News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Bank NTT Salurkan KUR 2026, Rp350 Miliar untuk 3.450 UMKM di NTT

Bank NTT Salurkan KUR 2026, Rp350 Miliar untuk 3.450 UMKM di NTT

Direktur Kredit Bank NTT, Aloysius Geong
Kupang, NTTPride.com - Setelah kembali memperoleh kepercayaan dari pemerintah pusat sebagai lembaga penyalur Kredit Usaha Rakyat (KUR) pada 2026, Bank NTT resmi memulai penyaluran kredit bersubsidi tersebut ke seluruh wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebanyak Rp350 miliar disiapkan untuk mendukung sekitar 3.450 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat mengembangkan usahanya melalui akses pembiayaan berbunga rendah.

Direktur Kredit Bank NTT, Aloysius Geong, Kamis (17/6/2026), memastikan penyaluran KUR telah efektif berjalan setelah seluruh skema pembiayaan dan petunjuk teknis disosialisasikan kepada seluruh jaringan kantor cabang Bank NTT.

"Masyarakat di 22 kabupaten/kota di NTT kini sudah dapat mengajukan KUR melalui kantor-kantor Bank NTT sesuai ketentuan yang berlaku," katanya.

Kembalinya Bank NTT sebagai penyalur KUR menjadi momentum penting bagi pemulihan dan penguatan ekonomi kerakyatan di NTT. Program ini membuka kembali akses pembiayaan murah bagi ribuan UMKM yang selama ini terkendala modal kerja maupun investasi untuk mengembangkan usaha.

Pada 2026, pemerintah mengalokasikan plafon KUR sebesar Rp350 miliar kepada Bank NTT. Dana tersebut disalurkan melalui tiga skema, yakni KUR Mikro, KUR Kecil, dan KUR Khusus bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTT.

Targetnya, sekitar 3.450 debitur baru dapat memperoleh fasilitas pembiayaan tersebut sepanjang tahun ini.

Peluncuran kembali KUR dinilai hadir pada saat yang tepat ketika pelaku UMKM masih menghadapi tantangan ekonomi global yang berdampak pada aktivitas usaha. Di tengah kondisi tersebut, sektor UMKM tetap menjadi penopang utama perekonomian masyarakat.

Namun, keterbatasan akses terhadap pembiayaan formal masih menjadi persoalan klasik yang dihadapi sebagian besar pelaku usaha kecil di NTT. Banyak UMKM memiliki produk yang potensial dan pasar yang terus berkembang, tetapi sulit meningkatkan kapasitas produksi akibat keterbatasan modal.

Melalui KUR, pelaku usaha memperoleh akses pembiayaan dengan bunga lebih rendah dibanding kredit komersial serta persyaratan yang lebih mudah, sehingga diharapkan mampu mempercepat pertumbuhan usaha produktif.

Secara ekonomi, penyaluran KUR juga diyakini memberikan multiplier effect yang besar. Tambahan modal memungkinkan pelaku usaha meningkatkan produksi, membeli peralatan yang lebih baik, memperluas pemasaran, hingga membuka lapangan kerja baru. Dampaknya, perputaran uang di tingkat lokal meningkat dan daya beli masyarakat ikut terdongkrak.

Bagi NTT yang struktur ekonominya masih didominasi sektor pertanian, peternakan, perikanan, perdagangan kecil, dan industri rumah tangga, akses terhadap pembiayaan murah menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas.

Modal kerja yang memadai memungkinkan petani memperoleh benih dan pupuk berkualitas, peternak menambah populasi ternak, nelayan meningkatkan sarana produksi, serta pelaku industri rumahan memperbesar kapasitas dan kualitas hasil produksinya.

Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, sebelumnya menegaskan bahwa tujuan utama penyaluran KUR bukan sekadar memberikan pinjaman, melainkan membantu usaha kecil berkembang hingga mampu mengakses kredit komersial secara mandiri.

Ia mengibaratkan KUR sebagai "doping" bagi pelaku usaha kecil agar mampu naik kelas menjadi usaha yang lebih kuat dan berdaya saing.

Pemerintah Provinsi NTT juga memandang KUR sebagai instrumen strategis dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Selain memperluas akses pembiayaan, keberhasilan program ini diharapkan mampu mengatasi berbagai persoalan mendasar UMKM, mulai dari rendahnya literasi keuangan, keterbatasan akses pasar, hingga minimnya pendampingan usaha.

Potensi penyaluran KUR di NTT bahkan dinilai masih sangat besar karena kebutuhan pembiayaan produktif masyarakat jauh melampaui alokasi yang tersedia saat ini. Tingkat serapan KUR sepanjang 2026 akan menjadi indikator penting bagi peluang penambahan plafon pembiayaan pada tahun-tahun mendatang.

Di tingkat masyarakat, kehadiran kembali KUR Bank NTT tidak hanya membuka akses kredit, tetapi juga menghadirkan peluang bagi pelaku usaha untuk membangun bisnis yang berkelanjutan, menciptakan lapangan kerja baru, serta mengurangi ketergantungan terhadap sektor ekonomi informal.

Apabila penyalurannya tepat sasaran dan disertai pendampingan yang memadai, KUR diyakini dapat menjadi salah satu motor penggerak ekonomi NTT. Mulai dari warung kecil di desa, peternakan rakyat, usaha tenun ikat, industri pangan lokal hingga usaha digital yang mulai berkembang di berbagai daerah, semuanya berpeluang tumbuh lebih cepat dengan dukungan pembiayaan yang terjangkau.

Kembalinya Bank NTT sebagai penyalur KUR pun membawa harapan baru agar UMKM lokal tidak hanya mampu bertahan di tengah tantangan ekonomi, tetapi juga berkembang menjadi fondasi utama pembangunan ekonomi Nusa Tenggara Timur yang lebih inklusif, mandiri, dan berkelanjutan.


Editor: Ocep Purek 

TAGS

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.