News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Pentingnya Peran dan Partisipasi Kaum Intelektual Pada Kontestasi Pemilu Tahun 2024

Pentingnya Peran dan Partisipasi Kaum Intelektual Pada Kontestasi Pemilu Tahun 2024


Foto: Alfensus
Fatuleu, NTTPRIDE - Ketua Umum Ikatan Kaum Intelektual Fatuleu (IKIF), Asten Alfensus Bait, menjelaskan Pemilihan umum adalah suatu proses implementasi dari demokrasi dimana setiap warga negara mempunyai hak yang dalam menentukan calon pemimpin bagi mereka dimana terdapat kebebasan, keadilan dan kesetaraan pada setiap orang dalam bidang apapun. 


Berdasarkan UU Nomor 7 Tahun 2017 pasal 1 tentang Pemilihan Umum, pemilu merupakan fasilitas masyarakat yang berdaulat dalam melakukan pemilihan DPR, DPD, DPRD, dan presiden beserta wakilnya. Dalam pelaksanaan pemilu dilaksanakan dengan asas luber jurdil "langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil" dan didasarkan pada Pancasila serta UUD RI tahun 1945.


Pelaksanaan pemilu sebagai bentuk demokrasi yang ada di dalam suatu negara. Generasi milenial berperan untuk mempengaruhi kebijakan dan hasil pemerintah melalui partisipasinya dalam pemilu sebagai bentuk implementasi di negara Indonesia dalam sistem demokrasi.


Pemilih Milenial yang akan memberikan hak suaranya dalam Pemilihan Umum. Sesuai aturan yang berlaku bahwa pemilih yang mendapatkan hak pertama kali dalam mengikuti pesta demokrasi yaitu sudah berumur 17 tahun dan apabila sudah menikah.


Jadi, seorang milenial yang cerdas harus bisa menentukan pilihannya secara rasional. Harus aktif dalam berbagai proses politik mulai aktif partisipasi dalam pemilu, partisipasi politik yang berkualitas diimbangi dengan pandangan politik yang terbuka sehingga tidak mudah terjebak pada konflik yang memecah belah.


Dengan aktivitas generasi milenial yang dominan dalam menggunakan teknologi juga sangat memudahkan siapa saja memberikan input pada generasi ini melalui media social. Dilihat dari minat generasi ini tentu sudah terlihat siapa saja yang ingin mendapatkan manfaat dari besarnya jumlah generasi milenial termasuk dalam kepentingan politik mereka masing masing. Potensi milenial yang signifikan tentu tidak serta merta dengan mudah didapat, perlu pendekatan yang aktif, kreatif dan tentunya sesuai dengan dunia mereka yang update dengan teknologi.


Sebagai generasi milenial tentu harus tahu dalam teknologi dan media maka partisipasi politik yang ada harus diimbangi dengan perbanyak referensi yang ada dalam menentukan pilihan. Jangan terjebak hoax di era milenial dalam penggunaan medsos. Jangan sampai terjebak pada isu/berita palsu tanpa nyatanya. Harapan kedepannya tidak ada generasi millenial yang tidak menggunakan hak pilihnya atau golput. Generasi milenial harus cerdas dan aktif dalam menyalurkan hak pilihnya.


Memasuki tahun ini merupakan suatu tantangan untuk masyarakat pada umumnya, 14 februari 2024 merupakan hari yang akan menentukan masa depan bangsa ini dengan adanya pesta demokrasi. Demokrasi merupakan hak warga negara untuk memiliki dan dipilih oleh rakyat dan untuk rakyat, 


menghadapi kontestasi Politik 2024 maka bagaimana untuk kita saling berkolaborasi antara masyarakat pada umumnya bersama dengan kaum intelektual yang merupakan kaum-kaum terpelajar untuk bagaimana turut berpartisipasi aktif dalam menyumbangkan pikiran-pikiran cerdas melalui diskusi-diskusi bersama masyarakat untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait bagaimana kita menentukan pilihan jangka panjang dan juga terkait dengan dinamika politik yang akan kita hadapi nantinya, 


karena dalam kontestasi politik akan ada berbagai dinamika yang akan muncul karena demi tercapainya sebuah tujuan maka setiap orang yang ikut dalam kontestasi akan mengupayakan banyak hal seperti sering terjadi yakni politik uang dan sebagainya, sehingga dipandang perlu adanya partisipasi dari kaum -kaum intelektual untuk turut berpartisipasi dalam menentukan masa dapan bangsa ini,


 Karena jika tidak ada pemahaman soal bagaimana kita menentukan pilihan yang tepat maka yang akan terjadi masyarakat akan keliru dalam menentukan pilihan,sehingga perlu adanya pemahaman kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak salah dalam menentukan pilihan masa depan bangsa.


Dalam rangka meningkatkan kesadaran awal generasi muda untuk mulai aktif dalam proses politik, seperti menggunakan hak pilihnya, menjadi pemantau pemilu, dan mampu memberikan motivasi bagi generasi muda. 


Generasi milenial jangan hanya menjadi penonton dan jangan hanya melaksanakan haknya saja Generasi muda generasi milenial harus mampu menebar energi positif, menebarkan virus-virus kebaikan, khususnya dalam hal pelaksanaan pengawasan pemilu partisipatif,


Peran para pemuda dalam gelaran pemilu dapat diaktualisasikan setidaknya ke dalam tiga posisi. Pertama, dengan melibatkan diri sebagai penyelenggara pemilu di berbagai tingkatan, mulai dari tingkat daerah hingga tingkat desa.


Manfaat yang dapat diperoleh dari peran sebagai penyelenggara pemilu adalah pengetahuan empiris dan teknis seputar penyelenggaraan pemilu. Begitu-pun ada tantangan di dalam pemilu yang akan dihadapi pemilih dari generasi muda saat ini sejauh mana mereka mampu mempertahankan independensi pikiran di tengah serbuan opini dan propaganda di tahun politik


Di dalam hal partisipasi politik, generasi muda sangat substansial karena dalam presentase jumlah pemilih generasi milenial banyak menyumbangkan suara di Pemilu 2024 nantinya. Generasi muda memiliki pengaruh tersendiri terhadap pemilu selain karena jumlahnya yang cukup banyak, generasi muda juga hidup pada era informasi di mana segala sesuatunya menggunakan internet atau media online.


Dalam Pemilu 2024 pemuda memiliki peran strategis dengan menjual ide/gagasan kepada pemangku kepentingan, bekerja sama dengan penyelenggara Pemilu,dan ikut mengawasi dan menjadi bagian partai/peserta Pemilu untuk mewujudkan Pemilu yang berkualitas(*)

TAGS

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.