Gubernur NTT Bersama SPPI dan Mitra BGN Cari Solusi Penyerapan Program MBG di Daratan Sumba
![]() |
| Arahan Gubernur NTT Melki Laka Lena dalam tatap muka bersama Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) dan mitra Badan Gizi Nasional (MBG). Foto: Ibo |
Pada kegiatan ini, Kepala SPPI Regional NTT, Oswaldus Ngani dalam tatap muka tersebut dihadiri oleh ratusan SPPI dan beberapa mitra MBG, mereka menyampaikan sejumlah kendala terkait penyerapan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) di daratan Sumba.
“Saat ini di wilayah Sumba Timur total keseluruhannya 70.000 terlayani baru 11.000 ini menjadi salah satu kendala bagi kami. Untuk wilayah Sumba Raya, pergerakan penambahan mitra masih sangat lama dibandingkan daratan Flores dan daratan Timor yang sangat masif,” ujarnya.
Oswaldus menambahkan jika Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah berdiri, maka pelayanan akan semakin masif. Sejauh ini menurutnya banyak mitra yang mendaftar, namun terkendala administrasi menjadi tantangan tersendiri.
“Kami berharap kehadiran Bapak Gubernur di Pulau Sumba bisa membantu kami memberikan solusi. Kami juga ingin menginformasikan Sumba Tengah sudah ada satu Mitra yang menjadi mitra BGN. Sumba Tengah menjadi provinsi terakhir se-Indonesia yang akhirnya ada pelayanan MBG,” katanya.
Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, S.T. M.T., dalam forum yang sama menyampaikan salah satu kendala program ini adalah jangkauan ke sekolah-sekolah di pelosok yang jaraknya cukup jauh.
“MBG ini sangat bermanfaat dan sangat dirindukan. Daratan Sumba Timur jangkauan sekolah dengan lokasi layanan bukan hal yang mudah. Perjalan selama satu tahun ini ada evaluasi untuk program ini, sehingga memungkinkan terbentuknya layanan dan dapur MBG ini, sebuah solusi yang bisa kita terapkan. Kami saat mengajak calon mitra untuk menjangkau daerah tersebut,” ungkapnya.
Untuk menjangkau target yang ditetapkan lanjutnya, bukan hal yang mudah. Pihaknya akan menginformasikan layanan untuk titik yang mudah dijangkau agar cakupan penerima manfaat lebih banyak.
“Besar harapan kami agar Ketua SPPI dan jajaran bisa memberikan informasi, terkait peluang layanan pada tempat yang lebih mudah. Kami sempat bertemu calon mitra untuk lokasi masuk kategori terpencil sudah kita lakukan dan kita pertemukan dengan kantor pusat MBG kita berharap akan terus bertambah,” tambahnya.
Gubernur NTT dalam arahannya mengatakan program yang digagas Presiden RI, Bapak Prabowo merupakan game changer.
“Seperti yang Pak Prabowo sampaikan, program ini merupakan game changer. Melalui program ini gizi bisa diperoleh, membuka lapangan kerja, bahkan berdampak bagi sektor pertanian dan perkebunan, peternakan, serta perikanan. Walaupun kita masih kalah dibanding pulau Jawa atau NTB, sambil kita kejar kuantitas kita juga menjaga kualitas,” jelasnya.
Dikatakan Gubernur Melki, program MBG ini memiliki sejumlah manfaat diantaranya anak-anak semakin rajin ke sekolah, dampak ekonomi di sektor-sektor produktif.
Saat ini penyerapan dapur MBG di Provinsi NTT baru mencapai 47 persen dari total yang harus dibangun di NTT.
“Pak Prabowo bilang NTT harus 100 persen. Kita harus kejar sampai akhir Desember, tahun ini NTT 100 persen,” tegasnya.
Gubernur Melki juga memberikan usul jika memungkinkan penduduk yang termasuk dalam kategori miskin ekstrim, bisa menjadi pekerja di dapur MBG.
Program MBG sejak dicanangkan hingga saat ini terus mendapat pro dan kontra di masyarakat. Namun Ia menegaskan SPPI dan mitra BGN tidak perlu takut.
“Jangan takut, program ini akan terus berjalan. Saya butuh masukan dari kita semua apa saja kendala program ini, bisa disampaikan dan menjadi masukan untuk kami. Saya juga berpesan agar tolong kita jaga kualitas produk MBG kita. Kualitas kita jaga, kuantitas kita dorong terus,” imbuhnya.
Editor: Ocep Purek
