News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Peresmian GMIT Center Kupang: Menko Muhaimin dan Gubernur Melki Dorong Persatuan dan Pemberdayaan Jemaat

Peresmian GMIT Center Kupang: Menko Muhaimin dan Gubernur Melki Dorong Persatuan dan Pemberdayaan Jemaat

Penandatanganan prasasti oleh Menko PM Muhaimin Iskandar dan Ketua Majelis GMIT Pdt Samuel Pandai yang disaksikan oleh Gubernur NTT Melki Laka Lena. Foto: Ocep Purek 
Kupang,NTTpride.com – Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Muhaimin Iskandar meresmikan Gedung GMIT Center Kupang sekaligus membuka Sidang Sinode Istimewa ke-III Gereja Masehi Injili di Timor (GMIT) di Aula GMIT Center Kupang, Rabu (1/10/2025).

Peresmian ini menjadi momentum penting bagi perjalanan GMIT dan masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam memperkuat persatuan, pelayanan, dan pemberdayaan umat.

Acara diawali dengan penandatanganan prasasti oleh Ketua Majelis Sinode GMIT dan Menko PM Muhaimin Iskandar yang disaksikan oleh Gubernur NTT Melki Laka Lena serta pelepasan burung merpati, serta pengguntingan pita. 

Hadir pula Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Ketua DPRD Provinsi NTT, Kajati Zet Tadune Allo, Forkopimda NTT, Wali Kota Kupang, Wakil Wali Kota, serta jajaran Majelis Sinode GMIT.

Ketua Sinode GMIT, Pdt. Samuel Pandi, menyambut hangat kehadiran Menko PM RI Muhaimin Iskandar dan para undangan. Ia menegaskan bahwa GMIT Center adalah simbol persaudaraan dan keterbukaan.

Selamat datang di rumah persaudaraan, Bapak Menko. Gedung ini adalah rumah kebersamaan, terbuka untuk umum, dan menjadi simbol harapan baru. Dengan hadirnya Bapak, kami melihat masa depan penuh harapan untuk GMIT dan masyarakat NTT,” ungkap Pdt. Pandi.

Ia menegaskan bahwa membangun NTT membutuhkan sinergi antara pemerintah dan gereja. Karena itu, GMIT siap bermitra lebih serius dengan pemerintah pusat dan daerah dalam menjawab tantangan pembangunan di NTT.

Dalam sambutannya, Gubernur NTT Melki Laka Lena menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaat GMIT atas berdirinya GMIT Center. Ia menyebut gedung ini sebagai tonggak persatuan, pusat pelayanan, dan simbol harapan ke depan.

Gedung GMIT Center adalah rumah bersama seluruh jemaat GMIT dari Timor, Rote, Sabu, Alor, Flores hingga Sumba. Ini bukan hanya bangunan fisik, tetapi simbol persatuan dan komitmen pelayanan yang relevan dengan zaman,” kata Melki.

Ia menegaskan tiga makna penting kehadiran GMIT Center:

Simbol Persatuan, tempat berkumpulnya seluruh jemaat dari berbagai klasis. Simbol Pengembangan Pelayanan, tidak hanya internal bagi jemaat, tetapi juga eksternal melalui pendidikan, sosial, budaya, dan penguatan ekonomi. Simbol Harapan, sebagai pusat inspirasi dan komitmen GMIT untuk generasi muda.

Melki juga menekankan peran gereja sebagai mitra pemerintah dalam menghadapi persoalan kemiskinan, stunting, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi jemaat. Ia menyebut program One Village One Product (OVOP), NTT Mart, serta penguatan literasi iman sejak dini melalui sekolah minggu sebagai upaya konkret yang bisa dijalankan bersama.

Jika kita bergandengan tangan pemerintah, gereja, dan masyarakat maka kita bukan hanya membangun gedung ini, tetapi juga membangun peradaban yang lebih baik bagi anak dan cucu kita,” tandas Gubernur.

Menko Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, dalam arahannya menegaskan bahwa gereja, khususnya GMIT, telah menjadi pilar penting pemberdayaan masyarakat di NTT dan bagi diaspora di luar negeri.

Ia menyoroti sejumlah poin strategis: Peran GMIT: selain sebagai kekuatan iman, juga memberi pelayanan bagi pekerja migran dan masyarakat luas. Pemberdayaan: gereja berperan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan dan advokasi sosial.

Tantangan Kemiskinan: masih ada 2,38 juta penduduk miskin di Indonesia, termasuk NTT. Pemerintah berkomitmen menuntaskannya melalui Inpres Nomor 8 Tahun 2025 dengan strategi mengurangi pengeluaran, meningkatkan pendapatan, dan memperluas lapangan kerja.

Ekonomi Kreatif dan UMKM: sektor ini menjadi motor produktif, menyumbang 70% PDB nasional. Dukungan digitalisasi dan akses pasar sangat penting. Jaminan Sosial: pemerintah memperkuat perlindungan kesehatan dan ketenagakerjaan agar SDM Indonesia semakin berkualitas.

Kerja sama antara gereja, masyarakat, dan pemerintah adalah kunci. GMIT telah memberi contoh bagaimana iman bisa menjadi kekuatan pemberdayaan. Dengan kolaborasi, kita bisa wujudkan masyarakat NTT yang mandiri dan sejahtera,” tegas Muhaimin.

Peresmian GMIT Center ini dirangkai dengan Sidang Sinode Istimewa ke-III GMIT, yang diharapkan menghasilkan keputusan strategis bagi arah pelayanan gereja.

Baik pemerintah maupun gereja menekankan pentingnya momentum ini untuk memperkokoh persaudaraan, memperbaharui semangat pelayanan, serta merumuskan langkah-langkah pemberdayaan umat di tengah tantangan kemiskinan, pendidikan, dan perubahan zaman.


Editor: Ocep Purek 



TAGS

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.