News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Satu Tahun Melki-Johni: Perjuangan Menata Fondasi, Berani Bongkar Data Kemiskinan hingga Target 37 Emas PON 2028

Satu Tahun Melki-Johni: Perjuangan Menata Fondasi, Berani Bongkar Data Kemiskinan hingga Target 37 Emas PON 2028

Gubernur Melki menjadi narasumber dalam Podcast Victory Talk dengan tema Satu Tahun Kepimpinan Melki-Johni. Foto: Ocep Purek 
Kupang,NTTPride.com - Satu tahun pertama kepemimpinan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, bukan sekadar soal capaian program. Ia menyebut periode awal pemerintahannya sebagai fase “perjuangan” untuk meletakkan fondasi pembangunan yang terarah, terukur, dan berkelanjutan.

Hal itu disampaikannya dalam podcast bertajuk “Satu Tahun Kepemimpinan Gubernur NTT: Capaian, Tantangan, dan Arah Pembangunan ke Depan” di Ruang Podcast Victory Talk, Kantor Victory News, Kupang, Senin (23/2/2026), usai meresmikan podcast perdana tersebut.

Kalau ditanya satu kata untuk satu tahun ini, saya jawab: perjuangan,” tegasnya.

Menurut Gubernur Melki, perjuangan itu tercermin dari langkah-langkah konkret yang mulai membentuk fondasi perlindungan sosial dan ketahanan ekonomi masyarakat.

Salah satunya adalah peluncuran 100 ribu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini menjadi upaya sistematis memperluas jaminan sosial bagi kelompok yang selama ini belum tersentuh perlindungan negara.

Di sektor pertanian, Pemprov NTT mencatat peningkatan produksi hingga 1 juta ton gabah kering yang berdampak pada kenaikan produksi beras. Capaian tersebut mengantarkan NTT meraih Penghargaan Swasembada Pangan Nasional (PIN) 2025 dari Kementerian Pertanian RI.

Bagi Melki, capaian ini bukan sekadar angka, melainkan fondasi menuju kedaulatan pangan daerah sebuah prasyarat penting bagi penguatan ekonomi lokal.

Gubernur menekankan bahwa keberhasilan program tidak mungkin dicapai tanpa birokrasi yang solid. Ia menyebut aparatur sipil negara (ASN) sebagai “mesin pendorong pembangunan” yang harus bergerak selaras dengan arah kepemimpinan.

Melalui sistem cascading, seluruh program dan anggaran dituntut lebih terukur dan akuntabel. Untuk mempercepat akselerasi pembangunan, Pemprov NTT akan membentuk lima tim percepatan yang fokus pada optimalisasi PAD, penanggulangan kemiskinan, pengembangan ekonomi kerakyatan, optimalisasi 10 Program Dasa Cita, dan penguatan komunikasi pemerintah.

Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) pun dipatok sebesar Rp2,8 triliun. Strateginya bertumpu pada penguatan ekosistem ekonomi, pengelolaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) secara kolaboratif, pembenahan BUMD, optimalisasi aset daerah, hingga memastikan Kawasan Industri Bolok mulai memberi keuntungan pada tahun depan.

Dalam penguatan ekonomi rakyat, Melki memastikan keberlanjutan program One Village One Product (OVOP) dan NTT Mart sebagai bagian dari ekosistem distribusi produk lokal.

Ia menekankan pendekatan terintegrasi: modal, pendampingan, dan pasar. Produksi masyarakat didukung KUR dan literasi keuangan berkelanjutan, sementara NTT Mart disiapkan sebagai kanal distribusi agar produk lokal tidak berhenti di tingkat produksi.

Namun, di tengah upaya itu, persoalan kemiskinan tetap menjadi tantangan mendasar. Gubernur mengakui adanya potensi bias dan permainan data bantuan sosial. Ia menegaskan bahwa manipulasi data bantuan merupakan bentuk korupsi dan telah membentuk tim khusus untuk membersihkan serta memvalidasi data agar intervensi benar-benar tepat sasaran.

Di sektor kesehatan, Melki menyoroti dampak luas rabies yang bukan hanya merenggut korban jiwa, tetapi juga memengaruhi rasa aman, aktivitas ekonomi, hingga pariwisata.

Ia menegaskan pendekatan rasional: hewan yang masih bisa divaksin harus dirawat, sedangkan yang positif dan membahayakan keselamatan publik harus dieliminasi sesuai prosedur. Selain itu, inovasi melalui vaksinasi massal, sterilisasi, pendataan populasi, dan pengawasan pergerakan hewan akan diperkuat.

Untuk percepatan penurunan stunting, ia menekankan pentingnya intervensi sejak masa remaja dan penguatan perencanaan keluarga. Menurutnya, keluarga adalah fondasi pembangunan manusia. Keluarga yang direncanakan dengan matang secara ekonomi, mental, kesehatan, dan pendidikan akan melahirkan generasi yang lebih sehat dan produktif.

Di bidang pendidikan, Gubernur mendorong sistem yang memerdekakan namun tetap tegas dalam menjaga standar kualitas. Evaluasi yang jujur, peningkatan kualitas guru dan sarana prasarana, serta penataan jam belajar dinilai penting agar anak memiliki keseimbangan antara akademik, keluarga, dan pembentukan karakter.

Sementara itu, menghadapi Pekan Olahraga Nasional XXII yang akan digelar bersama NTB pada 2028, NTT menargetkan 37 medali emas. Namun, Melki menegaskan bahwa PON bukan semata soal prestasi.

Ia mengusung konsep “lima sukses”: sukses prestasi, penyelenggaraan, administrasi, pariwisata, dan ekonomi. Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp250 miliar untuk renovasi dan peningkatan sarana prasarana olahraga, dengan harapan PON menghadirkan dampak berganda (multiplier effect) bagi ekonomi daerah.

Menutup wawancara, Gubernur Melki mengajak masyarakat untuk aktif mengawal pembangunan dengan kritik yang logis dan konstruktif, serta tidak terjebak pada penyebaran hoaks.

Baginya, satu tahun pertama adalah fase menata dasar. Perjuangan belum selesai, tetapi fondasi telah diletakkan. Dengan semangat gotong royong, ia optimistis NTT mampu bergerak lebih cepat menuju target pembangunan yang telah ditetapkan.


Editor: Ocep Purek 

TAGS

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.