News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

"Kami Bukan Barang Rusak”, Pesan Haru Opa Suharto saat Golkar NTT Berbagi Kasih di Panti Budi Agung

"Kami Bukan Barang Rusak”, Pesan Haru Opa Suharto saat Golkar NTT Berbagi Kasih di Panti Budi Agung

Panitia HUT RI Golkar NTT berbagai kasih di 4 panti asuhan dan 1 panti lansia. Foto: Ocep Purek 
Kupang, Nttpride.com - Suasana kunjungan Partai Golkar Nusa Tenggara Timur (NTT) ke Panti Lansia Budi Agung, Kupang, Minggu, 16 Agustus 2026, berubah haru ketika seorang penghuni panti, Opa Suharto, menyampaikan isi hatinya melalui sebuah pesan.

Di hadapan rombongan panitia HUT ke-81 Republik Indonesia (RI), Opa Suharto berbicara tentang masa tua, kesepian, dan rasa syukur. Salah satu kalimatnya menjadi pesan kuat yang menggambarkan kehidupan para penghuni panti.

Kami bukan barang rusak,” kata Opa Suharto dalam pesannya.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan Berbagi Kasih Partai Golkar NTT menjelang peringatan HUT ke-81 RI. Dipimpin Ketua Panitia HUT RI Partai Golkar NTT, Ferdinandus Naga, rombongan mengunjungi satu panti lansia dan empat panti asuhan.

Selain Panti Lansia Budi Agung, rombongan juga mengunjungi Panti Asuhan Guardian Holy Angel, Panti Asuhan GMIT 212, Panti Asuhan AT-Tin, dan Panti Asuhan Sonaf Maneka.

Di Panti Lansia Budi Agung yang berada di bawah naungan Dinas Sosial Provinsi NTT, kehadiran rombongan disambut dengan suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Para penghuni panti tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Namun, pesan Opa Suharto menjadi momen yang paling membekas. Ia menggambarkan bagaimana masa muda telah berlalu, rambut memutih dan kulit mulai keriput. Di tengah kondisi itu, ia mengingatkan bahwa masih banyak lansia di luar sana yang hidup sendirian dan jarang dikunjungi keluarga.

Masa muda telah berlalu. Berjalan dan melangkah pelan, rambut memutih, kulit keriput. Lansia di luar sana masih banyak yang susah, sendirian, tidak ada yang tengok. Anak cucu semua sibuk.”

Menurut Opa Suharto, tinggal di panti bukan berarti seseorang telah dibuang oleh keluarganya. Justru di tempat tersebut masih ada orang-orang yang memberikan perhatian dan kasih sayang.

Ia menyebut para pengasuh sebagai orang yang membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari menyuapi makan hingga mengingatkan untuk minum obat.

Kami bukan barang rusak. Tetapi di Panti Budi Agung Kupang kami bersyukur, hati masih ada pengasuh yang suapin makan, ingatkan minum obat.”

Bagi Opa Suharto, Panti Budi Agung bukan tempat pembuangan orang tua.

Di panti ini bukan tempat pembuangan orang tua, tetapi di panti ini rumah Tuhan yang diberi untuk orang-orang yang berhati mulia.”

Pesan tersebut mendapat perhatian dari rombongan Partai Golkar. Kegiatan berbagi kasih tidak hanya menjadi agenda sosial menjelang hari kemerdekaan, tetapi juga menjadi ruang untuk mendengar langsung suara para lansia.

Pekerja Sosial Dinas Sosial NTT, Julali Peksos, menyampaikan apresiasi kepada Partai Golkar NTT yang datang berbagi kasih bersama para penghuni panti.

Terima kasih dan apresiasi kepada Partai Golkar NTT yang menjelang hari kemerdekaan datang dan berbagi kasih bersama kami,” ujar Julali.

Ia juga menyampaikan bahwa masih terdapat satu slot bagi lansia yang membutuhkan pelayanan di Panti Budi Agung.

Menurut dia, masyarakat yang mengetahui adanya lansia yang membutuhkan perhatian dapat menginformasikannya kepada pihak panti untuk selanjutnya dilakukan proses seleksi.

Antusiasme penghuni panti terhadap kegiatan tersebut juga terlihat sejak sebelum acara dimulai. Julali mengatakan para penghuni bahkan sudah menanyakan kapan kegiatan dimulai.

Sementara itu, Ketua Panitia HUT RI Partai Golkar NTT, Edy Naga, dalam sambutannya mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga kepedulian terhadap sesama.

Ia juga mengajak peserta mendoakan masyarakat Flores yang terdampak gempa bumi. Bencana tersebut, kata dia, menyebabkan korban meninggal dunia, warga sakit, serta kerusakan rumah di sejumlah lokasi.

Kita berdoa bersama semoga proses evakuasi dan hal-hal yang membuat suasana di sana kurang bagus saat ini dapat teratasi dengan baik,” katanya.

Edy mengatakan kegiatan berbagi kasih di panti bukanlah kali pertama dilakukan Partai Golkar. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan pada masa mendatang.

Menurut dia, politik tidak seharusnya hanya berbicara tentang kekuasaan, tetapi juga tentang kehadiran dan kepedulian terhadap masyarakat.

Yang kami lihat bukan berapa banyak yang tampak, tetapi soal hati. Kami mau bersama-sama merayakan 17 Agustus di tempat ini,” ujarnya.

Edy juga menyampaikan bahwa Partai Golkar NTT akan menggelar doa kebangsaan di Kantor DPD I Golkar NTT pada Senin, 17 Agustus 2026. Doa tersebut sekaligus akan diarahkan untuk mendoakan masyarakat Flores yang sedang menghadapi bencana.

"Kami mengundang Opa dan Oma untuk ikut bersama-sama dengan kami besok siang. Kita akan berdoa bersama anak-anak panti asuhan lainnya sebagai bentuk kekeluargaan kita,” ujar Edy.

Rangkaian kegiatan berbagi kasih ini menjadi bagian dari cara Partai Golkar NTT menyambut HUT ke-81 RI: bukan sekadar merayakan kemerdekaan dengan seremoni, tetapi mendatangi mereka yang membutuhkan perhatian.

Dan dari Panti Budi Agung, suara Opa Suharto menjadi pengingat bahwa usia senja bukan akhir dari kebutuhan seseorang untuk dicintai, dihargai, dan ditemani.

“Kami bukan barang rusak.” Kalimat sederhana itu justru menjadi pesan paling kuat dari perayaan kemerdekaan tahun ini.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua DPD II Partai Golkar Kota Kupang Randy Daud, Anggota DPRD Kota Kupang Iksan Darwis, Anggota DPRD Kota Kupang Yafet Yeferson Horo, Sekretaris DPD II Partai Golkar Kabupaten Kupang Alexy Billiyartha Mada, serta sejumlah anggota Fraksi Golkar Kabupaten Kupang.


Editor: Ocep Purek 

TAGS

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Next
This is the most recent post.
Previous
Posting Lama