News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Pertemuan Iwan Fals dan Melki Laka Lena Hidupkan Kenangan tentang Almarhum Franky Sahilatua

Pertemuan Iwan Fals dan Melki Laka Lena Hidupkan Kenangan tentang Almarhum Franky Sahilatua

Iwan Fals dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena. Foto: Ibo
Kupang,NTTPride.com - Pertemuan musisi legendaris Iwan Fals dengan Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena di Rumah Jabatan Gubernur NTT, Minggu (7/6/2026) malam, bukan sekadar ajang silaturahmi. Pertemuan itu menjadi ruang nostalgia sekaligus refleksi tentang seni, budaya, dan pelayanan publik, dengan sosok almarhum Franky Sahilatua sebagai benang merah kedekatan keduanya.

Suasana hangat terlihat ketika Melki Laka Lena dan Iwan Fals mengenang almarhum Franky Sahilatua, musisi yang disebut memiliki pengaruh besar dalam perjalanan hidup serta cara pandang mereka terhadap seni, budaya, dan kehidupan sosial. Keduanya bahkan sempat bernyanyi bersama mengenang musisi yang dikenal melalui karya-karya bertema kemanusiaan dan kebangsaan itu.

Gubernur Melki mengatakan kedekatannya dengan Iwan Fals berawal dari persahabatannya dengan Franky Sahilatua sejak awal 2000-an. Dari sosok Franky, ia belajar bahwa seni dan budaya memiliki peran penting dalam membentuk cara berpikir seorang pemimpin.

Saya dididik almarhum Franky Sahilatua bahwa seorang politisi harus mengerti budaya dan seni. Musisi dan budayawan sering kali memberi pengaruh besar tanpa harus memegang jabatan politik,” kata Melki.

Menurut Melki, kehadiran Iwan Fals di rumah jabatan gubernur menjadi momen penting karena karya-karya musisi tersebut selama puluhan tahun telah membentuk cara pandang masyarakat terhadap berbagai persoalan sosial.

Kedatangan Bang Iwan memberi kita inspirasi dan kekuatan untuk mengurus NTT dengan baik. Lagu-lagunya bicara tentang kehidupan masyarakat, tentang persoalan sosial, tentang kondisi sekitar kita. Itu yang membuat karya-karyanya tetap relevan sampai sekarang,” ujarnya.

Ia menilai karya seni dan musik memiliki kemampuan menyampaikan kritik sosial sekaligus membangun kesadaran publik secara luas. Karena itu, pemerintah, menurutnya, perlu terbuka terhadap kritik yang lahir dari karya seni.

Lagu-lagu Bang Iwan itu universal. Ada kritik sosial, ada cerita tentang masyarakat, tentang kehidupan sehari-hari. Sebagai pemerintah, kita tidak perlu merasa tersindir, justru itu menjadi pengingat untuk bekerja lebih baik,” katanya.

Pemerintah Provinsi NTT, lanjut Melki, juga membuka peluang kolaborasi lanjutan dengan Iwan Fals, termasuk kemungkinan penyelenggaraan kegiatan musik dan seni di berbagai wilayah NTT.

Kami ingin kalau ada kesempatan nanti bisa kembali datang, mungkin keliling beberapa daerah di NTT. Kami akan upayakan yang terbaik,” ujarnya.

Sementara itu, Iwan Fals menegaskan bahwa tugas utama pemerintah adalah melayani masyarakat. Ia meminta seluruh unsur pemerintahan dan lembaga negara tetap fokus menjalankan fungsi masing-masing agar pelayanan publik berjalan optimal.

Teman-teman di eksekutif, legislatif, polisi, tentara dan semuanya, tetap fokus pada bidangnya masing-masing supaya lebih tajam dalam melayani masyarakat. Tugas pemerintah memang melayani,” kata Iwan.

Ia mengakui pelayanan publik bukan perkara mudah karena berhadapan dengan kompleksitas persoalan masyarakat yang beragam. Karena itu, kolaborasi antarlembaga menjadi hal penting.

Manusia ini banyak sekali jumlahnya dan persoalannya juga banyak. Kalau semua mau dikerjakan sendiri tentu sulit. Maka yang penting saling mendukung sesuai peran masing-masing,” ujarnya.

Dalam kunjungannya di NTT, Iwan mengaku terkesan dengan kekayaan alam dan budaya daerah tersebut. Ia menyebut sejumlah destinasi yang dikunjunginya memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik wisata.

Saya sempat ke Tablolong, berenang di sana, lalu ke Oenesu. Kalau tempat-tempat seperti ini dirawat, jalannya bagus, aman, akses mudah, orang akan datang lebih banyak. Banyak orang perlu tahu tentang Timor dan NTT,” katanya.

Ia juga menyinggung potensi wisata laut di Flores, Sumba Timur hingga Alor yang menurutnya menjadi kekuatan identitas daerah.

Lautnya luar biasa, budayanya juga kuat. Itu harus dijaga karena itu kekuatan NTT,” ujarnya.

Selain sektor pariwisata, Iwan memberi perhatian pada perkembangan seni dan talenta lokal di NTT. Ia mengaku menemukan banyak potensi penyanyi muda selama berada di Kupang.

Tadi saya dengar adik-adik bernyanyi, bagus-bagus. Yang penting jadi diri sendiri. Jangan harus mirip siapa-siapa. Daerah ini punya banyak potensi,” katanya.

Bagi Iwan, seni tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga instrumen penting untuk membangun empati dan karakter sosial, termasuk bagi para pejabat publik.

Tanpa kesenian, kita bisa jadi robot. Seni membuat orang lebih halus perasaannya, lebih peka, termasuk dalam melayani masyarakat,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Iwan juga mengenang almarhum Franky Sahilatua yang disebut menjadi salah satu sosok penting dalam hidupnya, terutama saat menghadapi masa sulit setelah kehilangan orang tua.

Franky salah satu orang yang membantu saya keluar dari masa terpuruk. Jadi pertemuan ini juga mengingatkan saya pada persahabatan itu,” katanya.

Kunjungan Iwan Fals ke NTT menjadi bagian dari rangkaian agenda perjalanan dan pertunjukan musik di daerah tersebut. Pemerintah Provinsi NTT berharap kehadiran figur publik nasional dapat memperkuat promosi budaya, membuka ruang kreatif baru, serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata berbasis budaya di daerah.


Editor: Ocep Purek 


TAGS

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.