Bunda Asti Tutup Rakorda PKK NTT 2025: Enam Kesepakatan Jadi Pedoman, PKK Harus Jadi Kekuatan Sosial
![]() |
| Rangkaian acara penutupan Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) TP PKK Tahun 2025. Foto: Ocep Purek |
Rakorda yang berlangsung pada 28–30 Agustus 2025 di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT tersebut dihadiri pengurus TP PKK Provinsi serta TP PKK Kabupaten/Kota se-NTT, baik secara luring maupun daring.
Penutupan Rakorda ditandai dengan pemberian hadiah lomba yang berlangsung penuh semangat dan meriah. Lomba yang digelar meliputi:
Lomba Perempuan Inspiratif, Lomba Menulis, Lomba PKK, Lomba Inovasi Medis Sosial TP PKK, Lomba Kerja Sama Tim
Selain itu, dilakukan juga penyerahan 50 judul buku dari Bunda Asti Laka Lena bersama Bunda Vera Asadoma untuk Kabupaten Rote Ndao sebagai bagian dari Gerakan Sejuta Buku untuk Anak NTT.
Salah satu hasil penting Rakorda adalah ditandatanganinya kesepakatan bersama antara TP PKK Provinsi dan TP PKK Kabupaten/Kota se-NTT pada 29 Agustus 2025. Kesepakatan tersebut memuat enam poin utama:
1. Mendukung pembangunan nasional dan daerah melalui pelaksanaan program kerja TP PKK.
2. Fokus program diarahkan pada pengurangan kemiskinan, penanganan stunting, dan pencegahan kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak.
3. Kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam melaksanakan program kerja.
4. Sinergitas program kerja diperkuat melalui koordinasi berkala, terukur, dan sistematis, termasuk rakor daring setiap bulan pada Jumat pekan ketiga pukul 17.00 WITA.
5. Pelaksanaan kegiatan serentak pada momen strategis, seperti HKG PKK, peringatan Kemerdekaan RI, jalan sehat bertenun, HUT NTT, serta donor darah.
6. Kesepakatan ini beserta lampiran menjadi dasar koordinasi, sinkronisasi, dan kolaborasi ke depan.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK NTT menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta Rakorda atas keterlibatan aktif dalam diskusi dan perumusan program kerja bersama.
“Rapat koordinasi ini bukan sekadar forum pertemuan, tetapi wadah strategis untuk menyatukan langkah, menyelaraskan program, serta memperkuat sinergi antara TP PKK Provinsi dan Kabupaten/Kota. Saya mengajak seluruh ketua TP PKK kabupaten/kota untuk terus menjadi motor penggerak, inspirator, sekaligus motivator bagi para kader di daerah masing-masing. Mari kita jadikan gerakan PKK sebagai kekuatan sosial yang mampu membawa perubahan positif dalam keluarga dan masyarakat,” tegas Bunda Asti.
Ia menambahkan, hasil kesepakatan Rakorda harus benar-benar dijalankan di lapangan, bukan hanya menjadi dokumen semata.
Bunda Asti juga menyinggung kondisi nasional, khususnya terkait penundaan Rakernas Posyandu, Rakernas Dekranasda, dan Pameran Karya Nusa yang semula dijadwalkan 1–7 September 2025 di Jakarta.
“Kita perlu bijak dalam menyikapi kondisi di Jakarta saat ini. Mohon untuk berhati-hati dalam bertindak, bertutur kata, maupun memposting sesuatu di media sosial. Kita sebagai pemimpin dan pengurus organisasi harus lebih berhati-hati dalam menyampaikan narasi di tengah situasi masyarakat yang sedang marah,” ujarnya mengingatkan.
Dalam kesempatan itu, Ketua TP PKK NTT juga menyampaikan keprihatinan atas erupsi gunung di Lembata yang dampaknya dirasakan hingga Flores Timur. Abu vulkanik membuat sejumlah aktivitas masyarakat terkendala.
“Kita berempati dan prihatin atas saudara-saudara kita yang terkena dampak erupsi. Nantinya, TP PKK Provinsi akan memastikan bantuan diarahkan kepada wilayah yang paling membutuhkan, apakah di Lembata atau Flores Timur, agar tidak terjadi tumpang tindih,” jelasnya.
Mengakhiri sambutannya, Bunda Asti berharap seluruh pengurus dan kader TP PKK tetap sehat, kuat, dan semangat dalam menjalankan amanah mulia ini.
“Dengan doa dan rasa syukur, Rakorda TP PKK NTT Tahun 2025 resmi ditutup. Semoga kita semua diberi kesehatan dan perlindungan dalam melaksanakan tugas mulia ini. Saya dan Bunda Vera berkomitmen untuk bergantian mengunjungi kabupaten/kota di seluruh NTT, demi memperkuat gerakan PKK hingga ke pelosok daerah,” pungkasnya.
Editor: Ocep Purek
