Retret Pemprov NTT di Belu: Momentum Menyatukan Visi dan Menggerakkan Ekonomi Rakyat
![]() |
| Sambutan Gubernur NTT Melki Laka Lena dalam acara penutupan kegiatan retret Pemprov NTT. Foto: Ocep Purek |
Penegasan itu disampaikan Gubernur Melki Laka Lena saat jumpa pers terkait retret Pemprov NTT di Aula Eltari, Senin (13/10/2025), yang diikuti seluruh pejabat struktural, ASN, dan tenaga P3K dari berbagai OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT.
Menurut Gubernur Melki, retret kali ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar pertemuan formal. Ia menyebutnya sebagai proses menyatukan cara pandang dan langkah kerja birokrasi NTT menuju arah pembangunan yang lebih terintegrasi dan berdampak bagi masyarakat.
“Kita tidak ingin ASN hanya hadir secara administratif. Retret ini menjadi ruang untuk menyatukan visi dan misi seluruh jajaran pemerintahan agar bergerak dalam satu irama. Membangun NTT tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri, tapi harus solid, terkoordinasi, dan saling menopang,” ujar Gubernur Melki dengan nada tegas.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi setiap aparatur untuk melakukan refleksi atas kinerja, menata ulang komitmen, dan melahirkan inovasi baru dalam menghadapi tantangan kerja tahun 2026.
“Birokrasi NTT harus dinamis, kreatif, dan penuh semangat. Setelah retret ini, saya ingin semua ASN kembali ke tempat kerja dengan cara pikir baru, cara kerja baru, dan semangat baru,” tambahnya.
Pelaksanaan retret di Dusun Loka, Desa Jenilu, Kecamatan Kakuluk Mesak, serta di Kelurahan Kota Atambua bukan tanpa alasan. Gubernur Melki menegaskan, selain memperkuat nilai spiritual dan kebersamaan ASN, kegiatan ini juga menjadi cara konkret pemerintah menggerakkan ekonomi masyarakat di daerah lokasi kegiatan.
“Kita sengaja membeli semua bahan makanan sayur, ikan, daging, telur langsung dari masyarakat setempat. Tidak ada yang didatangkan dari luar daerah. Dengan begitu, uang berputar di sini, dan masyarakat ikut menikmati manfaatnya,” tutur Gubernur Melki.
Ia juga menyoroti nilai solidaritas dan gotong royong yang muncul selama kegiatan berlangsung. Para ASN menggalang donasi secara sukarela untuk membantu warga sekitar, sebagai wujud nyata kepedulian sosial birokrasi terhadap rakyat.
Di tengah suasana penuh refleksi, Gubernur Melki juga mengingatkan pentingnya disiplin dan tanggung jawab ASN sebagai fondasi utama pelayanan publik. Ia menegaskan akan ada langkah tegas terhadap pejabat atau ASN yang abai terhadap tugas.
“Kita sedang membangun budaya kerja yang baru yang disiplin, produktif, dan berkomitmen. ASN yang malas tidak bisa lagi dibiarkan. Kita akan beri pembinaan, tapi kalau tidak berubah, tentu ada konsekuensi,” ujarnya.
Gubernur menegaskan, transformasi birokrasi harus dimulai dari perubahan sikap dan karakter ASN. “Kedisiplinan adalah pondasi dari kemajuan. Tanpa itu, visi besar NTT tidak akan pernah tercapai,” tambahnya.
Bagi Gubernur Melki Laka Lena, retret bukan penutup kegiatan, tetapi justru titik awal perubahan kultur kerja birokrasi menuju arah yang lebih visioner dan berdampak.
“Retret ini bukan akhir, tetapi awal dari babak baru kerja bersama membangun NTT yang maju, mandiri, dan bermartabat,” tutup Gubernur Melki penuh keyakinan.
Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma yang turut hadir menutup kegiatan retret menilai bahwa ASN saat ini dituntut untuk adaptif terhadap perubahan sistem pemerintahan yang semakin dinamis.
“Sekarang, pengelolaan pemerintahan dan keuangan daerah tidak lagi bisa dilakukan secara konvensional. ASN harus kreatif mencari solusi dan efisien dalam mengelola sumber daya. Tidak bisa hanya menunggu anggaran turun,” kata Wagub Johni.
Ia juga mengajak seluruh aparatur untuk menjadi penggerak ekonomi rakyat dengan memanfaatkan potensi lokal melalui program-program inovatif Pemprov seperti Dapur NTT, NTT Mart, dan Dapur SPP.
“Kita ingin ASN tidak hanya bekerja di balik meja, tapi ikut memajukan ekonomi daerah. Ketika ASN membeli, mempromosikan, dan menggunakan produk lokal, di situlah semangat membangun NTT dimulai,” ujarnya.
Kegiatan retret Pemprov NTT di Kabupaten Belu ini diikuti seluruh pejabat dan ASN dari berbagai instansi.
Editor: Ocep Purek
