Gubernur NTT Bawa Harapan Baru untuk Bapak Alo melalui Program Rumah Layak Huni di Belu
![]() |
| Gubernur NTT Melki Laka Lena meninju rumah tidak layak huni di kabupaten Belu. Foto: Idin |
Harapan itu mulai menemukan titik terang saat Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena datang langsung meninjau rumah tersebut pada Jumat (26/6/2026) bersama Bupati Belu Wilibrodus Lay di Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu. Kunjungan itu bukan sekadar melihat kondisi warga, tetapi memastikan pemerintah hadir membawa solusi.
Dalam dialog yang berlangsung hangat, Gubernur Melki berbincang langsung dengan Bapak Alo dan istrinya, Mama Terejina Soce Lelo, yang selama ini hidup dengan berbagai keterbatasan. Keluarga tersebut diketahui merupakan penerima bantuan sosial pemerintah berupa Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako.
Saat berdialog, Gubernur menanyakan kondisi keluarga serta bantuan yang selama ini diterima.
"Setiap bulan dapat bantuan apa dari pemerintah?" tanya Melki.
Bapak Alo menjelaskan keluarganya menerima bantuan beras sebanyak 20 kilogram dan bantuan PKH sebesar Rp600 ribu.
Melki kemudian memastikan status tanah yang ditempati keluarga tersebut.
"Tanah ini milik sendiri ya?" tanyanya.
Setelah mendapat jawaban bahwa tanah itu merupakan milik pribadi, Gubernur langsung menyampaikan kabar yang membawa harapan bagi keluarga tersebut.
"Nanti kami dari Pemerintah Provinsi akan bangunkan rumah supaya Bapak Alo punya rumah yang lebih bagus lagi, lebih layak huni, sehingga bisa ditempati dengan baik bersama keluarga," ujar Melki.
Ia juga memberi semangat kepada Bapak Alo agar tetap optimistis sambil memastikan proses pembangunan akan segera dikoordinasikan bersama pemerintah daerah dan pihak terkait.
Ucapan tersebut langsung disambut rasa haru dari Bapak Alo yang berulang kali mengucapkan terima kasih kepada Gubernur.
"Terima kasih banyak, Pak Gubernur," ucapnya.
Usai berdialog dengan keluarga Bapak Alo, Gubernur Melki menjelaskan bahwa pembangunan rumah tersebut merupakan bagian dari program pemerintah dalam membantu masyarakat yang masih tinggal di rumah tidak layak huni.
Menurutnya, langkah itu merupakan tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah daerah aktif mencari warga yang membutuhkan bantuan perumahan.
"Hari ini bersama Bupati Belu, saya meninjau langsung kondisi rumah salah satu warga yang membutuhkan perhatian karena tempat tinggalnya belum layak huni. Kami datang bukan hanya melihat, tetapi bergerak memberikan solusi," kata Melki.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi NTT bersama Pemerintah Kabupaten Belu akan bergotong royong membangun rumah baru yang lebih aman dan nyaman bagi keluarga Bapak Alo.
"Melalui kolaborasi Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kabupaten Belu, kita akan membantu pembangunan rumah Bapak Alo agar menjadi rumah yang lebih layak huni dan menjadi tempat berkumpul keluarga dengan penuh kebahagiaan," ujarnya.
Program serupa, lanjut Melki, tidak hanya dilakukan di Belu, tetapi akan diterapkan secara bertahap di seluruh 22 kabupaten/kota di NTT dengan menyasar masyarakat miskin yang masih tinggal di rumah tidak layak huni, khususnya kelompok desil 1.
"Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan. Ini adalah bentuk kepedulian dan komitmen kami agar semakin banyak warga NTT memiliki rumah yang layak untuk ditinggali," tegasnya.
Kunjungan itu pun menjadi lebih dari sekadar agenda pemerintahan. Bagi keluarga Bapak Alo, kedatangan Gubernur membawa secercah harapan bahwa rumah sederhana yang selama ini menjadi saksi perjuangan hidup mereka akan segera berganti menjadi tempat tinggal yang lebih aman, nyaman, dan layak bagi seluruh anggota keluarga.
Editor: Ocep Purek
