Di Musda Sumba Barat, Ketua DPD I Golkar NTT Alain Tegaskan Kader Harus Selesaikan Persoalan Masyarakat
![]() |
| Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar di Kabupaten Sumba Barat. Foto: Tim |
Pernyataan itu disampaikan Alain saat menghadiri Musda ke-11 Partai Golkar Sumba Barat, didampingi Sekretaris DPD I Golkar NTT Welhelmintje S. Libby Sinlaeloe dan Anggota DPRD Provinsi NTT Anton Mahemba.
Menurut Alain, Musda tidak hanya berfungsi sebagai forum pergantian kepemimpinan, tetapi juga ruang evaluasi menyeluruh terhadap kinerja organisasi serta efektivitas pembinaan kader di tingkat daerah.
“Melalui Musda ini kita berharap Partai Golkar berjalan lebih baik serta mampu melahirkan pemimpin baru yang berkualitas, yang bisa membawa partai semakin maju dan solid menghadapi tantangan politik ke depan,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya menghadirkan kepemimpinan yang tidak hanya kuat secara struktural, tetapi juga mampu membangun kerja politik yang nyata di tengah masyarakat. Karena itu, kualitas kader menjadi fokus utama dalam konsolidasi partai.
Alain menilai, kader Golkar harus memiliki integritas, daya saing, dan totalitas dalam membangun partai, sekaligus mampu berkontribusi dalam pembangunan daerah, khususnya di Sumba Barat.
Lebih jauh, ia mengingatkan agar kader tidak terjebak pada aktivitas yang bersifat seremonial, tetapi aktif turun ke lapangan untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat.
“Kader harus hadir di tengah masyarakat, mendengar kebutuhan mereka, sehingga program yang dijalankan benar-benar sesuai dengan harapan warga,” tegasnya.
Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan humanis dalam kerja politik. Menurutnya, komunikasi yang efektif dan kedekatan dengan masyarakat menjadi kunci agar peran partai dapat dirasakan secara nyata.
Dalam Musda tahun 2026 ini, Partai Golkar mengusung slogan “Golkar Solid Indonesia Maju” serta tagline “Ayo Membangun NTT, Ayo Membangun Sumba Barat.” Alan berharap slogan tersebut tidak berhenti sebagai jargon, tetapi menjadi semangat kerja kolektif kader dalam mendorong pembangunan daerah.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Sumba Barat, Daniel Bili, menyatakan bahwa pihaknya akan memanfaatkan Musda sebagai forum evaluasi menyeluruh terhadap kinerja organisasi.
Ia juga dikabarkan akan kembali memimpin Golkar Sumba Barat, mengingat dirinya menjadi satu-satunya calon ketua yang mendaftarkan diri dalam proses pemilihan kali ini.
“Musda ini menjadi momentum untuk memperkuat organisasi dan memastikan ke depan Golkar Sumba Barat semakin siap menjawab kebutuhan masyarakat,” kata Daniel.
Dengan dinamika tersebut, Musda Golkar Sumba Barat tidak hanya menentukan kepemimpinan baru, tetapi juga menjadi titik penegasan arah konsolidasi partai dari penguatan struktur menuju kerja politik yang lebih konkret, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Editor: Ocep Purek
