UCB Kupang Wisuda 545 Lulusan, Bidik Center of Excellence di Indonesia Timur
Kupang,NTTPride.com - Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang mewisuda 545 sarjana dan lulusan profesi angkatan ke-7. Tak sekadar melepas lulusan ke dunia kerja, UCB menegaskan langkah pengembangan institusi menuju Center of Excellence dengan memperluas program pendidikan akademik dan profesi.
Wisuda digelar dalam Rapat Senat Terbuka UCB Kupang di Hotel Harper Kupang, Rabu (23/9/2026).
Rektor UCB Kupang Prof. Dr. Frans Salesman mengatakan wisuda bukan hanya seremoni untuk menandai berakhirnya masa studi mahasiswa. Menurutnya, wisuda juga menjadi bentuk pertanggungjawaban institusi pendidikan kepada publik.
"Momentum wisuda bukanlah sekadar seremonial akademik yang menandai berakhirnya masa studi, melainkan sebuah manifestasi akuntabilitas institusional kepada publik," kata Frans.
Ia menjelaskan UCB terus melakukan pembenahan dan penguatan tata kelola perguruan tinggi untuk meningkatkan daya saing serta mutu pendidikan.
Penguatan tersebut dilakukan melalui peningkatan kualifikasi dosen, perluasan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, hingga pengembangan sarana dan prasarana pembelajaran yang menyesuaikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Frans mengatakan pengembangan institusi tersebut menjadi bagian dari strategi UCB untuk menuju Center of Excellence di kawasan Indonesia Timur.
UCB, kata dia, tidak hanya memperkuat program studi yang telah berjalan, tetapi juga menyiapkan pengembangan sejumlah bidang pendidikan baru.
"Ke depan, UCB merencanakan mengembangkan Fakultas Kedokteran menjadi dua prodi, yaitu Prodi Ilmu Kedokteran Umum dan Ilmu Kedokteran Gigi, Pendidikan Profesi Guru, Program Studi Profesi Apoteker, serta Program Studi Fisioterapi," ujarnya.
Menurut Frans, pengembangan tersebut merupakan bagian dari komitmen UCB untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan relevan dengan kebutuhan pembangunan NTT maupun nasional.
Dengan pengembangan tersebut, UCB menargetkan semakin memperkuat perannya sebagai salah satu pusat pengembangan pendidikan dan keilmuan di kawasan Indonesia Timur.
Di hadapan para wisudawan, Frans juga berpesan agar para lulusan tidak berhenti belajar setelah memperoleh gelar akademik.
Ia meminta lulusan UCB membawa nama baik almamater saat memasuki dunia kerja dan pengabdian.
"Kepakkan sayap seluas-luasnya di cakrawala pengabdian. Jadilah duta almamater yang senantiasa menjaga marwah, etika, dan nama baik UCB di mana pun kaki berpijak. Selamat berkarya, selamat mengabdi, selamat merajut mahakarya bagi peradaban," katanya.
Dewan Pembina Yayasan Citra Bina Insan Mandiri (CBIM) Kupang yang juga Senator asal NTT, Ir. Abraham Paul Liyanto, mengatakan wisuda bukanlah akhir perjalanan pendidikan, melainkan awal memasuki dunia yang penuh tantangan.
Menurut Paul, para lulusan akan menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin ketat, perkembangan teknologi yang cepat, serta dinamika sosial yang terus berubah.
Karena itu, dia meminta lulusan terus belajar, rendah hati, dan terbuka terhadap perubahan.
Paul menyebut UCB hingga saat ini telah meluluskan sekitar 6.647 mahasiswa sejak angkatan pertama hingga wisuda kali ini.
Ia juga mengapresiasi kepercayaan orang tua dan keluarga yang telah mempercayakan pendidikan anak-anak mereka kepada UCB.
"Terima kasih kepada orang tua dan keluarga yang telah mempercayakan anak-anaknya untuk belajar di UCB," ujarnya.
Paul juga mengapresiasi kontribusi para dosen, civitas akademika, pemerintah daerah, serta Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XV NTT dalam mendukung perkembangan UCB.
Ia menekankan lulusan UCB harus memiliki karakter, kompetensi, dan daya saing yang sesuai dengan kebutuhan zaman.
Menariknya, Paul menyebut sejumlah lulusan UCB telah dipersiapkan untuk memasuki pasar kerja internasional.
"Kalau tidak salah, wisudawan kali ini banyak yang sudah siap untuk bisa bekerja ke luar negeri, terutama ke Jepang, ke Eropa, dan juga ke Australia," katanya.
Menurutnya, kesiapan tersebut menjadi bagian penting agar lulusan tidak hanya memiliki peluang bekerja di daerah maupun tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di pasar kerja global.
Kepala LLDIKTI Wilayah XV NTT Prof. Dr. Adrianus Amheka, S.T., M.Eng. mengingatkan para lulusan bahwa kompetensi akademik harus berjalan beriringan dengan kemampuan beradaptasi terhadap persoalan sosial masyarakat.
Menurut Adrianus, perubahan sosial saat ini menghadirkan tantangan tersendiri bagi insan terdidik.
"Akhir-akhir ini pengalaman perilaku sosial kita cenderung rentan oleh karena pergeseran nilai-nilai empati, hilangnya kolaborasi, nilai-nilai kerja sama, nilai-nilai inklusivitas, serta nilai keadilan terkadang itu menjauh. Padahal, padahal kita semua adalah orang terpelajar," katanya.
Karena itu, dia berharap para lulusan UCB mampu hadir di tengah masyarakat bukan hanya sebagai tenaga profesional, tetapi juga sebagai insan terdidik yang memberikan manfaat.
Lulusan diharapkan memiliki empati, kepedulian terhadap sesama, sikap saling menghargai, serta mampu membangun lingkungan yang inklusif melalui kompetensi dan pengetahuan yang dimiliki.
Adrianus memastikan LLDIKTI Wilayah XV akan terus mendukung kebijakan yang berdampak terhadap pembangunan bangsa dan negara.
Dukungan tersebut dilakukan melalui fasilitasi pemerataan akses pendidikan tinggi yang berkualitas dan inklusif guna mendorong lahirnya sumber daya manusia unggul.
Wakil Gubernur NTT Irjen Pol. Purn. Dr. Drs. Johni Asadoma, M.Hum., turut menyampaikan ucapan selamat kepada 545 wisudawan yang resmi menyandang gelar akademik dan profesi.
Johni mengatakan pencapaian tersebut tidak diraih dengan mudah. Ada perjuangan, kerja keras, proses belajar, serta pengorbanan orang tua yang ikut menentukan keberhasilan para lulusan.
Namun, dia mengingatkan bahwa gelar akademik merupakan awal dari perjalanan baru.
"Perjalanan ke depan masih panjang, dan tantangan ke depan cukup berat untuk mencari kerja," ujarnya.
Karena itu, Johni meminta para lulusan membekali diri dengan kemampuan tambahan di luar kompetensi yang diperoleh selama perkuliahan.
Keterampilan tambahan tersebut dinilai penting agar lulusan mampu beradaptasi dengan kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Dengan melepas 545 lulusan pada wisuda angkatan ke-7, UCB Kupang kini tidak hanya menghadapi tantangan untuk mencetak lebih banyak lulusan, tetapi juga memastikan setiap alumninya memiliki kompetensi yang relevan, karakter yang kuat, serta kemampuan beradaptasi untuk menghadapi dunia kerja, termasuk peluang di tingkat internasional.
Editor: Ocep Purek
