NTT Mart ke-15 Diluncurkan di Malaka, Gubernur Melki Dorong Intervensi Pemerintah di Pasar Lokal
![]() |
| Gubernur NTT Melki Laka Lena tinjau produk UMKM di NTT Mart By Dekranasda Kabupaten Malaka setelah diluncurkan. Foto: Idin |
Peresmian dilakukan oleh Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena di Dusun Wemalai, Desa Wehali, Kecamatan Malaka Tengah, Jumat (23/1/2026).
Peluncuran NTT Mart Kabupaten Malaka dilaksanakan melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi NTT dan Dekranasda Kabupaten Malaka, sebagai instrumen kebijakan untuk memperbaiki struktur ekonomi daerah, khususnya bagi petani, nelayan, peternak, serta pelaku industri kecil dan menengah (IKM) dan UMKM.
Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Kabupaten Malaka Henri Melki Simu, Ketua DPRD Kabupaten Malaka Adrianus Bria Seran, Ketua Dekranasda Kabupaten Malaka drg. Maria Martina Nahak, M.Biomed, pimpinan OPD Provinsi NTT dan Kabupaten Malaka, unsur Forkopimda, perwakilan perbankan, organisasi perempuan, serta pelaku IKM dan UMKM.
Setibanya di Malaka, Gubernur NTT dan rombongan disambut secara adat oleh Wakil Bupati Malaka dan jajaran pemerintah daerah, ditandai dengan pengalungan selendang dan tarian adat penjemputan tamu.
Dalam sambutannya, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa peluncuran NTT Mart merupakan bagian dari strategi besar Pemerintah Provinsi NTT dalam membangun kemandirian dan kedaulatan ekonomi daerah dengan menempatkan masyarakat produsen sebagai pusat pembangunan ekonomi.
“NTT Mart ini disiapkan sebagai pasar bagi produk rakyat. Dari ladang dan laut langsung ke pasar, dengan harga yang pantas dan menguntungkan bagi para produsen,” kata Gubernur Melki.
Menurut Gubernur, struktur ekonomi NTT selama ini masih menunjukkan ketimpangan antara pihak yang memproduksi dan pihak yang berdagang, sehingga nilai tambah hasil produksi belum dinikmati secara adil oleh petani, nelayan, dan pelaku UMKM.
Ia juga menyinggung kondisi defisit perdagangan NTT, di mana belanja masyarakat terhadap produk luar daerah masih lebih besar dibandingkan nilai produk lokal yang keluar dari NTT.
Dalam menjelaskan latar kebijakan tersebut, Gubernur Melki juga menyampaikan konteks historis dan budaya yang memperkuat posisi Malaka sebagai wilayah strategis. Ia menyebut adanya keterkaitan historis antara Malaka, Maluku, dan Papua, termasuk nilai kain tenun Timor yang digunakan sebagai alat mas kawin bernilai tinggi di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.
“Di Papua Barat dan Papua Barat Daya, kain tenun Timor menjadi salah satu dari dua alat mas kawin paling mahal. Ini menunjukkan adanya keterkaitan sejarah pergerakan orang-orang Timor, termasuk dari Malaka,” ujarnya.
Selain itu, Gubernur juga menyoroti pengetahuan lokal Malaka, termasuk pengobatan tradisional yang telah dibukukan, serta potensi sektor pertanian Malaka yang dinilai sangat subur dan strategis di Pulau Timor.
Gubernur Melki turut menekankan pentingnya dukungan infrastruktur logistik, termasuk rencana pengembangan dermaga di wilayah pesisir Malaka, guna menurunkan biaya distribusi dan meningkatkan daya saing harga produk daerah.
“Kalau akses distribusi ini dibenahi, produk Malaka bisa keluar langsung dan lebih kompetitif,” katanya.
Dalam rangka mendukung implementasi NTT Mart, Gubernur Melki memaparkan empat fokus utama kebijakan pemerintah terhadap UMKM, yakni:
1. Permodalan, melalui penyediaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) oleh perbankan dengan potensi penyaluran di NTT mencapai lebih dari Rp3,7 triliun.
2. Pendampingan usaha, untuk meningkatkan kapasitas manajerial dan teknis UMKM serta menekan risiko kredit macet.
3. Literasi keuangan, agar pelaku usaha mampu mengelola keuntungan secara berkelanjutan.
4. Akses pasar, melalui NTT Mart sebagai etalase resmi produk lokal.
“Modal disiapkan, pendampingan ada, literasi keuangan kita perkuat, dan pasar kami sediakan. Tinggal UMKM berani naik kelas,” tegas Gubernur Melki.
Sebagai kebijakan afirmatif, Gubernur Melki juga menyampaikan rencana penerapan kebijakan agar aparatur sipil negara (ASN) di NTT membelanjakan minimal Rp100.000 per bulan untuk produk lokal melalui NTT Mart.
“Ini bukan bagi-bagi uang. Ini membeli produk rakyat sendiri agar ekonomi daerah berputar,” ujarnya.
Wakil Bupati Kabupaten Malaka Henri Melki Simu menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Malaka mendukung penuh kehadiran NTT Mart sebagai tonggak penting pembangunan ekonomi daerah.
“NTT Mart bukan hanya peristiwa seremonial, tetapi tonggak sejarah pengembangan ekonomi Kabupaten Malaka. Ini selaras dengan visi pembangunan NTT yang menekankan ekonomi berbasis sumber daya lokal,” kata Wakil Bupati.
Ia menyebut Kabupaten Malaka memiliki beragam produk unggulan, antara lain tenun ikat dari 127 desa, kerajinan gerabah, olahan hasil pertanian dan perkebunan, anyaman berbahan lokal, serta hasil laut dan air payau seperti ikan bandeng dan garam.
“NTT Mart menjadi gerbang untuk membawa produk-produk Malaka keluar dari wilayah perbatasan menuju pasar yang lebih luas,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT Dr. Drs. Zet Libing menjelaskan bahwa peluncuran NTT Mart di Malaka merupakan peluncuran ke-15 yang dilakukan Pemerintah Provinsi NTT dan yang keempat pada tahun 2026.
“Seluruh produk yang dipajang di NTT Mart dibeli langsung dari pelaku UMKM menggunakan anggaran pemerintah daerah. Ini kebijakan Bapak Gubernur sebagai bentuk keberpihakan pada produk lokal,” kata Zet Libing.
Ia menyebutkan bahwa saat ini NTT Mart Kabupaten Malaka menampilkan sekitar 648 jenis produk dari 21 pelaku UMKM, dan akan terus dikembangkan melalui pelatihan peningkatan kualitas produk, pendampingan perbankan, serta penguatan pemasaran berbasis digital.
“Kami juga akan melengkapi sarana pendukung seperti etalase baru, sistem kasir, dan pemasaran daring agar produk bisa dipasarkan lebih luas,” ujarnya.
Kegiatan tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi NTT dan Wakil Ketua Dekranasda Kabupaten Malaka, penandatanganan berita acara penggunaan aset, serta serah terima produk.
Acara kemudian dilanjutkan dengan peninjauan langsung NTT Mart oleh Gubernur NTT, Wakil Bupati Malaka, dan jajaran terkait untuk melihat produk-produk yang dipasarkan.
Peluncuran NTT Mart di Malaka merupakan bagian dari agenda berkelanjutan Pemerintah Provinsi NTT dalam membangun jaringan pasar produk lokal di seluruh kabupaten/kota.
Editor: Ocep Purek
