News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Gubernur Melki: Penguatan Keluarga dan Integritas ASN Kunci Atasi Stunting dan Kemiskinan

Gubernur Melki: Penguatan Keluarga dan Integritas ASN Kunci Atasi Stunting dan Kemiskinan

Gubernur NTT Melki Laka Lena menghadiri perayaan Natal dan Tahun Baru bersama ASN Pemprov NTT. Foto: Ocep Purek 
Kupang,NTTPride.com - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa penguatan keluarga harus menjadi titik awal pembangunan daerah dan ketahanan bangsa. Lemahnya keluarga sebagai unit sosial terkecil dinilai berkontribusi langsung terhadap berbagai persoalan serius di NTT, mulai dari stunting, kemiskinan, kemiskinan ekstrem, hingga rendahnya kualitas pendidikan.

Hal itu disampaikan Gubernur Melki saat menghadiri dan memberikan sambutan pada Perayaan Natal Bersama Aparatur Sipil Negara (ASN) Lingkup Pemerintah Provinsi NTT di Aula El Tari Kupang, Selasa (13/1/2026).

Kalau keluarga goyah, maka yang lebih besar pasti ikut goyah. Ketahanan bangsa dan daerah harus dimulai dari bagaimana kita menjaga keluarga-keluarga di NTT tetap kuat,” kata Gubernur Melki.

Ia menyoroti perubahan nilai dalam kehidupan keluarga yang semakin kompleks akibat kemajuan teknologi dan masuknya paham-paham baru yang bersifat individual dan liberal. Menurutnya, keluarga saat ini menghadapi benturan antara nilai gotong royong dan kebersamaan yang berakar pada Pancasila dengan paham individualisme yang semakin menguat.

Kita hari ini bertempur dengan dua paham. Keluarga sebagai basis sosial yang komunal, rukun, dan guyub, berhadapan dengan arus baru yang memaknai keluarga secara individual. Ini tidak mudah, tapi harus kita jaga,” ujarnya.

Gubernur Melki menilai melemahnya peran keluarga berdampak langsung pada kondisi sosial di NTT. Ia menyebut persoalan stunting, kemiskinan, serta hasil riset pendidikan yang masih buruk tidak dapat dilepaskan dari berkurangnya fungsi keluarga sebagai ruang pertama pembentukan karakter anak.

Banyak persoalan buruk di NTT terjadi karena keluarga mulai kehilangan kekuatannya sebagai tempat pertama dan utama anak-anak kita tumbuh dengan baik,” tegasnya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya pendekatan pembangunan yang tidak hanya bertumpu pada program pemerintah provinsi, tetapi juga menyentuh langsung penguatan kehidupan keluarga. Pemerintah Provinsi NTT, kata Melki, sedang menyiapkan langkah-langkah kebijakan dan regulasi untuk mendukung penguatan keluarga.

Kita ingin pelan-pelan masuk ke aspek keluarga. Ini tidak bisa dikerjakan sendiri oleh pemerintah, tetapi harus melibatkan semua unsur: instansi vertikal, BUMN, BUMD, ASN, LSM, dan tokoh-tokoh agama,” jelasnya.

Dalam konteks pelayanan publik, Gubernur Melki menegaskan bahwa Natal harus dimaknai sebagai panggilan moral bagi ASN untuk menghadirkan pelayanan yang berintegritas dan penuh kasih. Tema Natal ASN tahun ini, menurutnya, menjadi pengingat bahwa pelayanan publik bukan sekadar rutinitas birokrasi.

Integritas adalah cahaya yang menjaga langkah kita tetap lurus, tidak menyimpang oleh kepentingan, dan tidak redup oleh tekanan. Kasih membuat ASN melihat masyarakat sebagai manusia, bukan sekadar berkas atau angka,” katanya.

Ia menekankan bahwa integritas dan kasih harus berjalan beriringan agar pelayanan publik benar-benar menjadi jembatan kepercayaan antara negara dan rakyat.

Ketika integritas dan kasih berjalan bersama, maka negara hadir bukan dengan wajah yang menakutkan, tetapi membawa harapan dan keadilan,” ujarnya.

Gubernur Melki juga mengulas kondisi pembangunan NTT sepanjang tahun 2025 yang masih dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti tingginya angka stunting, kemiskinan dan kemiskinan ekstrem, serta persoalan tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Namun, ia menegaskan bahwa NTT memiliki potensi besar untuk bangkit melalui pemanfaatan sumber daya alam, sumber daya manusia, dan kearifan lokal.

Selain isu pembangunan, Gubernur Melki juga menyampaikan sejumlah agenda strategis nasional dan daerah, termasuk rencana penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) bersama NTT dan NTB.

Ia mengungkapkan telah melaporkan kesiapan NTT kepada Presiden RI dan menyebutkan bahwa keputusan awal tetap membuka peluang bagi NTT untuk terlibat sebagai tuan rumah.

PON ini akan memutar ekonomi daerah. Kami sedang menyiapkan pertemuan lanjutan dengan Presiden bersama Menpora untuk melaporkan persiapan detail,” ungkapnya.

Ia juga mengingatkan ASN agar lebih selektif melakukan perjalanan udara di tengah kondisi cuaca dan keterbatasan transportasi yang belum stabil.

Kalau tidak terlalu penting, jangan dulu sering terbang. Kondisi penerbangan kita sedang tidak mudah,” pesannya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Melki turut menyampaikan rencana pembangunan sekitar tujuh Sekolah Rakyat pada tahun mendatang sebagai bagian dari penguatan akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu. Proses persiapan, kata dia, saat ini sedang berjalan.

Menutup sambutannya, Gubernur Melki mengajak seluruh ASN meningkatkan disiplin, etos kerja, dan tanggung jawab moral dalam melayani masyarakat.

Disiplin yang lahir dari kesadaran akan menjadi fondasi pemerintahan yang dipercaya rakyat. Setiap tugas adalah ladang pengabdian,” katanya.

Atas nama pribadi dan keluarga, Gubernur Melki menyampaikan Selamat Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 kepada seluruh ASN dan keluarga besar KORPRI NTT.

Kiranya damai Natal memperteguh iman, menguatkan persaudaraan, dan menuntun kita membangun Nusa Tenggara Timur yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan,” pungkasnya.


Editor: Ocep Purek 

TAGS

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.