Melki Laka Lena Dorong Sasando Mendunia, Mainkan Lagu Kebangsaan hingga Lagu Pop Dunia
![]() |
| Mateo sedang memainkan alat musik Sasando dihadapan Gubernur NTT Melki Laka Lena. Foto: Ocep Purek |
Pertemuan tersebut membahas upaya memperluas promosi sasando sebagai ikon budaya NTT agar semakin dikenal di tingkat internasional, terutama melalui konten digital dan kolaborasi musik lintas budaya.
Dalam arahannya, Gubernur Melki Laka Lena menekankan pentingnya promosi kreatif untuk membawa sasando menembus panggung dunia. Ia menceritakan pengalamannya saat menghadiri sebuah kegiatan budaya di Eropa tahun lalu.
Menurut Melki, saat itu seorang tokoh di Polandia membangun anjungan budaya Bali di negaranya dengan menggunakan dana pribadi sebesar 15 juta euro. Ia bahkan sempat mengundang Melki untuk mempertimbangkan pembangunan anjungan budaya NTT.
“Saya kagum karena anjungan itu dibangun dengan uang pribadi. Itu menunjukkan kecintaan yang besar terhadap budaya Indonesia,” ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Melki juga membawa pemain sasando. Ia mengisahkan momen ketika mereka memainkan sasando di sebuah tempat publik di Italia yang ramai pengunjung.
“Di sana orang-orang sedang berkumpul, ada yang jalan-jalan, ada juga yang menikmati suasana romantis. Kami kemudian memainkan dua lagu dengan sasando, seperti ‘ngamen’, dan orang-orang langsung tertarik,” kata Melki.
Pengalaman tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa sasando memiliki daya tarik kuat untuk memperkenalkan NTT kepada dunia.
Karena itu, ia mendorong lahirnya konsep kolaborasi sasando dengan berbagai lagu dari berbagai negara. Salah satunya dengan memainkan lagu kebangsaan negara lain serta lagu populer mereka menggunakan sasando.
“Misalnya sasando memainkan lagu kebangsaan Jepang, lalu satu lagu populer Jepang, tetapi jangan lupa tetap membawakan lagu khas NTT. Karena lagu daerah NTT adalah akar dari sasando,” jelasnya.
Melki juga mengusulkan agar sasando dapat tampil di berbagai ruang publik dan pusat aktivitas ekonomi daerah, seperti kawasan kuliner atau pusat UMKM yang sedang dikembangkan pemerintah daerah, termasuk program NTT Mart dan Dapur NTT.
Menurutnya, ruang-ruang tersebut dapat menjadi tempat pertunjukan musik budaya yang sekaligus memperkenalkan sasando kepada masyarakat luas.
Sementara itu, Mateo mengatakan dirinya bersama sejumlah anak muda berkomitmen membantu melestarikan sekaligus mempromosikan sasando melalui media digital.
Ia mengaku akan fokus membuat berbagai konten yang menampilkan permainan sasando dengan pendekatan kreatif agar menarik perhatian audiens global.
“Kami ingin mengenalkan sasando ke seluruh dunia dengan cara mengasimilasi budaya mereka, misalnya melalui kolaborasi lagu-lagu dari berbagai negara,” ujarnya.
Selain produksi konten, Mateo juga berencana membuka kelas belajar sasando agar semakin banyak generasi muda yang tertarik mempelajari alat musik tradisional asal Pulau Rote tersebut.
Upaya tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi sasando tidak hanya sebagai warisan budaya NTT, tetapi juga sebagai simbol budaya Indonesia yang dikenal di panggung internasional.
Editor: Ocep Purek
