News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

NTT Dapat Dokter Spesialis Terbanyak, Gubernur Melki: "Warga Tak Perlu Lagi Berobat Jauh"

NTT Dapat Dokter Spesialis Terbanyak, Gubernur Melki: "Warga Tak Perlu Lagi Berobat Jauh"

Gubernur NTT Melki Laka Lena menghadiri Orientasi Pusat peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis. Foto: Tim
Jakarta,NTTPride.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan pentingnya pemerataan layanan kesehatan hingga ke wilayah pinggiran Indonesia saat menghadiri Orientasi Pusat peserta didik Program Pendidikan Dokter Spesialis di Auditorium Dr. J. Leimena, Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan RI, Rabu (25/2/2026).

Program yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tersebut menetapkan peserta didik periode II Tahun 2025-2026 di enam Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU). Sebelum memulai pendidikan, seluruh peserta diwajibkan mengikuti orientasi terpusat sebagai bagian dari penguatan komitmen pelayanan publik di bidang kesehatan.

Bagi Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, program ini bukan sekadar agenda pendidikan, tetapi bagian dari strategi besar negara untuk menutup kesenjangan layanan kesehatan, khususnya ketersediaan dokter spesialis di daerah terpencil dan kepulauan.

Melki Laka Lena menyebut program ini sebagai langkah konkret pemerintah pusat dalam menjawab ketimpangan distribusi tenaga medis yang selama ini dirasakan kuat di Indonesia Timur. Ia mengingat kembali saat masih bertugas di Komisi IX DPR RI dan terlibat dalam pembahasan regulasi kesehatan, di mana persoalan kekurangan dokter spesialis menjadi salah satu isu krusial.

Menurutnya, daerah-daerah seperti NTT, Maluku, Maluku Utara, hingga Papua selama bertahun-tahun menghadapi keterbatasan dokter spesialis. Dampaknya, banyak pasien harus dirujuk keluar daerah, bahkan hingga ke Pulau Jawa, dengan beban biaya dan sosial yang tidak ringan.

Program ini sangat dibutuhkan daerah-daerah pinggiran. Dengan semakin banyak dokter spesialis yang dididik dan nantinya kembali ke daerah, pelayanan kesehatan bisa lebih dekat dan terjangkau bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran Kementerian Kesehatan atas konsistensi melanjutkan dan memperluas program tersebut. Melki menilai, keberlanjutan program pendidikan berbasis rumah sakit ini akan memperkuat layanan kesehatan tingkat provinsi dan kabupaten/kota, sehingga rujukan pasien tidak perlu lagi keluar dari wilayah masing-masing.

Kabar menggembirakan datang bagi NTT. Pada periode kali ini, NTT menjadi salah satu provinsi dengan jumlah peserta terbanyak. Tercatat tujuh dokter asal NTT mengikuti program pendidikan dokter spesialis tersebut.

Meski demikian, Melki mengakui kebutuhan dokter spesialis di NTT masih sangat besar. Hampir seluruh kabupaten/kota masih mengalami kekurangan, baik di ibu kota provinsi maupun di rumah sakit daerah tingkat dua.

Karena itu, Pemerintah Provinsi NTT akan berkoordinasi dengan para bupati dan wali kota untuk memastikan penempatan dokter spesialis dilakukan secara tepat sasaran sesuai kebutuhan daerah. Pemprov juga berkomitmen memberikan dukungan tambahan agar para peserta tidak hanya menyelesaikan pendidikan dengan baik, tetapi juga kembali dan mengabdi di daerah asal.

Ia berharap para dokter yang menyelesaikan pendidikan nantinya tidak hanya memperkuat layanan kesehatan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi tenaga medis lain di NTT untuk meningkatkan kompetensi melalui jalur yang sama.

Dengan bertambahnya dokter spesialis yang kembali ke daerah, NTT menargetkan pelayanan kesehatan yang lebih merata, terjangkau, dan berkualitas, sehingga masyarakat tidak lagi terbebani oleh jauhnya akses layanan medis lanjutan.


Editor: Ocep Purek 

TAGS

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.