News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

2 Hari Keliling Timor, Gubernur Melki Genjot Pasar Produk Lokal: 3 NTT Mart dan 2 Dapur Flobamorata Beroperasi | NTT Pride

2 Hari Keliling Timor, Gubernur Melki Genjot Pasar Produk Lokal: 3 NTT Mart dan 2 Dapur Flobamorata Beroperasi | NTT Pride

Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena 
 
Kupang,NTTPride.com - Dalam dua hari perjalanan darat melintasi empat kabupaten di daratan Timor, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, tidak sekadar meresmikan program, tetapi mendorong langsung agar produk lokal benar-benar punya tempat di pasar.

Kunjungan kerja pada 29-30 Maret 2026 itu menjangkau Kabupaten Malaka, Belu, Timor Tengah Utara (TTU), hingga Timor Tengah Selatan (TTS). Dari rangkaian agenda tersebut, tiga unit NTT Mart berbasis One School One Product (OSOP) dan dua Dapur Flobamorata resmi beroperasi bukan hanya sebagai simbol, tetapi sebagai ruang jual nyata bagi produk lokal.

Perjalanan dimulai dari SMK Genoveva, Malaka, setelah menempuh sekitar 253 kilometer atau enam jam perjalanan darat. Di hadapan kepala sekolah dan siswa, Melki memberikan arahan terkait persoalan utama yang selama ini dihadapi pelaku usaha kecil di NTT dan kualitas pendidikan.

Masalah terbesar UMKM kita bukan produksi, tapi pasar. Banyak yang bisa buat produk, tapi tidak punya tempat jual. NTT Mart ini kita siapkan sebagai ruang bersama agar produk lokal punya pasar yang jelas,” ujarnya.

Dari sekolah, rombongan bergerak ke Desa Teun untuk melihat langsung program SMK Membangun Desa, sebuah kolaborasi antara sekolah dan desa dalam mengembangkan potensi ekonomi berbasis OVOP dan OSOP. Di sini, siswa tidak hanya belajar teori, tetapi terlibat langsung dalam produksi yang terhubung dengan kebutuhan desa.

Hari kedua berlanjut di Kabupaten Belu. Gubernur meresmikan Dapur Flobamorata di SMK Kusuma Katolik dan NTT Mart di SMKN 1 Atambua. Dari Belu, perjalanan dilanjutkan ke TTU untuk panen hortikultura di SMKS Katolik St. Pius X Insana, lalu meresmikan NTT Mart di SMKN 1 Kefamenanu.

Agenda ditutup di TTS, tepatnya di SMKN 2 Soe, dengan peresmian NTT Mart dan Dapur Flobamorata.

Bagi Melki, keberadaan NTT Mart menjadi titik masuk perubahan cara pandang generasi muda terhadap ekonomi. Sekolah tidak lagi hanya tempat belajar, tetapi juga ruang produksi dan pemasaran.

Ini momentum untuk menggeser paradigma. NTT jangan hanya jadi konsumen, tapi harus jadi produsen. Anak-anak muda harus belajar wirausaha dan praktik langsung di sekolah,” katanya.

Melalui NTT Mart, siswa dilibatkan dalam seluruh proses bisnis mulai dari produksi, pengemasan, menjaga kualitas, hingga menjual produk, termasuk melalui platform digital. Pemerintah juga mendorong keterlibatan dunia usaha dan perbankan agar usaha siswa bisa berkembang.

Di sisi lain, Dapur Flobamorata dihadirkan untuk menjawab persoalan klasik: banyak produk lokal berhenti di produksi karena tidak terserap pasar. Dengan dapur ini, produk pangan lokal langsung masuk ke rantai konsumsi.

Kalau orang datang ke daerah kita dan mau makan makanan khas, sekarang sudah jelas tempatnya di sini. Ini harus jadi referensi,” ujar Melki.

Ia bahkan menekankan agar dapur tersebut tidak hanya aktif saat peresmian, tetapi benar-benar hidup dari pagi hingga malam.

Semua orang pasti makan. Tinggal bagaimana kita arahkan supaya konsumsi itu menghidupi produk lokal,” katanya.

Pemerintah Provinsi NTT melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menargetkan seluruh sekolah sekitar 1.040 unit memiliki minimal satu hingga dua produk unggulan berbasis OSOP. Target ini bukan sekadar angka, tetapi upaya membangun rantai ekonomi dari sekolah ke pasar.

Langkah ini menunjukkan perubahan pendekatan pemerintah: dari sekadar program ke praktik langsung yang bisa dirasakan. Bagi siswa, ini bukan hanya pelajaran tambahan, tetapi pengalaman nyata membangun usaha. Bagi masyarakat, ini membuka peluang agar produk lokal tidak lagi berhenti di dapur produksi, tetapi sampai ke meja makan dan pasar.


Editor: Ocep Purek 

TAGS

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.