Gubernur Melki Perkuat Peran Museum Daerah NTT Jadi Pusat Edukasi Sejarah dan Identitas Generasi Muda
![]() |
| Gubernur NTT Melki Laka Lena kunjungi Museum Daerah Provinsi NTT. Foto: Ocep Purek |
Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Melki meninjau seluruh ruangan pameran yang menyimpan berbagai koleksi, mulai dari fosil, artefak budaya, hingga tulang ikan paus biru yang menjadi salah satu koleksi penting Museum Daerah NTT.
Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi momentum untuk mengingat kembali sejarah dan proses pembelajaran masa lalu. Ia mengakui terakhir kali mengunjungi Museum Daerah NTT terjadi saat masih duduk di bangku sekolah menengah, sehingga kunjungan kali ini memberikan perspektif baru terhadap perkembangan museum.
“Saya memang suka masuk museum saat berkunjung ke berbagai daerah. Namun untuk Museum Daerah NTT sendiri, terakhir saya ke sini sudah sangat lama, mungkin sejak SMP atau SMA. Hari ini saya melihat tempat ini sudah jauh lebih baik dibandingkan yang saya ingat dulu,” ujar Gubernur Melki.
Ia menjelaskan, peningkatan kualitas museum terlihat dari penataan koleksi yang lebih baik, penyajian informasi yang lebih jelas, serta pemanfaatan teknologi digital dalam menampilkan data koleksi.
“Berbagai koleksi ditampilkan dengan baik dan informatif. Tadi juga sudah ada digitalisasi sehingga pengunjung bisa mengakses versi digital. Ini perkembangan yang sangat positif,” katanya.
Gubernur menilai Museum Daerah NTT merupakan ruang yang tepat untuk mengenalkan kembali sejarah dan identitas daerah kepada masyarakat. Menurutnya, museum berperan penting dalam menggambarkan perjalanan kehidupan masyarakat NTT dari berbagai aspek, mulai dari bahari, pertanian, demokrasi lokal, arsitektur tradisional, hingga warisan budaya seperti kain tenun.
Ia juga menyoroti keberadaan fosil ikan paus biru sebagai koleksi bernilai tinggi. Gubernur menjelaskan bahwa fosil tersebut diperoleh sekitar tahun 1970-an dan menjadi bukti kekayaan bahari NTT.
“Tadi kita melihat fosil paus biru. Paus biru ini salah satu spesies yang sangat dikenal di dunia. Fosil ini didapatkan sekitar tahun 1972-an dan mempertegas kekayaan laut yang kita miliki,” ungkapnya.
Gubernur Melki mengaitkan koleksi tersebut dengan hasil kajian ilmiah terkait jalur migrasi paus dunia. Berdasarkan berbagai penelitian, wilayah perairan NTT merupakan bagian dari jalur migrasi paus dari Australia yang melintasi perairan sekitar NTT.
“Saat saya berkunjung ke Lembata, saya sempat berdiskusi dengan peneliti dari Rusia. Mereka menjelaskan bahwa saat migrasi, paus dari Australia bergeser dan melewati wilayah perairan NTT. Dalam satu periode migrasi, jumlahnya bisa mencapai ratusan ribu ekor,” jelas Gubernur.
Ia menambahkan, fenomena tersebut menjadikan wilayah NTT sebagai salah satu destinasi yang menarik perhatian dunia, termasuk dalam pengembangan wisata berbasis bahari. Menurutnya, di berbagai negara, jalur migrasi paus telah dimanfaatkan sebagai objek wisata yang memberikan nilai ekonomi tinggi.
“Di beberapa tempat di dunia, orang bisa membayar mahal untuk melihat langsung paus. Ini menjadi potensi besar jika dikelola dengan baik dan tetap memperhatikan aspek konservasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Gubernur Melki menegaskan bahwa museum memiliki peran strategis dalam membantu masyarakat mengenali karakter budaya serta memahami apa yang telah dilakukan oleh para leluhur NTT di masa lalu. Banyak warisan tersebut, menurutnya, masih dapat dijumpai, dinikmati, dan dijadikan sumber pembelajaran hingga saat ini.
“Museum ini menjadi tempat yang tepat untuk mengenali karakter budaya dan memahami apa yang telah diwariskan oleh nenek moyang kita,” katanya.
Sebagai bagian dari penguatan kebijakan pendidikan dan pelestarian budaya, Gubernur mendorong agar Museum Daerah NTT dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana pembelajaran bagi pelajar. Ia berharap kunjungan museum dapat diintegrasikan ke dalam kegiatan pendidikan formal, khususnya bagi siswa SMP dan SMA.
“Kita berharap ke depan anak-anak sekolah, terutama SMP dan SMA, bisa mulai ditugaskan untuk datang ke museum agar mereka mengenal NTT secara lebih utuh,” ujarnya.
Meski mengapresiasi perkembangan museum, Gubernur Melki juga mencatat masih terdapat sejumlah hal yang perlu dibenahi. Ia menekankan pentingnya peningkatan kualitas penyajian data dan informasi koleksi agar lebih lengkap, akurat, dan mudah dipahami oleh pengunjung.
“Saya juga mencatat beberapa hal bagi pengelola museum agar ke depan penyajian data dan informasi koleksi bisa ditingkatkan lagi,” katanya.
Pemerintah Provinsi NTT, lanjut Gubernur, akan terus mendorong pengembangan Museum Daerah secara bertahap agar selaras dengan kebijakan pembangunan sumber daya manusia dan pelestarian budaya daerah, sekaligus menjadikan museum sebagai ruang edukasi modern yang relevan dengan kebutuhan generasi masa kini.
Editor: Ocep Purek
