semangat gotong royong dan kolaborasi.
“Para wisudawan-wisudawati tentu tidak hanya pulang membawa ijazah, tetapi juga membawa tanggung jawab besar untuk terlibat aktif dalam gerakan Ayo Bangun NTT,” kata Melki.
Ia berharap para lulusan dapat memadukan pengetahuan akademis, literasi digital, dan pemahaman terhadap potensi daerah untuk menciptakan inovasi serta memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat.
Pada kesempatan itu, Melki juga mengungkapkan bahwa dirinya tengah menempuh pendidikan di Universitas Terbuka dengan mengambil bidang perikanan. Ia mengatakan, langkah tersebut dilakukannya untuk memperdalam pengetahuan mengenai potensi perikanan NTT yang dinilai masih perlu dikembangkan secara optimal.
Melki berharap momentum wisuda menjadi awal bagi para lulusan untuk terus belajar, mengembangkan kapasitas diri, dan mengambil peran dalam pembangunan daerah.
“Bagi yang sudah bekerja tetap, kariernya makin bagus. Bagi yang ingin menjadi entrepreneur, mari kita dorong bersama,” ujarnya.
Ia menutup sambutannya dengan mengajak seluruh lulusan untuk menjadikan semangat gotong royong sebagai landasan membangun NTT yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Editor: Ocep Purek
