Melki Laka Lena Dorong Penguatan Literasi dan One School One Product
![]() |
| Gubernur NTT Melki Laka Lena meluncurkan dua buku sastra hasil karya siswa melalui Komunitas Sastra SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang. Foto: Ocep Purek |
Penegasan tersebut disampaikan dalam Perayaan Misa Pesta Pelindung Sekolah SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang yang dirangkaikan dengan peluncuran buku cerpen dan puisi karya siswa, Kamis (15/1/2026).
Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang dan dihadiri Ketua Komite Sekolah, Pater Provinsial Serikat Sabda Allah (SVD), Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, Kepala SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang, Kepala SMA Katolik Giovanni Kupang, Kepala SMA Seminari St. Rafael Kupang, para imam, bruder, suster, guru, orang tua siswa, serta para peserta didik.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menyampaikan bahwa Pesta Pelindung Sekolah yang bertepatan dengan peringatan Santo Arnoldus Janssen memiliki makna strategis bagi dunia pendidikan di NTT. Menurutnya, Santo Arnoldus Janssen merupakan figur yang memadukan pewartaan iman dengan pendidikan, kebudayaan, dan pembentukan martabat manusia.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Serikat Sabda Allah, Suster Abdi Roh Kudus, dan Suster Adorasi Abadi atas dedikasi panjang dalam bidang pendidikan, pelayanan iman, dan pembangunan manusia di NTT,” ujar Gubernur.
Gubernur juga memberikan apresiasi khusus kepada SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang yang meskipun tergolong sekolah muda berusia sekitar lima hingga enam tahun telah menunjukkan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan di Kota Kupang dan Provinsi NTT.
Ia menilai sekolah tersebut tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter, disiplin, kejujuran, serta keberanian berpikir kritis dan kreatif.
Peluncuran dua buku sastra karya siswa, lanjut Gubernur, merupakan bukti bahwa pendidikan di SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang berjalan secara holistik. Pendidikan tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga mengasah kepekaan batin, imajinasi, dan kemampuan refleksi peserta didik.
“Sastra mengajarkan kepekaan, empati, dan kedalaman berpikir. Ini penting dalam membentuk manusia yang utuh, bukan sekadar pintar secara akademik,” kata Melki Laka Lena.
Dalam konteks kebijakan pendidikan daerah, Gubernur menyoroti pentingnya penguatan literasi dan numerasi sebagai tantangan besar pendidikan di NTT. Ia mengungkapkan keprihatinannya terhadap masih adanya peserta didik, bahkan hingga jenjang SMA dan perguruan tinggi, yang mengalami kesulitan dalam memahami bacaan secara utuh.
“Literasi bukan hanya soal membaca teks, tetapi memahami makna, menalar isi, dan menggunakannya untuk mengambil keputusan yang bijak. Tanpa literasi dan numerasi yang kuat, masa depan akan sulit kita bangun,” tegasnya.
Gubernur juga mendorong sekolah-sekolah di NTT untuk mengimplementasikan program strategis Pemerintah Provinsi NTT, yakni One School One Product, sebagai bagian dari penguatan kewirausahaan dan kemandirian sekolah.
Menurutnya, produk sekolah tidak selalu harus berbentuk barang fisik, tetapi juga dapat berupa produk intelektual, seni, budaya, dan inovasi.
“Saya berharap karya sastra yang diluncurkan hari ini dapat menjadi produk unggulan SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang. Ini selaras dengan semangat One School One Product,” ujarnya.
Selain literasi dan kewirausahaan, Gubernur juga menekankan urgensi pendidikan karakter dan etika, khususnya dalam penggunaan media sosial di kalangan pelajar. Ia mengingatkan bahwa tantangan sosial di usia sekolah semakin kompleks, mulai dari pergaulan bebas, penyalahgunaan narkoba, hingga meningkatnya kasus HIV/AIDS yang mulai menyasar kelompok usia muda.
“Sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Pendidikan karakter, etika digital, dan tanggung jawab moral harus dibangun bersama oleh sekolah, keluarga, dan masyarakat,” katanya.
Pemerintah Provinsi NTT, lanjut Gubernur, menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas pembangunan daerah. Fokus kebijakan diarahkan pada peningkatan kualitas guru, penguatan literasi dan numerasi, pengembangan sekolah berbasis karakter, serta dukungan terhadap kreativitas dan potensi siswa di bidang seni, budaya, dan sastra.
Sebagai penutup, Gubernur NTT menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang atas dedikasi dan kontribusinya dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Ia berharap semangat Santo Arnoldus Janssen terus menginspirasi karya pendidikan yang berakar pada nilai iman, kemanusiaan, dan budaya lokal.
“Pendidikan adalah tentang membentuk manusia seutuhnya cerdas dalam akal budi, halus dalam perasaan, dan kuat dalam karakter,” tutup Melki Laka Lena.
Sementara itu, Kepala SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang, Pater Apolynarius Wawo Koa, SVD, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan bahwa sekolah yang dipimpinnya terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan meskipun masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana. Ia menjelaskan bahwa pembangunan gedung dan ruang belajar selama ini dilakukan secara bertahap dan swadaya oleh kongregasi.
Pater Apolynarius menyampaikan harapan akan dukungan pemerintah daerah untuk pengembangan fasilitas pendukung pembelajaran, seperti ruang laboratorium, perpustakaan, dan ruang seni, guna menunjang proses pendidikan yang lebih optimal dan berkelanjutan.
Mewakili Uskup Agung Kupang, Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang menyampaikan ucapan selamat atas perayaan Pesta Pelindung Sekolah dan peluncuran buku karya siswa.
Ia berharap SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang terus berkembang sebagai lembaga pendidikan yang unggul, berkarakter, dan berkontribusi bagi masa depan generasi muda NTT.
Menutup rangkaian kegiatan dengan meluncurkan dua buku sastra hasil karya siswa melalui Komunitas Sastra SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang, yakni kumpulan cerpen Doa yang Terjebak di Jalan Sunyi dan kumpulan puisi Larik-larik yang Tersesat di Senyummu.
Editor: Ocep Purek
