Bank NTT Salurkan Beasiswa untuk 20 Mahasiswa Unika Ruteng Terdampak Gempa Flores
![]() |
| Sumbangan Bank NTT kepada mahasiswa Unika Ruteng. Foto: Tim |
Salah satunya datang dari PT Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur (Bank NTT). Bank milik daerah tersebut menyalurkan bantuan pendidikan berupa beasiswa kepada 20 mahasiswa Universitas Katolik Indonesia (Unika) St. Paulus Ruteng yang terdampak langsung bencana gempa.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, didampingi Pimpinan Cabang Bank NTT Ruteng, Romi Radjalangu, kepada perwakilan mahasiswa.
Penyerahan berlangsung di Aula Hotel Spring Hill Ruteng, Kabupaten Manggarai, pada Senin, 21 September 2026 siang, dan disaksikan Ketua Yayasan Unika St. Paulus Ruteng, RD. Ledobaldus Roling Mujur.
Setiap mahasiswa penerima bantuan mendapatkan Rp2,5 juta, sehingga total bantuan yang disiapkan Bank NTT mencapai Rp50 juta.
Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Bank NTT terhadap mahasiswa yang ikut menjadi korban gempa sekaligus upaya membantu proses pemulihan pascabencana.
Menurut dia, gempa yang mengguncang Flores tidak hanya menimbulkan kerusakan fisik, tetapi juga membawa penderitaan bagi masyarakat, termasuk keluarga besar Unika St. Paulus Ruteng.
"Di tengah situasi sulit ini, kami memberikan beasiswa untuk 20 orang mahasiswa dengan nominal Rp2,5 juta per orang. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban mereka,” ujar Charlie.
Charlie menegaskan, Bank NTT tidak terlibat dalam menentukan siapa saja mahasiswa yang akan menerima bantuan tersebut.
Proses pendataan dan penentuan penerima sepenuhnya diserahkan kepada pihak Unika St. Paulus Ruteng agar bantuan benar-benar diberikan kepada mahasiswa yang paling membutuhkan.
“Pemilihan mahasiswanya kami tidak ikut campur. Artinya, kami serahkan kepada pihak Unika Ruteng,” katanya.
Setelah pihak kampus menyerahkan daftar nama penerima, Bank NTT akan membuka rekening bagi mahasiswa yang belum memiliki rekening dan langsung mengisi dana bantuan tersebut.
Tidak hanya mahasiswa, Bank NTT juga membuka peluang untuk memberikan bantuan kepada dosen Unika St. Paulus Ruteng yang menjadi korban dan terdampak langsung gempa.
Charlie mengatakan, pihaknya memiliki dana sosial yang dapat digunakan untuk membantu masyarakat maupun keluarga besar kampus yang terdampak bencana.
“Kalau ada dosen-dosen yang terkena dampak, bisa saja didaftarkan. Karena Bank NTT punya dompet sosial, meskipun tidak banyak,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Unika St. Paulus Ruteng, RD. Ledobaldus Roling Mujur, menyampaikan apresiasi kepada Bank NTT atas kepedulian yang diberikan di tengah kondisi sulit yang sedang dihadapi keluarga besar Unika Ruteng.
“Kami ucapkan terima kasih kepada pihak Bank NTT karena telah membantu kami dalam situasi kampus Unika Ruteng yang mengalami dampak besar akibat gempa ini,” ujarnya.
RD. Ledobaldus mengungkapkan, dampak gempa terhadap mahasiswa Unika St. Paulus Ruteng cukup besar.
Berdasarkan pendataan pihak kampus, terdapat 89 rumah keluarga mahasiswa yang mengalami rusak total hingga roboh, sementara 487 rumah mengalami rusak berat. Selebihnya mengalami kerusakan ringan hingga sedang.
Jika seluruh kategori kerusakan digabungkan, sedikitnya terdapat sekitar 1.200 rumah mahasiswa yang terdampak gempa.
Yang lebih memprihatinkan, dari 20 mahasiswa yang menjadi penerima bantuan Bank NTT, lima orang di antaranya kehilangan tempat tinggal karena rumah mereka roboh atau rata dengan tanah.
Karena itu, pihak yayasan memastikan bantuan tersebut akan diprioritaskan bagi mahasiswa yang mengalami dampak paling berat.
“Dari 20 mahasiswa yang diberikan itu, kami akan memberikan langsung kepada mahasiswa yang rumahnya roboh total,” jelas RD. Ledobaldus.
Selain bantuan dari Bank NTT, pihak rektorat Unika St. Paulus Ruteng juga telah mengambil langkah khusus untuk membantu mahasiswa yang terdampak gempa.
Salah satunya dengan memberikan kebijakan pemotongan uang kuliah bagi mahasiswa yang terdampak bencana.
Kebijakan tersebut diambil untuk meringankan beban finansial keluarga mahasiswa yang tidak hanya harus menghadapi biaya pemulihan rumah dan kebutuhan hidup, tetapi juga tetap harus memenuhi kebutuhan pendidikan.
RD. Ledobaldus menegaskan, kondisi tersebut menjadi momentum bagi semua pihak untuk saling menguatkan dan bergandengan tangan dalam proses pemulihan pascabencana.
“Di tengah luka dan masa sulit ini, kita tetap saling bergandengan tangan. Kami sangat menyambut baik kepedulian Bank NTT yang membawa berkat bagi Unika Ruteng,” pungkasnya.
Editor: Ocep Purek
