MEJA RAKYAT Antar Warga SBD Terima BPBL, Gubernur NTT Turun Langsung Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
![]() |
| Gubernur NTT meninjau Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Desa Wee Londa, Kecamatan Kota Tambolaka, Kabupaten Sumba Barat Daya. Foto: Idin |
Rumah milik Anasta Djangga Dewa menjadi salah satu penerima Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) setelah permohonannya yang disampaikan melalui Meja Rakyat diverifikasi dan dinyatakan memenuhi syarat. Gubernur Melki meninjau langsung rumah penerima bantuan tersebut pada Rabu (1/7/2026).
Kasus Anasta menjadi contoh bahwa Meja Rakyat, platform resmi Pemerintah Provinsi NTT yang dibentuk sebagai ruang penyampaian aspirasi, kritik, saran, dan pengaduan masyarakat, kini juga menjadi jalur pelayanan publik yang mampu mempercepat penanganan kebutuhan dasar warga.
Selama ini, penerima BPBL umumnya didata dan ditetapkan pemerintah berdasarkan usulan dari pemerintah desa dan kelurahan. Namun Pemerintah Provinsi NTT kini membuka akses yang lebih luas dengan menerima usulan masyarakat melalui Meja Rakyat sehingga warga yang belum masuk dalam pendataan tetap memiliki kesempatan memperoleh bantuan.
Dalam dialog bersama Anasta, Melki mengatakan Pemerintah Provinsi NTT sengaja menghadirkan berbagai jalur pendataan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
"Jadi bantuan ini didapat dari aduan mama melalui Meja Rakyat. Hari ini saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan mama. Memang kami memiliki program untuk membantu pemasangan meteran listrik bagi masyarakat yang membutuhkan dan yang belum memiliki sambungan listrik," katanya.
Ia menjelaskan, data calon penerima bantuan tidak hanya diperoleh dari pemerintah kabupaten dan pemerintah desa, tetapi juga berasal dari UPTD Cabang Dinas di setiap kabupaten, termasuk laporan yang masuk melalui Meja Rakyat.
"Kami menerima data dari pemerintah kabupaten, dari UPTD Cabang Dinas, tetapi masyarakat yang belum terdata juga bisa mengajukan melalui Meja Rakyat. Kalau memenuhi syarat, tentu akan kami bantu," ujarnya.
Menurut Melki, program tersebut merupakan bagian dari perhatian pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sekaligus tindak lanjut kebijakan pemerintah pusat.
"Ini merupakan bentuk perhatian pemerintah, baik Pemerintah Pusat di bawah Presiden Prabowo Subianto yang menugaskan pemerintah provinsi membantu masyarakat yang membutuhkan pemasangan listrik. Mama memenuhi syarat sehingga bisa mendapatkan bantuan ini," katanya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meningkatkan kualitas hidup keluarga penerima manfaat.
"Mudah-mudahan dengan adanya listrik ini mama bisa menggunakannya untuk kebutuhan sehari-hari. Mama bisa memasak pada malam hari dengan terang, melakukan aktivitas di dalam rumah dengan nyaman, dan bantuan ini benar-benar bermanfaat bagi keluarga. Terima kasih mama, semoga selalu sehat," ujar Melki.
Lebih lanjut, Gubernur menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.
"Sekali lagi, ini bagian dari kehadiran negara dan Pemerintah Provinsi NTT untuk membantu masyarakat yang membutuhkan. Kami meminta UPTD Cabang Dinas terus memantau setiap data yang masuk sehingga setiap laporan masyarakat bisa segera ditindaklanjuti," katanya.
Melki juga menjelaskan bahwa Meja Rakyat merupakan implementasi dari semangat "Melki-Johni Melayani Rakyat", yakni ruang pelayanan publik yang membuka akses seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan.
"Meja Rakyat adalah tempat kami menerima pengaduan, aspirasi, harapan, maupun kritik masyarakat. Warga bisa datang langsung ke Kantor Gubernur ataupun menyampaikan laporan melalui nomor layanan yang telah kami siapkan. Kami berharap layanan ini benar-benar membantu masyarakat yang membutuhkan," tegasnya.
Sementara itu, Anasta Djangga Dewa mengaku tidak menyangka laporan yang ia kirimkan melalui Meja Rakyat akan direspons dengan cepat hingga berujung pada pemasangan listrik di rumahnya.
"Saya awalnya mengajukan lewat Meja Rakyat secara online. Setelah itu saya diberikan nomor telepon untuk menghubungi petugas dan mengirimkan data. Keluhan saya langsung ditindaklanjuti oleh Bapak Gubernur," katanya.
Bagi Anasta, listrik bukan sekadar fasilitas baru, melainkan membawa perubahan besar dalam kehidupan sehari-hari.
"Bantuan ini sangat membantu saya. Sekarang setiap malam kalau ke kamar mandi saya tidak perlu lagi membawa senter karena rumah sudah terang. Terima kasih Bapak Gubernur," ujarnya.
Apresiasi juga disampaikan Wakil Bupati Sumba Barat Daya Dominikus Alphawan Rangga Kaka. Ia menilai kolaborasi Pemerintah Provinsi NTT melalui Program BPBL dan layanan Meja Rakyat sangat membantu daerah yang memiliki keterbatasan anggaran.
"Atas nama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT, khususnya Bapak Gubernur, yang telah membantu masyarakat melalui pemasangan meteran listrik. Kemampuan APBD kabupaten tentu terbatas. Kehadiran Pemerintah Provinsi bersama Meja Rakyat menjadi solusi yang sangat membantu masyarakat kami," katanya.
Menurut Dominikus, program tersebut memberi dampak nyata karena langsung menyasar kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini belum menikmati akses listrik.
Ia berharap sinergi antara pemerintah pusat, Pemerintah Provinsi NTT, pemerintah kabupaten, serta Meja Rakyat terus diperkuat sehingga semakin banyak warga yang memperoleh pelayanan publik secara cepat, mudah, dan tepat sasaran.
Editor: Ocep Purek
