News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Gubernur NTT Melki dan Menteri UMKM Maman Sepakat: NTT Siap Jadi Pionir Digitalisasi UMKM Nasional

Gubernur NTT Melki dan Menteri UMKM Maman Sepakat: NTT Siap Jadi Pionir Digitalisasi UMKM Nasional

Kupang, NTTPride.com — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan komitmennya untuk menjadikan NTT sebagai provinsi pionir dalam transformasi digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). 

Hal itu disampaikan dalam jamuan makan malam bersama Menteri UMKM RI Maman Abdurrahman di Rumah Jabatan Gubernur, Rabu (29/10/2025).

Acara tersebut dihadiri Wakil Gubernur Johni Asadoma, Ketua DPRD NTT Emi Nomleni, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, dan para pejabat tinggi Pemprov NTT.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menilai kehadiran Menteri Maman merupakan momentum penting untuk mempercepat langkah besar pemberdayaan ekonomi rakyat di NTT.

Kami di NTT siap menjadi laboratorium nasional untuk implementasi digitalisasi UMKM. Saya minta Pak Menteri berbicara apa adanya agar kita semua mendapat catatan penting dan bisa langsung bekerja. Kami butuh arah yang jelas untuk mendorong UMKM sebagai penggerak utama ekonomi daerah,” ujar Melki.

Ia juga menyinggung bahwa Presiden RI telah menyalakan “gas besar” untuk penguatan ekonomi rakyat melalui koperasi dan UMKM, sehingga pemerintah daerah harus menyiapkan langkah konkret dan lintas-sektor.

Kita harus bergerak cepat. Setelah koperasi dihidupkan lewat program Koperasi Desa Merah Putih, saatnya UMKM kita akselerasi. Kami di NTT siap menjadi daerah pertama yang menjalankan sistem terpadu pembinaan UMKM yang disiapkan Kementerian,” tambahnya.

Gubernur Melki menutup acara dengan ajakan penuh semangat: “Kita tidak ingin hanya mendengar arahan, tapi menindaklanjutinya. NTT harus jadi daerah yang membuktikan bahwa digitalisasi UMKM bukan sekadar wacana, tapi gerakan nyata.”

Menteri Koperasi dan UMKM RI, Maman Abdurrahman, dalam arahannya memberikan refleksi jujur tentang kondisi UMKM nasional. Ia mengibaratkan pengelolaan UMKM saat ini seperti berjalan dalam ruang gelap pemerintah mendengar suara mereka, tetapi tidak tahu persis di mana mereka berada.

Mengurus UMKM itu seperti berada di ruang gelap. Kita bisa mendengar teriakan mereka yang minta bantuan pembiayaan atau pelatihan, tapi kita tidak tahu di mana mereka berada. Dengan 57 juta pelaku UMKM tersebar dari Sabang sampai Merauke, mustahil kita datangi satu-satu seperti semut,” tegas Maman.

Menurutnya, pendekatan konvensional dalam pembinaan UMKM sudah tidak relevan di era digital.

Sampai ayam tumbuh gigi pun, urusan UMKM tidak akan selesai kalau kita tetap pakai cara lama,” sindirnya disambut tepuk tangan.

Maman mengungkapkan, solusi utama untuk memperbaiki tata kelola UMKM adalah melalui transformasi digital. 

Kementerian yang dipimpinnya tengah menyiapkan super aplikasi bernama SAPA UMKM sistem digital nasional yang menghubungkan pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, dan jutaan pelaku UMKM di seluruh Indonesia.

SAPA UMKM ini bukan sekadar aplikasi. Ini adalah sistem terintegrasi yang akan menghapus sekat birokrasi. Nanti Gubernur Melki bisa langsung mengirim pesan ke 300 ribu pelaku UMKM di NTT lewat satu platform,” jelasnya.

Maman menargetkan SAPA UMKM mulai berjalan Desember 2025 dan terintegrasi penuh pada April 2026.

“Kita tidak boleh lagi bekerja dalam kegelapan. Dengan sistem ini, kita tahu siapa pelaku usahanya, apa kebutuhannya, dan bagaimana membantu mereka,” tambahnya.

Maman juga menyoroti lemahnya data UMKM nasional yang selama ini bersifat statis dan tidak diperbarui.

Kita punya 30 juta data UMKM, tapi banyak yang sudah tidak relevan. Kita tidak tahu apakah usahanya masih hidup, sudah tumbuh besar, atau malah berhenti. Kita butuh data yang hidup dan bisa dipantau secara real time,” tegasnya.

Dengan SAPA UMKM, pemerintah dapat menyalurkan pelatihan, bantuan modal, dan program pengembangan berbasis data aktual.

Selain soal data, Maman juga menekankan pentingnya keterlibatan pemerintah daerah dalam penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

 “Selama ini bank penyalur hanya mengejar target, bukan kebutuhan. Karena itu saya minta Pemprov dan Pemkab aktif merekomendasikan calon penerima KUR  mereka lebih tahu kondisi lapangan,” ujarnya.

Kementerian UMKM, kata Maman, menyalurkan Rp300 triliun KUR setiap tahun, dan hingga Oktober 2025 sudah menjangkau 3,7 juta nasabah serta menyerap 11 juta tenaga kerja.

Kalau NTT bisa memanfaatkan peluang ini, ribuan pelaku usaha kecil akan naik kelas dan membuka lapangan kerja baru,” tambahnya.

Maman menegaskan bahwa SAPA UMKM akan menjadi legacy nasional dalam pemerataan ekonomi.

SAPA UMKM adalah alat politik negara untuk mendobrak ego sektoral dan memastikan keadilan sosial bagi semua pelaku usaha. Dari Sabang sampai Merauke, setiap pengusaha kecil berhak atas kesempatan yang sama,” katanya.

Ia menutup arahannya dengan harapan agar NTT menjadi provinsi pertama yang mengintegrasikan sistem ini secara penuh.

 “Saya percaya, dengan dukungan Gubernur Melki dan seluruh jajaran, NTT bisa jadi pionir digitalisasi UMKM Indonesia,” ujar Maman optimistis.

Di akhir sambutannya, Maman menyampaikan pesan spiritual yang menyentuh bagi seluruh pejabat daerah dan pelaku usaha yang hadir.

Kita semua sudah diberi kehormatan oleh Tuhan untuk memimpin. Maka sisakan sedikit cahaya dalam hati kita untuk membantu saudara-saudara kita, para pelaku UMKM. Cahaya kecil itu bisa jadi terang besar bagi masa depan ekonomi NTT,” ucapnya haru.

Pertemuan malam itu bukan sekadar jamuan resmi, melainkan awal dari kolaborasi konkret antara pemerintah pusat dan daerah dalam membangun sistem ekonomi rakyat berbasis data dan teknologi.


Editor: Ocep Purek 





TAGS

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.