News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Pemuda Tani Indonesia Pacu Kebangkitan Pertanian NTT, Gubernur Melki: “Saatnya Anak Muda Serius di Pertanian"

Pemuda Tani Indonesia Pacu Kebangkitan Pertanian NTT, Gubernur Melki: “Saatnya Anak Muda Serius di Pertanian"

Sambutan Gubernur NTT Melki Laka Lena dalam acara pelantikan Dewan Pengurus Daerah Pemuda Tani Indonesia (DPD PTI) NTT. Foto: Ocep Purek 
Kupang,NTTPride.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa sektor pertanian membutuhkan keterlibatan besar anak-anak muda untuk mendorong lompatan ekonomi daerah. 

Pernyataan itu ia sampaikan dalam pelantikan Dewan Pengurus Daerah Pemuda Tani Indonesia (DPD PTI) NTT di Hotel Harper Kupang, Kamis (27/11/2025), sebuah momentum yang sekaligus menandai penguatan gerakan pertanian modern di provinsi kepulauan tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum DPP Pemuda Tani Indonesia Budisatrio Djiwandono, Anggota DPR RI Usman Husen dan Gavril Novanto, Wali Kota Kupang, Wakil Wali Kota Kupang, Bupati Kupang, Ketua DPRD NTT, Wakil Ketua DPRD NTT Fernando Zuare, serta Ketua DPRD Kota Kupang.

Gubernur Melki Laka Lena menyebut kehadiran Pemuda Tani Indonesia secara terstruktur dari pusat hingga daerah sebagai “kekuatan baru” untuk mempercepat pembangunan pertanian NTT, sembari menegaskan bahwa anak muda harus berhenti menjauhi sawah dan ladang karena masa politik telah usai.

Dalam sambutannya, Gubernur Melki menyampaikan apresiasi terhadap kehadiran jajaran pusat Pemuda Tani Indonesia serta dukungan para tokoh legislatif nasional dan daerah. Ia menegaskan pentingnya konsolidasi anak muda untuk menggerakkan sektor pertanian yang selama ini identik dengan kelompok usia tua.

Selama ini anak muda mayoritas sibuk main politik, padahal urusan politik sudah selesai di 2024–2025. Sekarang saatnya bekerja untuk pertanian,” tegas Melki.

Ia menilai PTI hadir sebagai katalis percepatan karena dihuni orang-orang yang memiliki pengalaman besar di dunia pertanian. 

Orang-orang hebat bergabung di Pemuda Tani Indonesia baik di pusat maupun di daerah. Ini membuat pergerakan pasti lebih cepat,” katanya.

Gubernur Melki menegaskan bahwa sektor pertanian tetap menjadi kekuatan utama pertumbuhan ekonomi NTT. Data BPS menunjukkan pertanian menjadi penyumbang terbesar ekonomi provinsi ini pada dua triwulan awal tahun.

Kita bisa tembus di atas 5 persen. Memang triwulan ketiga turun karena bukan musim panen, tetapi bulan terakhir ini saya perkirakan akan naik lagi seiring masuknya musim tanam,” jelasnya.

Ia percaya hadirnya Pemuda Tani Indonesia akan memperkuat daya dorong pertanian, apalagi didukung legislator asal NTT yang selama ini aktif membantu bidang pertanian dan peternakan.

Gubernur juga menyoroti keberhasilan petani muda asal NTT yang pernah mengikuti program pelatihan di Australia dan berhasil memperluas lahan dari 1.000 meter persegi menjadi beberapa hektare.

Ini contoh bahwa anak muda bisa menjadi motor penggerak koperasi desa dan wirausaha pertanian,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi Politeknik Pertanian Negeri Kupang yang menerapkan sistem pendidikan berbasis praktik.

 “Teorinya sedikit, selebihnya praktik. Bahkan banyak mahasiswa praktik hingga ke luar negeri,” tuturnya.

Melki memastikan pemerintah mendukung penuh PTI sebagai wadah utama anak muda pertanian di NTT. 

Kita tidak punya wadah lain selain PTI. Maka PTI harus menjadi wajah dan gambaran anak muda pertanian NTT,” pungkasnya.

Ketua DPD Pemuda Tani Indonesia NTT, Boby Lianto, menegaskan bahwa rangkaian kegiatan pelantikan bukan agenda seremonial, tetapi langkah awal percepatan pertanian modern.

Pada pagi hari sebelum pelantikan, PTI melakukan penanaman jagung di lahan Lanud El Tari Kupang.

 “Itu bukan seremonial. Itu simbol awal kebangkitan pertanian NTT. Ke depan, area 150 hektare itu akan hijau oleh jagung. Kalau kuning, berarti sudah siap panen,” tegasnya.

Boby memperkenalkan sejumlah mitra strategis, termasuk PT Silvano Minora Jaya yang berkomitmen menanam jagung 1.000 hektare di Pulau Timor dan sebelumnya membuka lahan 2.500 hektare di beberapa kabupaten di Flores.

Ia juga meluncurkan Koperasi Pemuda Tani (Komuni) dan aplikasi digital Komuni Raya, platform yang menghubungkan produksi pertanian lokal dengan layanan pengantaran dari Grab, Gojek, JNE, hingga PCP.

Input-nya adalah hasil petani NTT, output-nya seluruh dapur MBG NTT. Bahkan hotel-hotel dan restoran akan berbelanja lewat aplikasi ini,” jelasnya.

Data komoditas, lokasi lahan, dan produksi petani akan dipetakan secara digital untuk menyokong rantai pasok regional.

Menjawab keluhan UMKM kopi di Flores, PTI menyediakan dua mesin packaging kopi masing-masing di Kupang dan Labuan Bajo.

 “Mulai tahun depan kita akan lihat sachet kopi NTT membanjiri hotel dan restoran,” katanya.

Boby menutup sambutannya dengan menegaskan komitmen gerakan anak muda.

 “Ini langkah nyata menuju modernisasi pertanian. Kami pastikan pemuda tani NTT tidak hanya menanam, tetapi juga masuk dalam rantai produksi hingga pemasaran,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Pemuda Tani Indonesia, Budisatrio Djiwandono menyampaikan kekaguman atas energi masyarakat NTT yang menurutnya terasa sejak ia mendarat di bandara.

Ini sungguh momen yang spesial. Kami disambut dengan keramahan yang luar biasa,” ujarnya.

Budisatrio juga menyinggung kekayaan bahan pangan dan komoditas lokal NTT yang ia nikmati bersama keluarga, mulai dari se’i, ikan, hingga kopi Flores Bajawa. Ia menilai kader PTI NTT sudah menunjukkan pemahaman kuat dalam menggerakkan sektor pertanian.

Teman-teman di Pemuda Tani datang bukan karena paksaan, tetapi panggilan hati. Sumber daya alam NTT sangat luar biasa,” katanya.

Ia turut menekankan pentingnya kerja sama dengan pemerintah provinsi dan DPRD untuk mendorong komoditas lokal menembus pasar nasional dan internasional. 

Kita bangun bersama supaya masyarakat NTT mendapat penghasilan dari tanahnya sendiri,” ujarnya.

Budisatrio juga menyoroti isu krisis regenerasi petani di Indonesia.

 “Pertanyaannya, siapa yang akan mengurus pangan Indonesia ke depan kalau bukan anak-anak muda yang ada di ruangan ini?” tegasnya.

Ia membuka peluang kerja sama internasional, termasuk pengembangan agroforestri pada komoditas kopi dan cokelat. 

Kalau ada lahan produktif untuk cokelat, kami siap turun bersama,” katanya.

Budisatrio menutup sambutannya dengan pesan optimisme.

 “Saya titipkan masa depan NTT kepada pemuda dan pemudi Pemuda Tani Indonesia. Semoga Tuhan menyertai perjuangan kita,” ucapnya.


Editor: Ocep Purek 



TAGS

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.