Gubernur Melki Tekankan Peran Pendamping sebagai Penggerak 3.442 Koperasi Desa Merah Putih
![]() |
| Gubernur Melki membuka Pelatihan KDKMP Gelombang II. Foto: Ocep Purek |
Penegasan itu disampaikan saat membuka Pelatihan KDKMP Gelombang II di Hotel Aston Kupang, Selasa (2/12/2025).
Kegiatan yang berlangsung 1–5 Desember tersebut menghadirkan pemateri dari Politeknik Negeri Kupang dengan fokus penguatan tata kelola, administrasi, dan manajemen keuangan koperasi.
Hadir dalam pembukaan, Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTT Dr. Drs. Jusuf Lery Rupidara, M.Si, serta Kepala Dinas PMD NTT Viktor Manek.
Dalam sambutannya, Gubernur Melki Laka Lena menyebut program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk menggerakkan potensi ekonomi lokal hingga ke tingkat desa.
“Ini program strategis nasional yang menggerakkan potensi bangsa dengan luar biasa. Untuk NTT, ada 3.442 koperasi desa yang siap menjadi tulang punggung layanan ekonomi, sosial, hingga pelayanan publik di tingkat desa,” tegas Melki.
Gubernur menekankan bahwa keberhasilan koperasi sangat bergantung pada kualitas pendamping dan BA/PMO yang mengikuti pelatihan tersebut.
“Teman-teman semua adalah ujung tombak. Dari 843 peserta ini, masing-masing akan menjadi penentu bagaimana koperasi bergerak. Kinerja Anda akan menentukan hidup tidaknya 3.442 koperasi desa di NTT,” kata Melki.
Ia menambahkan, pendamping perlu menguasai materi pelatihan mulai dari tata kelola biro koperasi, kepemimpinan, pembukuan, manajemen keuangan, hingga modal bisnis koperasi agar mampu memastikan koperasi berjalan transparan, akuntabel, dan profesional.
Gubernur juga menyinggung integrasi Koperasi Merah Putih dengan program One Village One Product (OVOP), One School One Product, serta penguatan pasar melalui NTT Mart.
“Dengan koperasi desa yang bergerak, produk-produk lokal bisa diserap dan dijual di NTT Mart. Jika ASN saja belanja Rp100 ribu per bulan, perputaran ekonomi di satu kabupaten bisa mencapai miliaran rupiah,” jelas Melki.
Ia menambahkan, koperasi desa akan bersinggungan dengan sektor-sektor unggulan seperti kopi, kakao, jambu mete, rumput laut, sapi, pariwisata, energi terbarukan, hingga layanan kesehatan dan logistik desa.
Gubernur mengingatkan peserta untuk mengikuti seluruh rangkaian pelatihan tanpa absen.
“Kesempatan ini langka, hanya 843 orang yang ikut. Jangan banyak izin atau bolos. Ikuti dengan baik supaya setelah selesai tidak banyak bertanya tentang materi yang sudah diberikan,” tegasnya.
Di akhir sambutan, Gubernur Melki secara resmi membuka Pelatihan Peningkatan Kompetensi Pendamping Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih Provinsi NTT Tahun 2025 untuk Gelombang II.
“Dengan memohon pertolongan Tuhan Yang Maha Kuasa, saya membuka secara resmi pelatihan ini,” kata Melki.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTT, Jusuf Lery Rupidara, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya percepatan pengoperasian Koperasi Desa Merah Putih yang dibentuk berdasarkan program strategis nasional.
“Pelatihan ini memperkuat kelembagaan, tata kelola, tata usaha, keuangan, dan administrasi koperasi desa merah putih untuk mengaktifkan beroperasinya 3.442 koperasi di NTT. Terima kasih kepada Bapak Gubernur yang di tengah kesibukan dapat hadir memberi arahan bagi 481 peserta pelatihan,” ujar Lery.
Editor: Ocep Purek
