Gubernur Melki Lepas Kontingen PON Beladiri NTT ke Kudus: “Raih Prestasi, Tetap Rendah Hati dan Sportif”
![]() |
| Gubernur NTT Melki Laka Lena melepas Kontingen PON Beladiri Provinsi NTT Tahun 2025 yang akan berlaga di Kabupaten Kudus, Provinsi Jawa Tengah. Foto: Ocep Purek |
Acara pelepasan berlangsung di Ruang Rapat Asisten Sekda Lt. 2, Kantor Gubernur NTT, dihadiri oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTT, Dr. Alfonsus Theodorus, ST., MT. selaku Chef de Mission (CdM) PON Beladiri NTT, serta para pengurus cabang olahraga beladiri seperti FORKI, IPSI, WI, PERKEMI, TI, dan KODRAT, bersama para atlet, pelatih, official, dan pendamping.
Dalam laporannya, Plt. Kadispora NTT Dr. Alfonsus Theodorus menyampaikan bahwa kontingen PON Beladiri NTT berjumlah 80 orang, terdiri atas 56 atlet, 14 pelatih, 6 official, dan 4 pendamping.
Cabang olahraga yang diikuti antara lain taekwondo, tarung derajat, pencak silat, shorinji kempo, karate, dan wushu, dengan total puluhan nomor pertandingan.
“Pertandingan akan berlangsung dari 11 sampai 26 Oktober 2025 di Kudus, Jawa Tengah. Sebagian atlet kita sudah berangkat lebih dulu sesuai jadwal tanding masing-masing,” jelas Alfonsus.
Ia juga menegaskan bahwa mayoritas atlet merupakan binaan Dispora NTT melalui program PPLD dan Sentra Pembinaan Olahraga, yang selama ini menjadi tulang punggung prestasi olahraga daerah.
“Kami mohon restu dan dukungan dari Bapak Gubernur agar semangat dan kerja keras para atlet NTT berbuah prestasi terbaik di Kudus,” tambahnya.
Dalam arahannya, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan rasa bangga atas semangat para atlet NTT yang akan berjuang mengharumkan nama daerah di arena nasional. Ia mengingatkan bahwa prestasi besar selalu lahir dari disiplin dan kerja keras.
“Tidak ada keberhasilan di dunia olahraga tanpa disiplin. Bangun jam berapa, makan apa, latihan jam berapa semuanya harus teratur dan dijalani dengan komitmen,” tegas Melki.
Ia menambahkan, disiplin harus diiringi dengan sportivitas dan kerendahan hati di dalam maupun di luar arena pertandingan.
“Menang itu penting, tapi lebih penting lagi menang dengan cara yang benar. Raih prestasi tanpa kehilangan persahabatan dan persaudaraan. Jangan sombong saat menang, dan jangan patah semangat saat kalah,” ujarnya.
Gubernur juga menegaskan bahwa kemenangan sejati bukan sekadar soal medali, tetapi tentang semangat kebangsaan dan nilai moral yang dibangun dari olahraga.
“Kita ini provinsi yang dikenal toleran. Maka biarlah kemenangan kita juga menjadi kemenangan yang mempersatukan, bukan memecah,” pesan Melki dengan nada tegas namun hangat.
Melki mengingatkan bahwa pengalaman di PON sebelumnya di Sumatera Utara dan Aceh, di mana NTT meraih 7 emas, 13 perak, dan 16 perunggu, menjadi motivasi untuk tampil lebih baik di Kudus.
“Kita pernah buktikan bahwa anak-anak NTT bisa berprestasi spektakuler. Sekarang waktunya kita buktikan lagi, bahwa NTT bukan sekadar peserta, tapi petarung sejati,” ujarnya penuh semangat.
Gubernur juga menyampaikan doa dan restu bagi seluruh atlet, pelatih, dan official agar diberi kesehatan, kekuatan, serta hasil maksimal selama bertanding.
“Saya, atas nama pemerintah dan masyarakat NTT, secara resmi melepas Kontingen PON Beladiri NTT menuju Kudus. Tampilkan yang terbaik dari yang sudah dilatih. Tuhan memberkati perjuangan kita semua,” tutup Melki.
Editor: Ocep Purek
